
Pagi yang cerah,, sinar mentari perlahan masuk di jendela kamar Yuna..
Huaammm...heum ngantuk banget deh gue, ini pasti gara-gara begadang malam tadi huh... gumam Yuna setengah mengigau.
"Yunaaa... cepetan bangun ntar telat, kakak buru-buru mau kerja" teriakan kak Syila menggelegar.
"Iya, iyaa bentar lagi kak, masih ngantuk!" jawabku dengan masa masih terpejam.
Tring.. tring..
Satu pesan masuk 📩 dari +628238889xxxx
"Idihh no siapa ni gak dikenal..." gumam Yuna sambil mengucek-ngucek kedua belah bola matanya.
📩+628238889xxxx: Hay aku Erick, save ya nomor telefon aku, plus ini nomor WA ku...
"Owh kirain siapa tadi kak, okedeh sip" balasku dengan cepat.
📩 Erick: Oke, selamat pagi baby face
jangan lupa bahagia hari ini.
"Pagi juga kak, Don't worry, I'm always happy" jawab Yuna.
📩 Erick: Udah cepet mandi sana ntar telat
ke sekolahnya...
"Iya deh kak ni juga mau mandi kok, makasih ya udah ngingetin"
📩 Erick: Oke deh, see you baby face.
"Oke, see you too"
Pesan pun berakhir.
.
.
"Yuna cepetan dong kakak buru-buru nih...ntar telat bisa-bisa gue dikeluarin dari kantor huh" lagi-lagi kak Syila teriak-teriak kencang.
"Iya kak ini juga bentar lagi siap kok" jawabku tak kalah nyaring dengan teriakan kak Syila.
"Yaudah kakak tunggu di bawah ya awas lu kalo ngaret" ancam Syila.
"Idih, serem banget tuh kakak gue marah-marah gak jelas gitu lagi PMS kali ya" Yuna membathin meledek kak Syila.
"Yuna kamu jangan lelet dong kasian tuh kakak mu nungguin dari tadi,, dasar anak bunda yang paling ngaret, males-males an terus... gimana mau jadi orang sukses nak?" sambung bunda, sambil membelai rambut ku.
"Ya ampun bund.. orang yang males pas masa mudanya belum tentu buruk kok masa depannya hehe" jawab Yuna sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Udah sana jangan haha hehe aja, jangan lupa minum susu itu udah bunda buatin di meja makan. nanti sarapannya di kantin sekolah aja ya nak" jawab bunda lembut.
"Oke siap bunda sayang" jawabku sambil menuruni anak tangga.
Di meja makan, ayah duduk santai menikmati breakfast nya dengan roti selai ditambah segelas susu.
"Ayah Yuna berangakat dulu ya,, jagain bunda yah jangan sampai bunda nangis" celoteh Yuna setelah minum segelas susu.
"Iiih dasar ya anak ayah bisanya ngeledekin orang tua.. gak dikasih uang saku baru tau!!" jawab ayah lembut sekaligus tegas.
"Ya maaf yah kan cuman bercanda.. btw uang saku tetap jalan kan yah??" Yuna tersenyum menggoda.
"Ni uangnya, jangan boros... kalau ada yang lebih membutuhkan kamu harus berbagi. Ingat harta yang kita punya ada hak milik orang lain juga di dalamnya" jelas ayah Wijaya.
"Iyaa ayah, makasih ya. Emmuach..." Yuna mencium pipi ayah Wijaya, dan tak lupa menyalimi tangan orang tuanya itu.
.
.
"Lo lama banget sih, udah kayak si putri keong aja ngaret mulu lo dek!" Syila mengomel.
"Maaf kak habisnya tadi aku ngantuk banget makanya kesiangan" jawab Yuna polos.
"Yaudah iya, cepetan nih pake helm nya" Syila memberikan helm pada adiknya.
"Oke siap bos ku💖" Jawab Yuna sambil meletakkan tangan nya searah dengan alis matanya, tanda hormat kepada sang kakak.
"Idihh.. kesambet setan apa lo manggil gue bos" Syila melototi adiknya.
"Apaan sih kak, masa mau manggil lo bos harus kesambet setan dulu" bantah Yuna.
.....
"Ehh kak lo pernah gak sih baru kenal sama cowo terus rasanya tu kayak udah kenal lama..... banget, akrab gitu?" tanya Yuna.
"Aciyee lagi kasmaran nih ceritanya adiknya kakak, aduin ke ayah bunda baru tau lo ntar" ancam Syila.
"Iihh jangan dong kak, Yuna kan cuman nanya aja gitu, secara...kakak lebih dewasa dari aku tentunya udah banyak kenal laki-laki dong" jawab Yuna dengan kritis.
__ADS_1
"Ingat ya dek t**idak semua laki-laki itu tulus, terkadang ia hanya datang untuk membuat wanita-wanitanya nyaman lalu mereka pergi menghilang tanpa kabar**! hati-hati lo kalau mau kenalan sama cowok jangan sampe salah arah" jelas Syila menasehati adik kesayangannya.
