Sexy Partner

Sexy Partner
40.Al for Allen.


__ADS_3

 


               Cassandra berjalan cepat dengan terburu buru. Nafasnya memburu dengan pikiran yang kacau. Ia tak tau lagi apa yang akan terjadi di depannya. Yang ia tau, ia harus segera berlari dan menuju tujuannya.


               “Allen!!” teriak Cassandra dengan sangat histeris saat mendapati wajah Allen sudah sangat pucat. Seminggu tak bertemu dengan laki laki itu dan dengan alasan karena super sibuk, Cassandra bisa merasakan kalau tubuh Allen menjadi tiga kali lebih kurus dari sebelumnya.


               Genggaman tangan yang dingin itu semakin membuat Cassandra terbelalak. Ia tak pernah bisa membayangkan akan berada di titik ini. Kembali kehilangan orang yang ia sayangi.


               “Kamu akhirnya datang ...” ucap Allen dengan sangat lemah. Bibirnya bergetar tiap satu kata yang keluar dari mulutnya.


               “Allen! Jangan bicara, aku mohon...” pinta Cassandra dengan sangat pilu, ia sudah tak bisa membayangkan kekasihnya itu seperti sekarang ini. Benar benar dalam keadaan yang tak bisa di bayangkan. Selang yang masuk ke tubuh Allen, dengan kepala Allen yang sudah botak dan mata yang sembab.


               “Aku memikirkan ini semalaman, ah tidak berhari hari Cassie, bahkan berbulan bulan saat aku mengetahui kalau aku tidak akan selamat....” Allen tak menghiraukan ucapan Cassandra untuk berhenti berbicara. Ia justru tetap berbicara dan membuat Cassandra menahan isak tangis.


               “Diam saja, jangan membahas itu. Aku akan memaafkanmu, asalkan kamu berhenti berbicara, simpan tenangamu itu.”


               Allen menggeleng dengan sangat keras. Ia berusaha menahan rasa sakitnya.


               “Jangan bilang pada orang tuaku ya Cassie, bilang pada mereka kalau aku mati dengan wajar..” pinta Allen dengan suara yang sangat lembut. Tapi Cassandra justru menjawab dengan gelengan yang sangat keras.


               “Jangan pergi! Kita akan menikah Allen! Ingat!! Itu yang kamu janjikan padaku!!” isak Cassandra dengan suara yang serak. Ia tak lagi menahan nahan air matanya. Ia benar benar ingin Allen selamat, dan hidup!


               “Aku ragu Cassie, ingat. Orang yang kamu cintai saat ini. Yaitu aku, bukanlah jodohmu. Tapi nanti, orang yang tidak kamu cintai saat ini, mungkin dialah yang menjadi jodohmu yang sebenarnya Cassie....”


               “Aku mau tidur sebentar...”


               “Jangan!! Jangan tidur!” sergah Cassandra dan ia menarik wajah Allen agar tetap menatap matanya.


               “Ku mohon Allen, jangan pejamkan matamu. Aku mohon....”


               “Aku hanya tidur Cassie, kenapa kamu sangat ketakutan...?”


               Allen melepaskan genggaman tangan Cassandra pada wajahnya dan tersenyum,”Ini hanya tidur. Besok aku akan bangun...”


               Cassandra tak bersuara tak juga menjawab dengan bahasa tubuhnya. Karena tiba tiba Alexa masuk dengan tergesa gesa di selingi kemunculan Alex yang tak di sadari Cassandra.


               “Ya ampun! Allen!!”


               Dua perempuan itu sama sama terkejut hari ini saat tadi sore, Cassandra mencoba menemui Allen di apartemennya dan hanya menemukan kalau apartemen itu kosong untuk waktu yang lumayan lama dan tak terurus. Dengan inisiatif untuk merapikan pakaian Allen yang ada di lemari, Cassandra masuk dan membuka lemari Allen yang isinya bahkan tak berkurang banyak kalaupun laki laki itu telah pergi ke luar kota selama seminggu.


               Dan saat mata Cassandra yang tak kalah jeli dalam menghitung jumlah pakaian Allen, ia juga menemukan sebuah surat medical check up.


               Dan saat itu pula, Cassandra langsung mencari cari di mana keberadaan Allen di seluruh penjuru kota. Sampai di titik keputus asaanya. Cassandra terseok seok dengan harapan terakhir di rumah sakit ini.


               Alex yang sudah tau ini akan terjadi, hanya bisa menjadi penonton yang tak bisa bersuara. Bagaimanapun, ia juga tau masalah penyakit Allen dan dia tetap menyembunyiaknya dari Cassandra.


               “Alexa, bisakah kalian berdua keluar. Aku ingin bersama Allen sekarang....” pinta Cassandra dengan suara yang lemah. Allen sudah di ambang kesadarannya.


