Sexy Partner

Sexy Partner
48.Yup! I'm yours


__ADS_3

               Hubungan Cassandra dan Alex kian membaik. Tapi sebaik baiknya hubungan, pasti akan mendapatkan kerikil. Sekarang Cassandra melakukan hobi yang paling ia cintai. Berfoya foya. Menghabiskan uang dengan berbelanja barang barang mahal. Ini bahkan sudah sering Cassandra lakukan sebelum ia bertemu Alex. Tapi laki laki itu berbeda. Dari pada Allen, yang sekarang sudah tenang di alam sana. Allen akan membiarkan Cassandra berbelanja apapun yang ia mau. Tapi Alex berbeda seratus delapan puluh derajat.


               “Jangan beli pakaian kurang bahan itu lagi Cassie....!!” suara Alex dari telephone Cassandra memekakan telinga. Alex marah karena Cassandra berbelanja lagi, dan kali ini dengan Alexa. Mereka adalah duo maut dalam hal berbelanja. Alex paham itu.


               Wajah Cassandra sudah tak tahan lagi.


               “Alex, aku bisa bilang aku mencintaimu. Aku yakinkan itu. tapi sahabat terbaik wanita adalah make up, pakaian bagus, dan juga perhiasan. Jadi aku lebih mencintai sahabarku sendiri. Bye!!!”


               Cassandra menutup telephone dengan sangat keras karena menahan amarah. Sebal sekali saat Alex protes akan pakaiannya yang selalu di komentari Alex dengan sangat pedas. Menatap meja dengan sangat berang sekarang ini.


               Alexa di depan Cassandra hanya bisa tertawa terkikik bukan main. Sangat lucu melihat pertengakaran keduanya. Tak di ragukan lagi. Hobi Alex adalah marah marah, dan hobi Cassandra adalah memarahi orang orang. Mereka benar benar bejodoh.


               “Kenapa tertawa! Tidak ada yang lucu Alexa!!”


               Alexa masih saja tertawa, menahan agar perutnya tak membludak karena menertawakan pasangan bodoh di depannya. Tiba tiba Cassandra mendengus dengan sangat frustasi.


               “Sebenarnya kenapa Alex itu jadi sangat menyebalkan sih Alexa....” Cassandra menurunkan kepalanya, bersandar di meja dan menatap ponselnya. Ada foto Alex di sana. Dengan pakaian yang bisa di katakan biasa biasa saja tapi terlihat sangat tampan. Dan Cassandra lemah pada orang tampan.


               Menatap Alexa untuk menanti jawaban. Nyatanya, Alexa masih terdiam. Masih memikirkan banyak hal mungkin. Alexa menatap Cassandra seperti sedang memikirkan sesuatu.


               “Mungkin karena kamu adalah kekasih pertama kakaku, jadi Alex tak tau harus seperti apa dalam menjalin hubungan.”


               Cassandra kaget bukan main. Meragukan statement Alexa yang seperti bualan konyol, kalau di bulan tumbuh pohon semangka. Sekarang bergantian Cassandra yang tertawa terbahak bahak. Ini sangat lucu!!!


               “Kenapa kamu tertawa!! Aku sungguh sungguh Cassie...!!” Alexa hendak berdiri untuk memukul Cassandra yang sudah tertunduk menahan tawa yang menggelegar.


               “Kamu .... tadi. Hahahahah!!!” Cassandra tertawa lepas sebelum akhirnya menyelesaikan kalimatnya.


               “Kamu bilang kalau Alex tak pernah berpacaran. Bullshit...!!” kekehan Cassandra benar benar membuat Alexa sebal karena informasi yang sangat berharga ini hanya di anggap sebagai lelucon.


               “Aku bahkan berani bertaruh kalau Kakaku ini masih perjaka.” Cetus Alexa dan itu makin membuat Cassandra tertawa lepas.