"Iya siap kak.. btw lu kakak gue yang paling ngertiin gue deh, makasih ya lo udah nasehatin" jawab Yuna dengan senyum mengembang.
Akhirnya mereka pun sampai di gerbang sekolah Yuna.
"Kak, btw lo gak ada niat gitu nambahin uang saku gue hehe:v" rayu Yuna.
"Dasar lo dek, mata duitan!" Syila menjitak kening adiknya lembut.
"Gak papa kali kak daripada uang lo mubadzir gak kepake, mending lu sedekahin ke saudara sendiri hihi"
"Iya deh iya, yang tua harus ngalah.. nih ambil!
Emang gak seberapa sih, tapi lo harus inget jangan lupa berbagi pada orang yang lebih membutuhkan" pesan Syila.
"Oke, oke sip kak" Yuna menyalimi tangan kakaknya lalu segera masuk ke dalam sekolahnya.
.
Diruang kelas...
"Hay temen-temen gue yang paling cakep, kalian turbo banget jam segini udah duduk rapi gini di kelas" Yuna nyerocos pada kedua sahabat karibnya itu.
"Apaan sih lo Na, pasti lo belum sarapan kan makanya otak lu geser gitu haha" ucap viona.
"Jahat banget sih Vi, lo bilang otak gue geser 😕! Walaupun gue gak pinter-pinter amat, tapi kan gue termasuk salah satu siswi berprestasi!" jawab Yuna dengan percaya diri.
"Iya deh iya, tuan putri yang paling ngaret" ucap Sisil, sahabat Yuna.
"Ih nyebelin deh kalian, gak gue traktir ntar baru tau rasa" ancam Yuna.
"Idihh gitu amat sih lo Na, btw lo kelihatan bahagia banget, kenapa lo??" sambung Viona.
"kepo kan kalian.. nanti deh istirahat gue ceritain, oke👌" jawab Yuna sambil mengedipkan sebelah matanya.
Seketika kelas menjadi hening, karena guru sudah datang.
"Assalamu'alaikum anak-anak" ucap bu Sinta.
"Wa'alaikumussalam bu" jawab siswa-siswi bersamaan.
"Oke, hari ini kita belajar biologi, kalian ibu beri tugas perkelompok" jelas bu Sinta tegas.
"Oke bu" jawab para pelajar bersamaan.
"Silahkan buka LKS halaman 176, kerjakan dan rembuk kan soal no 3-4" ucap bu Sinta.
.
"Pertanyaan yang bagus, oke..mengenai kelompok kalian bisa pilih masing-masing, dan terdiri dari 3 orang perempuan dan 2 orang laki-laki" jelas bu Sinta kembali.
.
"Kalau begitu ibu keluar dulu, ada urusan...nanti kalau sudah selesai ketua kelas silahkan kumpulkan dan antar ke ruangan saya.. mengerti??" ucap bu Sinta dengan penuh penekanan.
"Mengerti bu" jawab siswa dan siswi kelas X bersamaan.
******
"Na gue sama Sisil kelompok lo aja ya? secara kan lo lebih smart di banding kita-kita" ucap Viona.
"Oke, oke aman Vi.. btw dua laki-laki nya siapa ya yang bakalan ikut kelompok kita?" Tanya Yuna.
"Ehem...Na, gue sama Rio boleh gak gabung kelompok kalian?" sambung Edo.
"Ya gue sih oke-oke aja, yang terpenting kita harus kompak dan saling mendukung satu sama lain.. gimana setuju gak kalian?" jelas Yuna dengan antusiasnya.
.
Udah-udah stop! berisik banget sih kalian, hmm Edo sayang lo ikut kelompok gue aja kali daripada lo gabung sama cewe-cewe cupu kek gini..
mendingan juga kita-kita cewe yang tau fashion dan bergaya sesuai zaman" ucap Clara dan di iringi tawa oleh Devi dan Vita, sahabat Clara.
"Ehh...apaan sih lo Ra, mendingan mereka kali, biar cupu tapi memiliki otak yang berkualaitas!! Paham??" tegas Edo.
"Gak usah ngegas gitu kali Do... yaudah deh terserah lo aja" jawab Clara kesal.
"Haha rasain tu biar mati kutu tu bocah, mentang-mentang anak konglomerat seenak jidat aja ngatain kita-kita cupu...ya gak guys" ucap Viona.
"Udah-udah gak usah dibahas lagi mending kita segera rembuk kan tugas ini oke" ucap Edo.
"Oke ketua!" serentak Yuna, Viona, Sisil, dan Rio menjawab.
.
Teng.. Teng.. bel pun berbunyi pertanda jam istirahat.
__ADS_1
"Alhamdulillah selesai" ucap mereka bersamaan.
"Hmm teman-teman silahkan masing-masing kelompok menyerahkan hasil kerja kelompok kalian karena gue akan segera mengantar ke ruangan bu sinta" ucap Edo.