               “Allen tadi berbisik padaku, untuk tidak memanggilkan dokter.” Sambung Cassandra lagi dengan suara yang lebih lemah. Sepertinya ia sudah menghitung waktunya dengan Allen yang sudah tinggal berdetik sebentar lagi.

__ADS_1


               Alexa hanya mengangguk tanpa suara, langkahnya tertahan saat Allen menunjuk Alex yang ada di sampingnya.


               “Kenapa?”tanya Cassandra dengan heran.


               “Ada yang ingin aku bicarakan dengan Alex, biarkan dia tetap tinggal.” Ucap Allen dengan sisa sisa tenaganya. Dan benar, Alex mengabulkan perintah Allen barusan. Alex maju dan mensejajarkan diri di samping Cassandra.


               Ia berdiri dengan gagahnya, sangat timpang dengan Allen yang sangat lemah. Alex bahkan masih ingat, saat mereka menyesap batang rokok bersama sama. Tubuh laki laki yang sangat gagah, Alex bahkan mengakui itu. sekarang berubah menjadi sangat kurus hanya dalam hitungan hari. Alex mengambil kesimpulan kalau saat itu Allen memang sangat lelah. Kesakitan, dan ingin menyerah. Hingga ia ingin mempercepat kepulangannya.


               “Apa yang ingin kamu bicarakan Allen?” tanya Alex dengan datar tak bernada. Ia tak tau harus bagaimana, ia juga bingung. Apa yang akan di katakan Allen padanya. Karena dia tak terlalu dekat dengan laki laki itu.


               Allen mengulurkan tanganya, memberikan isyarat agar laki laki itu duduk. Dan Alex mengikutinya. Sekarang ia benar benar sejajar dengan Cassandra dalam artian yang sebenarnya.


               “Maukah kamu menikahi Cassandra?” tanya Allen dengan raut wajah yang sangat serius. Keterkejutan terlihat di wajah keduanya. Baik Alex ataupun Cassandra. Mereka saling tatap untuk memastikan, kalau yang mereka dengan berdua itu sama. Allen sedang menyuruh mereka menikah! Dan nantinya tinggal satu atap!!


               “Allen! Jangan ngawur!” Cassandra langsung membelai rambut Allen, memberikan ketenangan. Semoga saja dengan ini Allen menghentikan omongan ngawurnya.


               “Tidak Cassie, aku yakin. Tolonglah dengarkan aku sedikit saja...” ucap Allen dan ia menepis tangan Cassandra, ia justru meraih tangan Alex dan menyatukan tangan itu dengan tangan Cassandra. Cassandra menatap Alex yang sejak tadi hanya diam tak bersuara. Sampai tangan Alex mendarat di tangan Cassandra, laki laki itu hanya diam.


               “Menikahlah, aku ingin kamu menjaga Cassandra untukku Alex...” ucap Allen dengan nafas yang tersengal. Cassandra hendak menepis tangannya dari tangan Alex, tapi Allen menghalang niatnya itu.


               “Ini tidak akan sulit, bukan?” tanya Allen dengan alis yang berkeringat, sekujur tubuhnya sudah dingin dengan bulir keringat yang membasahi kulitnya. Cassandra menggeleng dengan sangat keras kepala. Ia tak bisa menahan diri untuk menggigit lidahnya, ia tak ingin ada isakan tangis.


               “Aku percaya, kamu orang yang sangat bisa di percaya.” Pungkas Allen dengan suara yang sangat tegas. Dan ia berlalu, sekarang menatap Cassandra.


               “Cassie, terima kasih, sudah menjadi bagian hidupku yang singkat ini. Tapi asalkan kamu tau, andai aku bisa terlahir kembali, aku ingin membuat kenangan lagi bersamamu. Maafkan hidupku yang singkat ini.”


               Cassandra menatap Allen seolah laki laki itu perlahan menutup matanya seperti di film film. Dengan tangisan yang tak lagi di tahan, Cassandra memeluk erat tubuh Allen dengan sangat tak rela. Laki laki itu tak merespon sedikitpun. Membuat isakan tangis Cassandra semakin menjadi jadi.


               Gerakan tangan yang cepat itu benar benar tak di duga Cassandra sama sekali, dengan wajah yang masih menempel di dada Allen, tangan Alex terulur untuk mengusap air mata Cassandra tanpa di minta. Apa penilaian Allen terhadap Alex memang benar? Kalau Alex bisa di percaya untuk menjaganya?


               “Jangan menangis, sekarang kita harus menguburnya secepatnya.” Pungkas Alex sambil berlalu pergi, membiarkan Cassandra tetap bersama tubuh Allen untuk yang terakhir kali. Kaki jenjang Alex keluar dari ruangan, ia langsung bersitemu dengan adiknya, Alexa.


