
Cassandra langsung mengemudikan mobilnya ke arah bandara. Ia akan menunggu Alex di sana. Entah siang, atau malam. Ia sudah memutuskan untuk menjadi orang pertama yang Alex lihat saat menapakan kakinya.
Cassandra berbeda hari ini, tak ada Alex, tapi Cassandra ingat betul pesan Alex sebelum pergi tanpa kabar dan di mana tujuannya.
Jangan memakai pakaian yang akan membuatmu menjadi pusat perhatian. Ingat, aku tidak ada di sampingmu untuk menghajar ******** mata keranjang itu.
Teringat pesan Alex yang lebih seperti ancaman, tak bisa menghentikan senyuman di wajah Cassandra. Ia terkekeh saat mengingat, setiap kali ia memakai pakaian yang lumayan minim bahan, Alex akan langsung melepaskan jasnya. Dan Cassandra sering melakukan itu agar Alex melepaskan jasnya untuknya.
Sebentar lagi, Cassandra akan sampai di bandara. Senyumannya sudah tak bisa di hapuskan lagi. Ia sudah membayangkan wajah keterkejutan Alex saat mendapati kehadirannya di sana.
Berhenti di depan gate kedatangan luar negeri. Cassandra seperti berada di lautan manusia di belakangnya sudah banyak sekali kerumunan orang orang. Cassandra bisa menahan diri untuk tidak memanggil Alex takut kalau laki laki itu masih berada di dalam pesawat.
Menunggu penuh dengan kebosanan. Sesekali Cassandra melirik ke arah sampingnya. Ada juga orang yang sedang menunggu. Sama sepertinya.
Mulai bosan, Cassandra melihat ke panel papan informasi. Masih lama lagi sebelum kedatangan pesawat dari HongKong. Cassandra menunggu, sekitar dua puluh menit. Pesawat yang ia tunggu itu datang. Dan wajah Cassandra begitu cemberut ketika tak menemui Alex sedikitpun. Bahkan ponselnya masih belum aktif. Sepertinya Alex memang tidak berada di HongKong beberapa hari ini.
__ADS_1
Melirik arlojinya dengan tatapan mata seperti sedang menghitung. Cassandra sudah menghabiskan waktu sekitar dua jam dengan hasil tangan kosong.
Cassandra memutuskan untuk menghibur diri, menelfon Alexa dan sepertinya ia di sambut dengan kekesalah sahabatnya itu.
“Jangan tanya tanya tentang Alex....! aku sudah berkata jujur, kalau aku tidak tahu.”
Suara Alexa di sebrang sana terdengar seperti sebuah permohonan. Cassandra terkekeh geli ternyata Alexa sudah sangat frustasi dengannya. Oke, ini akan mudah mungkin.
“Aku sedang tidak menanyakan Alex,” jawab Cassandra. Dan kalau tidak percaya, wajah Alexa di sebrang sana seperti sedang sangat bersyukur. Cassandra yang membayangkannya saja sampai terkekeh geli. Tapi tidak apa.
“Oh iya, Alexa....” Cassandra mulai mengobrol dengan sangat asik dengan Alexa. Di luar topik Alex tentunya. Cassandra sudah paham, kalau Alexa bosan di tanyai mengenai Alex setiap harinya.
Mereka mengobrol tak tau waktu. Banyak yang di obrolkan, tapi mata Cassandra terus saja memeperhatikan sekeliling. Mencari cari keberadaan Alex kalau saja laki laki itu sudah sampai. Cassandra ingin langsung memeluknya. Ingin sekali.....
Tiba tiba pengumuman yang sangat keras. Mengumumkan kalau ada kedatangan pesawat dari Mexico. Tapi Cassandra cuek saja. Ia malah asik dengan obrolannya dengan Alex.
__ADS_1
“Kalian kan punya pesawat penerbangan sendiri Alexa, perusahaan malahan. Kenapa Alex memilih menggunakan pesawat seperti ini...?”
“Kamu pikir, kalau kamu putri presiden, kamu sudah jadi penguasa negara ini.” Alexa mengomel, ia sendiri sudah bekerja cukup lama. Walaupun hanya beberapa bulan di perusahaan, ia sudah tau tentang banyak hal terkait perusahaan.
“Kalau Alex seenaknya sendiri dengan jabatannya, ia akan mengganggu pemasukan uang perusahaan. Lagi pula dia sedang mengambil cuti, bukan trip atau kepentingan perusahaan. Ini namanya nepotisme. Dan Alex tak suka nepotisme.”
Cassandra sedikit bangga karena Alex sangat profesional. Sedikit heran juga, padahal laki laki itu sangat arogan. Tapi ia tidak memanfaatkan hierarki yang menempatkannya di bagian paling puncak.
Masih mengobrol dengan banyak hal, Cassandra menyadari kelebat bayangan itu. ia melihat sosok Alex muncul di antara kerumunan orang. Mengenakan kemeja untuk setelan jas berwarna biru. Aneh memang, Alex hanya mengenakan celana dan kemeja tanpa jas pelengkapnya, tapi Cassandra tersenyum. Ia ingin mengejutkan Alex sebentar lagi.
Angan angan Cassandra pecah, terpelanting dari ketinggian yang tak terkira. Ia menemukan satu hal menyakitkan yang sudah ia cerna setelah melihat seorang wanita yang mengenakan setelan jas Alex, harusnya... Alex hanya melakukan itu untuknya bukan...? melepaskan jasnya untuk melindungi agar ia tak di lirik laki laki bermata keranjang? Benar bukan???
“Cassie? Kenapa kamu diam saja...???” suara Alexa seperti teredam stereofoam. Cassandra seperti jatuh ke belenggu hitam yang sangat menyakitkan untuknya. Mendapati kalau Alex berada di luar negeri selama beberapa hari dengan wanita lain.
“Alexa, sebenarnya.... siapa wanita yang ada di foto itu. sahabat masa kecil kalian....?” tanya Cassandra. Alexa belum menjawab. Tapi Cassandra sudah menyadari sosok wanita itu. walaupun dengan perubahan fisik yang sangat kentara. Cassandra bisa menyadari kalau wanita itu adalah wanita yang sama, hanya dalam tampilan yang lebih cantik dan dewasa. Wanita yang ada di foto, yang selalu di taruh Alex di lacinya....
__ADS_1
Entah kenapa, Cassandra merasa. Di khianati.