               “HAHhaha.... !!!” tawa Cassandra makin menjadi. Sejauh yang ia tau, laki laki sempurna dengan jam terbang tinggi seperti Alex, pasti takan kekurangan satu wanitapun yang merangkak ke ranjangnya. Tapi fakta ini juga sedikit mencubit hati Cassandra. Berarti, Alex sudah pernah dengan banyak wanita sebelumnya.


               Cassandra, merakasan... api cemburu.


               Tapi perempuan tidak peka, yang menjadi adik kekasihnya juga menjadi sahabat Cassandra itu selalu mencerocoskan isi pikirannya tanpa harus di saring. Alexa terus berbicara dengan tak ingat waktu.


               “Bayangkan Cassie, kakaku sibuk saat di mexico. Mana mungkin dia punya waktu untuk mengencani, apalagi meniduri wanita wanita di sana. Lagi pula, kalaupun Ayahku itu memang punya budaya yang tak di sukai Alex, itu bukan berarti Alex tak di didik Ibuku dengan benar. Alex benar benar menghargai wanita. Ia bahkan tak pernah membangkan pada Ibuku.”

__ADS_1


               “Iya, Alex hanya menjadi musih Ayahmu. Bukan Ibumu.” Komentar Cassandra. Dan di jawab dengan anggukan setuju oleh Alexa. Anak dan Ayah itu memang tak punya jam akur. Hanya jam bertarung saja yang ada.


               “Tapi cara Alex yang posesif padamu. Bukannya itu romantis?” selidik Alexa dengan alis mata yang di naik turunkan. Cassandra harus menahan agar tangannya tak menjitak Alexa di depannya ini.


               “Aku harus berdandan seperti biarawati maksudmu? Maaf kalau begitu. Aku lebih memilih Alex sebagai badboy.”


               Alexa mengangkat bahunya dengan sangat enteng. Tapi satu pertanyaan membuat Cassandra penasaran. Pertanyaan yang tak pernah ia berani tanyakan pada Alex secara langsung.


               “Ehm... Alexa, apa kamu tidak tau. Kalau Alex punya hubungan dengan wanita, di masa lalunya mungkin....?” tanya Cassandra dengan hati hati. Ia ingin tau dengan sangat, siapa wanita yang pernah dekat dengan Alex sebelum sebelumnya.     


               Alexa nampak berpikir. Justru ekspresi berpikir Alexa membuat Cassandra menengguk ludahnya dengan gugup. Alexa berpikir, berarti setidaknya ada satu atau beberapa perempuan yang mereka kenal.


               “Pernah, ada satu perempuan. Tapi itu dulu, bahkan mungkin sebelum Alex , aku atau Danil dewasa. Itu teman perempuan masa kecil kamu. Dia seumuran dengan Danil.”


               Cassandra masih ingin menanyakan tentang siapa perempuan itu. bisa saja itu cinta pertama Alex. Dan Cassandra paling tak suka cerita cinta pertama. Menyebalkan untuknya. Tapi gerakan Cassandra tertahan saat Alex menghampirinya. Dalam batinnya, Cassandra bertanya.


               Dari mana laki laki itu datangnya....?


               Alex berhenti di hadapan Cassandra. Nafasnya terdengar tak teratur. Lirikan mata tajam pada Alexa membuat nyali adiknya itu mencirut. Tapi pandangan tajam terang terangan di tunjukan pada Cassandra.


               “Ayo ikut aku.” Perintah Alex, seperti tak bisa di bantah. Cassandra tak tau kenapa Alex tiba tiba menghampirinya.


               Alex menunjuk Alexa dengan sebal.


               “Aku sudah bilang padamu, hentikan Cassandra kalau dia sedang kalap belanja.”


               Alexa hanya mengernyitkan dahinya dan menarik bibirnya,”Cassandra yang memilih pakaiannya sendiri, dan aku yang di salahkan...? Hebat....” seruan kesal Alexa kian membuat Alex pusing. Wanita memang pandai bersilat lidah.


               “Sudahlah. Sana belanja, dan jangan ganggu aku.”