               “Temani Cassandra, aku akan memanggilkan dokter.” Ucapnya tegas dan lirih. Dan tanpa penjelasan lebih lanjut, Alex pergi begitu saja dan meninggalkan Alexa dengan penuh tanda tanya. Ia langsung masuk dan melihat Cassandra yang sedang memeluk erat Allen yang sekarang lebih mengerikan dari sebelumnya. Dan saat isakan Cassandra menandakan kalau perempuan itu tidak terima, Alexa baru menyadari. Kalau ia dan Allen sudah berbeda dunia.


^^^


                               Pemakaman berlangsung sangat privat dan tertutup. Bahkan keluarga Cassandra hanya bisa melihat beberapa orang yang ia kenal saat berpacaran dengan Allen. Saat puluhan orang orang yang pergi itu sudah menghapus rasa dukanya. Cassandra masih terduduk dengan bersimpuh di tanah. Melihat puara Allen untuk yang terakhir kalinya sebelum ia menghapus luka yang tak bisa hilang sepenuhnya itu.


               “Aku tau kamu merasa kesakitan selama ini, dan berusaha menyembunyikannya. Tapi sekarang, tidurlah Allen. Aku berharap, dengan ini kamu lebih bahagia tanpa rasa sakit....” ucap Cassandra langsung di tangkup tubuhnya oleh Damian, Ayahnya.


               “Kita akan melewati ini bersama sama.” Ucap Damian memberikan semangat. Cassandra hanya mengangguk lemah dan berjalan bersama Damian. Dan mereka berdua merasakan rasa yang sama. Seperti Damian yang harus kehilangan istri tercintanya di usia muda. Cassandra juga merasakan kehilangan yang sama sepertinya, dengan cara yang sama juga.


               Dan mata zamrud yang sejak tadi memantau dari kejauhan itu menutupi kelopak matanya dengan kaca mata hitam dan berlalu meninggalkan pemakaman itu dengan mobilnya.


^^^


               Alex masuk ke dalam rumah orang tuanya dan langsung ke ruangan Ayahnya. Ia tak biasa seperti ini, menemui Ayahnya hanya untuk melakukan apa yang di minta oleh orang yang sudah mati. Tapi rasanya, Alex seperti tak keberatan mengemban tanggung jawab itu. rasanya ia mampu, tapi entah kenapa. Apa karena, itu berkaitan dengan Cassandra? Tapi bagaimana mungkin?


               Tapi nyatanya, pergulatan batin itu tetap mengantarkan tubuh Alex di depan ruangan Ayahnya yang tertutup dan tak terdengar kebisingan sedikitpun dari dalam. Dengan pelan, Alex mengetuk pintu dan langsung membukanya.

__ADS_1


               Kedua mata itu bersitatap dan membuat Alex canggung untuk pertama kalinya. Baru kali ini, tak ada amarah yang keluar saat ia bersitatap dengan Ayahnya.


               “Aku ingin berbicara.” Ucap Alex, membuka obrolan. Airlangga langsung menyikapkan tangannya. Ia tak menjawab ataupun menggerakan tangannya untuk mempersilahkan Alex memulai obrolan yang sudah pasti sangat serius itu.


               Dengan langah yang sangat mantap, Alex akhirnya duduk di depan Ayahnya. Darah Dirgantara yang sangat kuat ada di dalam dirinya. Ia juga sama seperti Ayahnya, sangat pekerja keras dan bertanggung jawab. Dengan satu tarikan nafas, Alex memulai pembicaraan yang akan sangat rumit kalau di jelaskan.


               “Ayah, aku ingin Ayah membatalkan pernikahanku dengan Isabella.” Ucap Alex membuka obrolan yang sudah pasti akan membuat Ayahnya itu sangat marah. Dan memang benar, Airlangga langsung menarik nafas sangat berat seperti di beri beban.


               “Kamu datang hanya untuk membuat keributan Alex? Memancing kemarahan Ayahmu agar aku segera mati?” tanya Airlangga dengan suara berat yang tak lekang dari usianya yang hampir enam puluh tahun.


               “Tapi kamu akan kecewa Alex, karena pernikahan itu akan segera dan akan di percepat di laksanakan.”


               “Secepatnya,” ucap Airlangga seolah itu adalah kepastian.


               Alex menatap Ayahnya dengan sangat geram sekarang.


               “Aku ingin Ayah untuk membatalkan pernikahan itu, karena aku akan menikahi orang lain.” Putus Alex dengan sangat cepat dan nyaris membuat jantung Arilangga menjadi copot. Dengan mata tak percaya, ia menatap anaknya yang barus saja mengatakan kalau ia akan menikahi seseorang? Benarkan?


