Sexy Partner

Sexy Partner
12. Another devil II.


__ADS_3

^^^


               Danil menghentikan mobilnya dan memarkirkannya di jajaran mobil mewah. Mobil para petinggi. Mungkin para petinggi petinggi itu sedang rapat dari setengah jam yang lalu. Dan dengan santainya, Danil menjadi orang yang yang “ Sengaja “ telat.


               “ Tunggu aku selesai meeting dan aku akan mengantarkanmu pulang. “ dan dengan kata kata perintah itu. Danil keluar dari mobil dan meninggalkan Cassandra sendirian. Laki laki itu masuk dengan cara yang santai seperti di rumah sendiri.


               “ Gosh! Kenapa kau berikan aku penolong yang sinting seperti itu Tuhan! Apa salahku di masa lalu. Apa aku dulu adalah penjahat. “ Cassandra mengacak acak kepalanya. Ingin cepat pulang, tapi tak tau bagaimana. Ia tak membawa uang dan ponsel. Mau menggunakan taksi, terlalu beresiko.


               “ Aku harus menunggu dia. “ tekad Cassandra dengan menggebu gebu.


^^^


               Di ruang meeting.


               Alex menatap kursi kosong itu dengan bersiap siap mengamuk si penunggunya kelak. Sudah hampir satu jam. Dan penunggu kursi itu belum muncul. Sudah di bayangan Alex, kalau orang itu akan muncul dengan sumringah dan tanpa dosa. Dan ternyata itu terwujud.


               Danil muncul dengan senyum selebar kepalan tangan. Ingin sekali kepalan tangan Alex merasakan, bagaimana sensainya menghantam senyum itu.


               “ Maaf semuanya, saya telat menghadiri rapat penting ini. “ Danil langsung duduk di kursi kosong itu dengan santai. Ah biarkan saja, itu pendapatnya saat di tatap sedingin es oleh saudaranya. Alex.


               “ Jadi, meetingnya sampai mana ? “ sekali lagi, rasa tidak tau diri Danil meletup. Sampai mana katamu? Alex ingin meledak. Danil tidak akan tau sampai mana.


               “ Eh, meetingnya sudah selesai. Meeting ini di percepat setengah jam dan anda telat setengah jam dari jadwal. “


               “ Oh ya sudah kalau begitu, aku telat satu jam. “ ucap Danil dengan bangga. Wah wah wah! Telat sejam dan aku takan bisa di pecat, frustasi sekali wajah wajah mereka ini.


               “ Meeting selesai, silahkan kalian bisa kembali bekerja seperti semula. “


               Alex memerintahkan orang orang itu untuk pergi dan bekerja lagi. Sedangkan Alexa yang memang pekerjaanya untuk membuntuti Alex, sedang menunggu scene paling epik pagi ini. Hiya! Perdebatan Alex dengan Danil ronde ke seratus ribu selama dua puluh tujuh tahun.

__ADS_1


               “ Kecuali, kau Danil! “


               Ucapan Alex itu menghentikan Danil yang sudah dengan riangnya berdiri hendak meinggalkan Alex dan Alexa.


               “ Aku ? “ tanya Danil dengan pura pura heran. Alex menghembuskan nafas berat karena frustasi.


 


               “ Danil! Kamu kemana saja, dasar pembangkang. “


               Alex menggeram menahan amarah, tapi amarahnya sia sia. Dia memang selalu bersiteru dengan Alex dan itu sudah menjadi hal yang biasa. Jadi kenapa harus di tanggapi dengan seriu?


               “ Macet Alex, kemacetan akhir akhir ini juga di kabarkan menambah tingkat stress masyarakat. Aku kira, aku mulai stress … “ ucap Danil dengan nada yang di lebih lebihkan. Alex tak percaya. Dan Danil tau, alasannya gagal di percaya ole Alex.


               “ Jangan mengada ngada Danil. “ tegur Alex dengan bersungut sungut.


