
^^^
“Gila gila! Kalau begini bagaimana aku bisa menghubungi Allen! “
Kekasihnya itu pasti sangat khawatir karena Cassandra menghilang selama tiga hari ini, bagaimanapun juga. Cassandra harus pulang hari ini! Harus. Tiba tiba sebuah sedan datang dari arah belakang Cassandra. Mobil dengan plat mengkilap dan tampilan super WOW. Cassandra dengan nekatnya. Loncat ke tengah jalan sambil merentangkan tangannya.
“ Berhenti …. !!! “ teriak Cassandra di susul dengan bunyi decitan mobil karena bannya bergesekan keras dengan rem.
“ HEI! Perempuan gila !!” seru laki laki yang mengemudi sambil mendongakan kepalanya. Ia berteriak marah mengutkui aksi gila Cassandra.
“ Iya aku memang gila !! Sudah sewajarnya kalau aku ini gila … “ Cassandra mendekati mobil itu setengah berlari, laki laki si pemgemudi itu melihat pemandangan ini dengan heran. Tanpa permisi Cassandra membuka mobil itu dengan seenaknya.
“ Hei apa kamu gila !! “
Cassandra mendecak marah, karena di umpati dengan kata kata yang sama. Gila, perempuan gila.
“ Iya! Aku akui aku sedikit gila. Ada gangguan kejiwaan di sini ..” tutur Cassandra sembari menunjuk ke otaknya dan membuat laki laki itu semakin kaget dengan kegilaan Cassandra. Tapi sekarang, Cassandra beralih ekpresi. Ekspresi memelas mode on.
“ Tapi kumohon, berikan perempuan gila ini tumpangan. Aku harus pergi, pulang ke rumah …”
Nada memelas yang Cassandra lontarkan itu sukses membuat Danil heran. Tadi berteriak gila, sekarang malah memelas. Batin Danil dengan terheran heran. Ia memperhatikan gadis dengan dress mahal itu, wajah super duper cantik. Rambut bronze, dan mata cokelat kayu dengan kesan wajah asing.
“ Kam—u sebenarnya siapa … “ tanya Danil dengan kesadaran yang setengahnya masih terpana akan kecantikan Cassandra.
“ Malaikat gila, “ jawab Cassandra dengan asal, “ Tolonglah aku, aku di culik oleh ..? Hem .. “ Cassandra memikirkan nama laki laki itu, yang ia umpati sepanjang jalan.
“ Di culik ? “ pekik Danil. Di sekitar sini hanya ada beberapa rumah dan salah satunya adalah rumah Alex. Keseluruhan pemilik rumah adalah orang orang yang tak ada hubungannya dengan penculika. Mereka semua pebisnis.
__ADS_1
“ Iya, oleh laki laki psikopat! Kumohon, antarkan aku pulang …” Cassandra memohon kembali, jangan sampai laki laki di depannya ini berubah pikiran. Ia harus meyakinkan laki laki itu.
“ Siapa namamu? Aku Danil, kita tak bisa berkomunikasi seperti ini. Memanggilmu dengan nama perempuan gila. “
Danil sedikit penasaran, ia ingin tau siapa nama si gadis bronze ini.
“ Alana, “ jawab Cassandra berbohong. Dan kebohongannya ini di percaya oleh Danil.
“ OKE. Akan ku antarakan kamu pulang, di mana alamatmu …? “
“ Garden residence ….” Ujar Cassandra, kali ini jujur. Ia memang tinggal di sana. Di rumah Ayahnya. Danil terkaget, itu lingkungan orang orang kaya. Dan perempuan di sampingnya itu mengaku tinggal di sana.
“ Aku tidak berbohong! “ gerutu Cassandra saat ia menatap mata Danil yang ragu ragu.
“ Aku memang tinggal di sana, kalau kamu mau menolongku aku akan memberikan bayaran yang mahal. Sebagai rasa terima kasih … “
Ayah, aku pulang. Batin Cassandra. Tanganya sedari tadi meremas gaun yang ia pakai sampai lusuh dan kusut.
