
Alex menenggak sisa wine di gelasnya sampai tandas tak tersisa. Di penjuru sana, ia bisa melihat Cassandra yang sedang kebingungan mencari seseorang. Sayangnya, entah sampai kapanpun Alex takan memberi tahu, di mana orang yang di cari carinya itu.
Dengan langkah pelan dan penuh kepastian, Alex memasukan tangannya ke saku celananya. Wajahnya menatap lurus ke arah Cassandra yang masih belum menyadari kehadirannya. Alex justru menyeringai dengan puas, bagus! Kalau Cassandra belum menyadari kehadirannya. Ini akan menjadi kejutan yang paling mengejutkan.
Cassandra membetulkan dressnya yang terasa makin kusut karena terus menerus mencari Allen tanpa mendapatkan hasil.
“Sebenarnya, Allen itu kemana? Ke toilet? Apa aku harus ke sana! Ini gila!” Cassandra tak melanjutkan langkahnya, ia akan duduk dan menunggu sampai kekasihnya itu kembali dan menghampirinya.
Tangan kiri Alex yang sudah meraih gelas vodka yang di kitarkan ke seluruh tamu itu di goyangkan. Membuat cairan bening itu terlihat berkilauan terkena pantulan cahaya lampu pesta. Alex masih melihat kalau wanita itu belum juga menyadari kedatangannya.
“Bagus, bahkan wanita di sekeliling ruangan menyadari kehadiranku. Dan wanita itu terang terangan bersikap tidak peduli!”
Alex tersenyum miring dan menghirup aroma vodka di tangan kirinya itu,”Sayang sekali kamu di ambil tidak untuk di minum.” Alex melepaskan seringainya. Sekarang hanya bibir rapat dan datar. Wajah dingin yang memikat tapi mematikan. Alex segera mendekati satu lagi wanita yang belum bisa ia matikan dengan pesonanya.
__ADS_1
“Selamat malam, Nona Cassandra...” sapa Alex dengan suara dingin dan arrogansi luar biasa tinggi. Mendengar suara yang sangat Cassandra kenal hanya dalam beberapa hari itu, membuat Cassandra terlonjak karena kaget.
“Kam-! Kamu!! Kenapa ada di sini!” teriak Cassandra dengan suara seperti cicitan tikus. Ia benar benar kaget, bukan! Bukan Alex yang ia ingin lihat!
“Apa ini menjadi berita buruk untukmu? Hem? Kehadiranku di pesta yang bahkan bukan pestamu?”
Alex menatap gaun hitam yang di pakai Cassandra itu, ia mendengus kesal dan kembali mencoba menahan emosinya, yang entah kenapa menjadi membludak tanpa alasan. Cassandra di sisi sebaliknya, ia mati kutu. Benar juga, ini bahkan bukan pestanya. Walaupun ia sangat ingin mengusir Alex, ia takan bisa. Ini pesta salah satu klien Allen. Ia hanya ikut, karena ini formalitas.
Cassandra berdiri, kalau ia tak bisa mengusir Alex, dan kalau Alex juga tak bisa meninggalkannya, maka ia yang akan pergi.
“Alex!!!” jerit Cassandra dengan sangat marah. Ia tak bisa bersabar kalau begini caranya! Tidak akan bisa!!
“Oh maaf kalau begitu, tangan kiriku tadi... agak sedikit? Terpeleset...” Alex berbicara dengan tenang nyaris tanpa rasa bersalah. Yang ada justru ia sangat puas karena melihat wajah kesal Cassandra.
__ADS_1
“Maaf saja tidak cukup!!! Dasar gila!”
Alex mengernyit, sepertinya kewarasan otaknya di ragukan oleh Cassandra,”Anggap saja ini hukuman,” bisik Alex dengan suara lirih menyerupai geraman. Bahkan Cassandra bisa mendengar gemeletuk gigi Alex. Dengan cepat, Cassandra langsung berjingkrak menjauhi Alex. Reaksi Cassandra ini justru membuat Alex terkekeh geli.
“Kenapa kamu takut Cassie?” panggil Alex dengan suara berat dan intonasi perlahan.
“Jangan panggil aku Cassie!!” bentak Cassandra. Ia tak suka kalau orang yang tidak dekat dengannya, memanggilnya dengan sebutan itu.
“Tapi aku mau, bagaimana? Kamu tidak bisa melarangku....” jawab Alex dengan entengnya. Ia sepertinya mengabaikan raut wajah Cassandra yang sangat kesal karena panggilan sayang itu di ucapkan olehnya.
“Kamu sama sekali tidak punya hak apa apa, kamu bahkan bukan siapa siapa.” Tegas Cassandra yang semakin membangun benteng setinggi langit, ia tak bisa tenang begitu saja saat melihat Alex dengan tampilan! Wah!! Apa biasanya wanita yang sedang melihat Alex dengan liur menetes itu menyebutnya? Ehm... menggiurkan? Cassandra langsung menepuk kepalanya keras keras. Bisa bisanya ia memikirkan hal seperti itu! pada Alex pula!
“Kamu kenapa??” tanya Alex, tanpa bisa di pungkiri, ia khawatir saat melihat Cassandra menepuk kepalanya dengan sangat keras. Uluran tangan Alex di tepis Cassandra.
__ADS_1
“Jangan mendekat.” Tepis Cassandra lagi.