Oke bro!!!
"Edo, hmm ke kantin yuk, biar aku deh yang traktir...tapi terkhusus untuk kamu aja ya gak termasuk si cupu-cupu tengil itu!!" ucap Clara dengan senyum sinis kepada Yuna dan kedua sahabatnya.
"Ehh maksud lo apa ngatain kita-kita ini cupu tengil, lo tu ya menang gaya doang tau gak?" jawab Yuna geram.
"Udah-udah Yuna mendingan lo bantu gue, kita ke ruangan bu sinta untuk menyerahkan tugas kelompok ini" ucap Edo santai.
"Oke deh ayo.. oh ya Vi, Sil, kalian duluan aja ke kantin ya, jangan lupa pesenin gua teh es sama mie ayam nya mang Diman" pesan Yuna kepada kedua sahabat karibnya.
"Oke aman" ucap Viona dan Sisil bersamaan.
..
"Assalamu'alaikum bu" ucap Edo dan Yuna bersamaan.
"Wa'alaikumussalam silahkan masuk" jawab bu Sinta.
"Hmm ini bu tugas kelompok nya udah selesai dan terkumpul" Edo menyerahkan tumpukan tugas yang diberikan oleh bu Sinta.
"Oke terimakasih Edo, Yuna. Oh ya, Edo... tolong sampaikan kepada teman-teman yang lain setelah jam istirahat pak Rudi tidak bisa masuk karena ada keluarganya yang sakit, dan guru-guru lain juga full dengan masing-masing mata pelajaran yang akan di ajarkan ke kelas lain.. maka dari itu kalian bisa langsung pulang" ucap bu Sinta.
"Baik bu, terimakasih" ucap Edo lalu pergi meninggalkan ruangan bu Sinta bersama Yuna.
Tiba-tiba...
"Edo.. apaan sih kamu barengan sama si cupu ini aku gak suka lihat nya, ihh nyebelin banget sih" seru Clara yang tengah menghampiri Edo dengan tatapan kesalnya.
"Ehh suka-suka gue dong mau deket dan berteman sama siapa aja, emang ada yang salah ha?" jelas Edo sambil melototi Clara.
"Ya gak salah sih, tapi aku gak suka do!!" rengek Clara.
"Ehh lagian lo Clara emang siapanya si Edo sih, adik bukan, saudara bukan, pacar juga bukan deh kayak nya haha:v sewot banget Lo kalau Edo deket sama cewe lain" Yuna menatap tajam Clara.
"Udah na gak usah di ladenin, mending kita ke kantin aja yuk" ajak Edo.
Kantin...
"Si tuan putri udah dateng, nih pesenan lo" ucap Viona menyodorkan semangkuk mie ayam.
"Oke thanks beb" ucap Yuna tersenyum lepas.
**
"Ehh Btw pak Rudi kan gak masuk kelas jadi planning kalian apa mau langsung pulang atau joka joki dulu nih??" ucap Edo.
"Langsung pulang aja deh,, lumayan kan bisa molor hehe:*" ucap Yuna.
"Iya capek gua pengen rebahan.. ya gak Sil?" Tanya Viona.
"Iya Vi kan enak bisa santai² hehe" sambung Sisil.
"Kalo gitu gue anterin lo ya Na, Boleh?" tanya Edo.
"Ciye... ciyee..." ejek Sisil dan Viona bersamaan.
.
"Btw thanks ya Do, udah mau anterin gue" ucap Yuna dengan senyum mengembang.
"Oke santai aja Na, selagi bisa bantu temen kenapa enggak?? iya kan?" Jawab Edo dengan senyum manis menggoda.
.
"Assalamu'alaikum bunda, ayah" ucap Yuna.
"Lho kok jam segini udah pulang? jangan bilang anak ayah bolos?" ayah tersenyum menyelidik.
"Ayah siapa yang bolos sih? guru nya Yuna lagi ada halangan masuk keluarganya ada yang sakit, dan guru-guru lain jadwalnya pada full.. makanya kelas Yuna disuruh pulang lebih awal" jelas Yuna seadanya.
"Benar begitu? jangan bohong lo sama ayah, sama bunda" sambung bunda menimpali.
"Iya serius bunda.. masa gak percaya sama Yuna sihh?" Yuna tersenyum kecut.
"Iya iya bunda percaya, yaudah sana ganti baju, habis itu sholat dan langsung makan" ucap bunda.
"Oke siap komandan haha...yaudah yah, bund.. Yuna kekamar dulu" ucap Yuna sambik terus menaiki anak tangga menuju kamar serba biru kesayangannya.
"Iya sayang" jawab orang tua Yuna bersamaan.
Happy reading SJK beb💙💙🤴👸💙💙
__ADS_1
Jangan lupa kritik dan saran yang membangun, semoga suka😘😘😘
Dan jangan lupa vote yang banyak, maaf masih banyak kekurangan karena masih amatiran🙏