^^^
Alex mengikuti rapat penting hari ini, Alexa cukup hebat untuk di andalkan sebagai sekretarisnya. Adik kecilnya itu sangat telaten, ulet, juga cerdas. Alex tak suka berbicara dengan orang orang yang tak paham kata katanya. Mereka bilang, ia terlalu cerdas sampai bisa mengamati fluktuasi saham hanya dalam sekejap mata. Padahal itu hanya bualan, semua itu ia dapatkan dengan belajar dan di tambah kejeniusan otakknya. Memahami peluang.
“ Alexa, bagaimana kabar Mama …? “ Alex belum pulang ke rumah. Di banding dengan kesehatan Ayahnya, ia lebih menghkhawatirkan kondisi Ibunya.
“ Mama …? Kenapa kamu tidak datang menemuinya sendiri saja ..”
__ADS_1
Alex putus harapan. Karena telah menanyakan hal sepenting itu pada Alexa yang jelas jelas akan menjawabnya dengan becanda.
“ Apa itu lucu? Sampai kamu menjawabnya dengan becanda …? “ tuntut Alex dengan garang.
“ Apa aku juga terlihat seperti becanda, kalau khawatir dengan kondisi Mama. Kenapa tidak mengunjunginya langsung. Itu akan lebih mudah, dari pada kalian berdua terus menanyakan satu sama lain lewat aku . “ Alexa duduk dengan sebal.
Benar saja, Ibunya dan Alex itu sama saja. Mereka tinggal bertemu dan itu akan mempermudah hidup. Kenapa Ibunya harus terus menanyakan keadaan Alex lewat dirinya? Begitu juga sekarang.
“ Apa Mama juga sering menanyakan keadaan aku ini .. ? “ tanya Alex dengan heran. Break meeting kali ini lumayan lama. Jadi ia sempatkan untuk mengobrol dengan Alexa dan menanyakan kabar ibunya itu.
“ Ibu mana yang tak ingin tau kabar anaknya, “ celetuk Alexa dengan sebal. Ia mengangkat tangannya untuk menunjukan waktu. Tinggal lima belas menit.
“ Aku lapar. Aku ingin makan, bukan mengobrol dengamu kakaku yang tampan. Kalau merindukan Mama. Temui dia. jangan tanyakan aku lagi. Atau aku babat kepalamu, “ ancaman Alexa itu sukses membuat Alex berhenti untuk bertanya lagi. Toh Alexa sudah keluar meniggalkannya sendirian di ruangannya.
Alex menimang nimang ponselnya, ia ingin menelfon Ibunya barang sekali untuk bilang jangan khawatir. Itu saja, mereka. Ia dan Ayahnya biasa bertengkar. Itu bukan masalah yang besar untuk Alex. Tapi Ibunya itu selalu meikirkannya dan akhirnya jatuh sakit. Anak adalah cobaan orang tua. Mungkin Alex adalah cobaan untuk Stella dan suaminya.
Belum juga ia memencet nomor Ibunya. Ponselnya sudah berdering dengan sendirinya. Tapi bukan Ibunya yang menelfonya seperti batin mereka terikat. Tapi orang rumah, pembantunya yang menelfonya.
Tapi untuk apa? Batin Alex sembari dengan ragu ragu menganggat panggilan itu. Pelayannya itu sangat takut padanya, bersinggup tatap saja tak mau. Alex jadi ragu kalau ini adalah panggilan yang tak di sengaja.
“ Halo ? Clara, ada apa ..” Alex menjawab dengan nada dingin. Mencoba tenang untuk menghadapi panggilan tak di sengaja ini.
“ Tuan! Maafkan saya yang tidak bisa bekerja dengan benar. “
Mata Alex membulat. Ternyata bukan panggilan iseng atau tak sengaja. Pelayannya itu memang berniat menefonnya.
“ Ada apa? “ tanya Alex dengan menahan rasa ingin tau, kenapa Clara sampai memohon ampun padanya.
__ADS_1
“ Nona Cassandra melarikan diri. “ pekik Clara dengan taku takut.