               Alex melihat kesempatan itu, ia akan semakin membuat Ayahnya percaya dan memutuskan hubungan antara dia dan Isabella itu. Tapi keyakinan di mata Airlangga itu berubah menjadi tatapan curiga.


               “Ini bukan trikmu agar kamu bisa lolos dan akhirnya kamu pura pura menikah bukan?” selidik Airlangga ingin memastikan, dan Alex tertawa hambar. Itu justru rencananya terdahulu, ah dulu bahkan Alex tak memikirkan untuk menikahi Cassandra terlebih dahulu, agar anaknya nanti punya kekuatan hukum.


               Alex menggeleng,”Tidak, aku benar benar ingin menikahi wanita ini. Bukan si Isabella itu.” jawab Alex dan jawaban itu semakin membuat Airlangga berjingkrak. Ini sepertinya akan menjadi tanda kalau ia akan segera menimang cucu.


               “Apa itu wanita yang kamu cintai Alex?” tanya Airlangga dengan sorot mata berbinar. Tak menyangka kalau Alex akan menemukan wanita yang di cintai. Ia rasa, ia bisa bernafas lega setelah mengajukan pertanyaan ini.


               Alex justru sempat ragu, tapi ini adalah peluang. Sebagai seorang pebisnis, ia takan pernah menyianyiakan peluang.


               “Iya, dia wanita yang aku cintai.” Jawab Alex dengan sangat tenang dan sorak gembira justru di layangkan oleh Airlangga. Melihat itu, Alex jadi bertanya pada dirinya sendiri.


               Kenapa aku seyakin itu dengan jawabanku barusan? Alex menepis kata hatinya itu.


^^^


               Dan bocoran informasi yang Alex berikan pada Ayahnya, membuat seisi rumah gempar. Tak perlu waktu lama, Cassandra langsung mendapatkan pesan kalau keluarga Alex ingin mengajaknya untuk makan malam keluarga. Damian yang mendengar berita itu hanya mengernyit tak paham? Bukankah urusan mereka sudah selesai?


               Alex berada di balkon dengan setelan jas yang sangat rapi, khusus di buat untuknya dengan rancangan model terbaru yang membuat Alex terlihat sangat tampan, berkesan sangat rapi tapi ringkas. Dan ketampanan Alex membuat balutan tubuhnya menjadi sempurna.


               Dengan langkah tenang dan nyaris tanpa suara, Danil mendekati Alex dari belakang. Ia juga sudah bersiap saat mendengar berita dari Ayahnya, akan ada makan malam keluarga. Dan bukan hanya keluarganya. Tapi keluarga Cassandra juga. Wah! Sangat mengejutkan bukan?? Apa lagi mendengar fakta kalau Alex mengatakan pada Ayah mereka. Ia ingin menikahi Cassandra dan tambah satu lagi! Alex mencintai Cassandra.


               “Apa kebohonganmu itu tidak terlalu buruk Alex?” tanya Danil sembari memasukan tangannya ke dalam saku celana bahannya. Ia menatap ke arah gerbang, di mata mata Alex juga tertuju ke arah sana.


               “Jangan bermain api denganku Danil, aku bisa menguburmu hidup hidup dengan kobaran api yang menyala selamanya.” Ucap Alex dengan sangat dingin. Danil justru terkekeh dengan geli. Sangat geli. Untung saja saat pesta itu, ia pernah mengancam Cassandra. Yang awalnya hanya untuk iseng iseng, ternyata membuahkan informasi yang sangat berguna untuk Danil.


               “Aku rasa aku memang benar dalam hal ini, karena kebohongamu kali ini sudah keterlalu.” Ucap Danil dengan seringai tajam di bibirnya dan sberubah menjadi raut wajah yang sangat dingin. Di luar sana, gerbang sudah di buka dan mobil asing yang pastinya milik Cassandra dan keluarganya sudah datang.


               “Kamu kira aku tidak tahu kalau kamu pernah mengancam Cassandra dan menjadikan wanita itu menjadi kantong bayi untukmu?”


               Selesai dengan kata kata itu, Danil hendak pergi. Ia bisa melihat reaksi apa yang di tunjukan Alex setelah ia selsai dengan kata katanya. Alex langsung menegang dan sangat terkejut. Karena Danil tau masalah itu.

__ADS_1


               “Dan apa yang kamu katakan pada ayah? Kamu menikahi Cassandra karena kamu mencintai wanita itu Alex? Hahah sangat konyol!”


               “Jangan membuka mulutmu untuk kesia siaan Danil, asalkan kamu tau. Kamu tidak mengetahui semuanya.” Dan setelah mengatakan itu, Alex langsung keluar. Ia akan menyambut kedatangan Cassandra untuk pertama kalinya di rumahnya.


__ADS_2