
Pesan itu sudah setengah jam yang lalu di baca oleh Alex. Tapi laki laki itu masih diam. Ia belum mengambil keputusan. Ia masih menunggu kabar terbaru. Orang yang ia suruh untuk mencari keberadaan Cassandra belum menemukan keberadaan perempuan itu. Percuma membayar mahal mahal kalau melacak Cassandra yang setengil itu saja tak mampu.
Dan pesan kedua yang ia terima itu membuat Alex bersemangat untuk membacanya. Juga marah di saat yang bersamaan.
*** Perempuan yang anda cari sedang bersama seorang laki laki, saya belum bisa melihat wajahnya karena mengamati dari kejauhan ***
Brak! Seusai membaca itu Alex melempar map di tanganya. Orang yang ada di depannya kaget bukan main.
“ Kerjakan lebih baik atau tidak sama sekali. “ ujar Alex dengan sangat dingin. Aura dingin itu seperti membekukan ruang dan waktu. Meeting jadi terasa lebih lama.
Orang itu memungut kembali map-nya yang di campakan Alex ke lantai.
“ Baik, akan saya perbaiki. Secepatnya … “ jawab laki laki itu setengah ketakutan dan setengah mati ingin mati saja. Haha, tatapan Alex itu. Secantik apapun mata zamrud keturunan ibunya. Kalau Alex menatap orang orang seperti ingin menggilas mereka. Tetap saja, takan ada yang menganggap mata itu cantik.
“ Kenapa kamu marah marah sejak tadi ? “ Alexa kesulitan menyeimbangi kecepatan berjalan Alex yang super lebar. Langkahnya jadi cepat, atau di lebarkan lebarkan sekalian agar tak di tinggal Alex.
“ Karena mereka semua memberikan hasil yang tidak sebanding, “ ujar Alex. Hanya mencari satu gadis tengik saja. Tak mampu. Tenang Alex! Tenang. Batinnya mencoba mendinginkan emosinya.
Alexa hanya mengeleng pasrah. Toh ia takan bisa memahami jalan pikiran Alex dalam hal marah marah. Karena Alex selalu marah marah tanpa sebab, dan penyebabnya juga entah apa. Pemicunya tak di ketahui. Alasan yang bisa di tarik Alexa adalah. Kakanya itu memang hobi marah marah. Jadi ketika Alex marah marah, Alexa membiarkannya saja. Dia sedang mengerjakan hobinya. Apa hobinya? Marah marah.
“ Terserahmu kakaku sayang. Kamu bossnya. “ ujar Alexa dengan acuh. Ia sedang mencoba menikmati hobi kakanya. Marah marah.
“ Hei hei! Bukan seperti itu caranya berbicara dengan kakamu … !! “ teriak Alex meneriaki Alexa yang meninggalkannya tanpa peduli padanya.
“ Aish! Gadis itu sama saja. “ pekiknya. Sembari mengejar Alexa. Mana ada sekretaris yang meninggalkan bosnnya. Pelajaran yang bisa di ambil di sini adalah. Jangan menjadikan anggota keluarga sebagai pegawai. Terlebih sekretaris. Atau lainnya. Atau mereka akan meninggalkanmu atau juga datang ke rapat seenaknya.
__ADS_1
Alexa merasa kalau amarah Alex sudah memudar. Laki laki itu masuk dengan tenang tanpa marah marah.
Bagus, dia sudah selesai mengerjakan hobinya. Batin Alexa dengan tenang kalau kakanya sudah tak marah marah lagi.
“ Pak sekarang saatnya kembali ke kantor, dokumen dokumen penting yang harus di tanda tangani sudah di antarkan ke ruangan anda. Sebanyak ini … “ Alexa menggambarkan gunungan dokumen setinggi setengah tubuhnya dengan tangan yang di angkat sampai kepalanya.
“ Saya harap anda tidak marah marah dan menandatangi dokumen dokumen itu penuh dengan senyuman, “ penjelasan Alexa itu membuat Alex ingin menyentil mulut Alexa. Untuk adik kandung, Alex mencoba menyabarkan diri. Sesabar mungkin.