               Tiba tiba ponsel Alex bergetar, ada pesan masuk dan sepertinya itu penting. Karena Alex langsung membukanya dan mebacanya dengan sangat detail. Dan telinga Alex memerah. Wah wah wah, ini kesempatan untuk Danil kabur.


               Danil pergi membawa kemenangan, karena Alex tak menghadangnya sama sekali. Alexa yang sedari tadi diam, menatap kaka nomor dua-nya itu dengan pandangan wah sekaligus nah. Dia berani menentang Alex, tapi Alexa juga tau kalau alasan Danil menentang Alex bukan karena hal yang sederhana.


 


^^^


 


               Cassandra menunggu Danil dengan tak sabaran. Ingin sekali ia cepat pulang, tapi keluar dari mobil Danil-pun takut takut.  Tapi laki laki tegap dengan perawakan tinggi itu muncul dengan sekali lagi, santainya seperti rumah sendiri.


               “ Bukannya itu kantormu ? Kenapa kamu main keluar masuk seenak sendiri … ? “ tanya Cassandra dengan bingung.

__ADS_1


               “ Kamu mulai penasaran denganku Alana, sayang sekali …. “


               Mendengar itu Cassandra mendecak sebal dan juga menyesal. Susah berbicara dengan Danil rupanya.


               “ Sudahlah, lupakan. “


               “ Itu kantorku dan Bosku, galaknya bukan main. Tadi aku hampir di pecat karena telat meeting sampai meeting itu selesai. “ Danil bercerita dengan santainya tanpa perlu di lebih lebihkan.


               “ Jadi, tadi kamu hampir di pecat … ? “ tanya Cassandra dengan sedikit perasaan bersalah.


               “ Jadi bagaimana kamu hendak membayarku Nona Alana … ? “


               Cassandra terdiam membatu, ia belum tau akan bagaimana. Melihat reaksi Cassandra yang langsung terdiam itu, Danil malah tertawa terbahak bahak.


               “ Lucu! Wajahmu seperti Pipiot ! “ Danil tertawa. Mendengar ejekan itu, Cassandra tak lagi mau merasa bersalah. Ia malah ingin menendang kepala Danil itu. Tapi Danil malah mendekatkan diri ke arah Cassandra membuat gadis itu merunduk ke belakang.


               “ Pertama tama dengarkan, pertama. Aku takan bisa di pecat. “ Danil semakin mendekatkan diri pada Cassandra dengan menodong lurus ke arah gadis itu.


               “ Ke dua. Aku tak masalah kalau di pecat, aku punya banyak uang. “ kembali, sekarang Danil mengulurkan tanganya lekat lekat.


               “ Karena, aku anak pemilik perusahaan. “ ucap Danil dengan menyombong. Mendengar tiap penjelasan Danil. Cassandra hanya bisa terdiam. Dan klak. Bunyi sabuk pengaman yang sedang di pasangkan Danil pada Cassandra.


               “ Kenapa menahan nafas? Gugup. “ ujar Danil menanggapi pertanyaanya sendiri.


               “ Terserah apa maumu, “ celetuk Cassandra setelah tak lagi menahan nafas. Ia pikir, Danil akan melecehkannya barusan. Ternyata tidak.


               Cassandra mendengarkan apa yang di katakan Danil barusan. Ia melongok untuk melihat bagaimana rupa perusahaan itu yang memang cukup besar kalau di lihat dari lobi saja. Dan Cassandra belum melihat keseluruhan bangunan itu. Ia yakin, ini bukan perusahaan biasa.


               Kekagetan Cassandra bertambah saat ia melihat siapa yang keluar dari lobi itu. Laki laki psikopat yang ia temui di ruang makan tadi pagi. Sedang berjalan keluar dengan di buntuti teman baiknya. Alexa.

__ADS_1


               “ Gosh! Bagaimana mungkin, mereka bisa ada di sini !! “ jerit Cassandra sambil membalikan wajahnya agar tak terlihat oleh Alex dan Alexa saat mereka tiba tiba menatap ke jendela mobil Danil.


__ADS_2