“ Kembali ke kantor. “ perintah Alex dan sopir langsung menuruti perintah. Mobil kembali melaju dengan kecepatan sedang. Ia takut melakukan sesuatu tanpa di perintah oleh atasannya.
“ Lebih cepat lagi. “ baru setelah Alex memerintah untuk memacu kecepatan. Ia berani menambah kecepatan mobil. Benar memang, semua karyawan yang belum pernah melihat sosok Alex. Langsung takut takut dengan laki laki itu. Baru beberapa hari di kantor Ayahnya. Semua orang sudah tak memahaminya. Anak sulung itu muncul begitu saja dengan sosok yang amat seperti Dewa tapi dingin bukan main.
Marah marah lagi, gumam Alexa. Entah kenapa. Hobi marah marah Alex meningkat dua hari terakhir.
gadis itu. Danil melajukan mobilnya dengan tenang. Ia akan menuju ke tempat yang Cassandra katakan. Garden Ressidence.
“ Tidak apa apa, itu bukan masalah. Aku tidak mengeluarkan uang untuk tambahan makanan itu. Itu sisa makananku barusan, “ ucap Danil dengan senangnya.
Cassandra yang mendengar itu, langsung melepehkan makannya ke mobil Danil.
“ Hei ! Jangan mengotori mobil orang dengan lepehanmu. “ Danil syok. Baru kali ini ia melihat gadis yang berani mengotori mobilnya.
“ Kamu memberiku makanan yang tidak kamu habiskan … ? Apa di matamu, aku ini mirip bebek ternak …? “ Cassandra syok bukan main. Yang di bayangannya adalah, ini semua adalah makanan yang tidak Danil habiskan. Dan ada sisa sisa gigitan yang di masukan.
__ADS_1
“ Ya kamu memang sedikit mirip dengan hewan berbulu itu …” ujar Danil sembari melihat karpet mobilnya yang naas.
“ Santai ! Santai ! Aku hanya bencada. Apa aku terlihat seperti kekurangan uang, sampai harus membawakan makanan bekas untukmu … ? ” Danil menggeleng gelengkan kepalanya. Ia ingin mengerjai Cassandra tapi tidak menyangka kalau ia akan balas di kerjai seperti ini.
“ Itu salahmu sendiri. Bukan aku, kenapa kamu becanda dengan cara seperti barusan. “ Cassandra menatap potongan udang dan cumi cumi di kotak makan itu. Memang terlihat seperti baru di masak. Bukan makanan dingin yang main di bungkus dan di bawa pulang.
“ Aish! “ rungut Danil. Frustasi menghadapi wanita gila seperti Cassandra. Sedangkan wanita itu malah sedang menatapi kotak makan, mungkin mengamati bakteri dari tangan tangan Danil.
“ Maaf kalau begitu, akan kuganti rugi nanti untuk biaya membersihkan karpet mobil. “ Cassandra berujar. Ia merasa bersalah karena sudah berpikiran buruk pada Danil.
“ Baguslah kalau kamu mau bertanggung jawab. Aku akan mengantarkanmu sampai rumah kalau begitu, supaya aku bisa mengambil uang ganti rugi. “
Mobil melaju dengan cepat. Danil mendapat pesan dengan tiba tiba dan ia harus segera pergi. Sebelum pergi, ia harus mengantarkan Cassandra duluan. Ia adalah laki laki bertanggung jawab.
^^^
Pesan ketiga itu masuk. Dan Alex lebih marah lagi saat membaca pesan ketiga ini dari pesan pesan sebelumnya.
*** Mereka berhenti di restoran, sepertinya makan bersama. Saya akan mengabari lagi kalau sudah menemukan tujuan target. ***
Alex lagi lagi. Medengus kesal karena ini. Benar benar tidak becus. Harusnya ia menyewa detektif lain saja yang mampu bekerja dengan efisien.
“ Kenapa kau merasa kalau aku hanya di suruh seperti bebek. Diam dan menunggu aba aba. “ gumam Alex. Ia benar benar ingin segera memberikan Cassandra hukuman. Karena sudah membangkang padanya.
“ Cassandra Leonidas. “
__ADS_1