               Alex meninggalkan Alexa sendirian. Nampak adiknya itu tak terima kalau teman belanjanya di sabotase begitu saja. Tapi Cassandra sudah di rengkuhan Alex. Mau bagaimana lagi..???


               “Jangan berjalan terlalu cepat.” Pinta Cassandra yang mulai kelelahan karena mengibangi kecepatan jalan Alex yang sudah sama seperti berlai.


               “Lalu aku harus apa? Membiarkan orang orang melihat tubuhmu yang di pertontonkan...?” hentak Alex dengan nada sebal. Cassandra hanya memutar bola matanya.


               “Aku hanya menggunakan dress Alex.”


               “Dress yang ketat Cassandra.” Hardik Alex tak terima kalau Cassandra menganggap pakaian yang biasa biasa saja ini adalah dress. Bagi Alex, ini adalah tontonan bagus untuk laki laki hidung belang.

__ADS_1


               Tanpa bisa Cassandra hentikan, Alex sudah melepaskan jasnya dan memakaikan jas itu ke Cassandra. Penolakan pasti terjadi, tapi Alex lebih pandai dalam hal memaksa seseorang.  Akhirnya tubuh langsing Cassandra bisa di tutupi dengan jas Alex. Cassandra menatap ekspresi Alex dengan sebal.


               Tapi Alex malah menatap Cassandra dengan sangat puas.


               “Kamu memang bertingkah seperti perjaka.” Ketus Cassandra. Tingkah Alex yang tak ingin ia di pandangi orang orang memang seperti perjaka yang baru mengenal perempuan.


               Alex nampak tak terima, kalau ia... memang masih perjaka.


               “Memangnya kenapa? Aku tidak sembarangan kalau ingin meniduri wanita.” Sela Alex dengan sebal. Cassandra malah tak kalah hebat dalam berdebat.


               “Kamu juga seperti orang yang tidak pernah berkencan.”


               Ucapan kalimat kedua Cassandra tak bisa di bantah oleh Alex, ia diam saja tak tau harus membantah apa. Kediaman Alex ini membuat Cassandra sadar akan sesuatu.


               Kalau omongan Alexa ada benarnya. Ini adalah kali pertama bagi Alex... berpacaran?! Berkencan!!


               “Lalu apa masalahnya! Aku tidak sembarangan menjalin hubungan dengan wanita wanita. Aku bukannya kekurangan wanita.”


               Elakan Alex justru di tiru Cassandra dengan menggerakan bibirnya. Alex sebal tapi gemas di saat yang bersamaan. Ingin mengecup bibir Cassandra untuk menghentikan gadis itu, tapi ini ada di ruang umum.


               “Sudahlah.” Ucap Alex mengakhiri perdebatan dengan Cassandra.


               “Dasar perjaka.” Ejek Cassandra dengan nada yang amat sangat... mencibir kalau tujuannya untuk meningkatkan emosi Alex. Cassandra berhasil. Alex jadi sebal.


               “Dasar perawan!!” sela Alex. Dan Alex menghadapi satu kenyataan. Kalau ekspresi biasa biasa saja yang Cassandra tunjukan padanya. Mencubit hati Alex. Pasti, Cassandra pernah melakukan itu dengan kekaih terdahulunya. Mengingat betapa Cassandra mencintai Allen. Membuat Alex cemburu pada laki laki yang bahkan tak bisa ia pukul.


               “Memangnya kenapa?”tanya Cassandra, membuat lamunan Alex terhenti.


               “Apaanya?” tanya Alex kebingungan.


               “Kalu aku sudah tidak.” Tantang Cassandra. Alex sebal, tapi ini juga pertanyaan serius. Apapun Cassandra saat ini, Alex menerima wanita itu dengan sepenuh hatinya.


               “Itu hakmu, untuk melakukanya dengan siapapun.” Jawab Alex dengan sangat bijak.


               “Dan ini juga hakku, untuk mencintaimu sampai kapanpun.” Lanjut Alex.


               Dan baru kali ini, Cassandra merasakan ketulusan Alex berkali kali lipat. Yang maknanya, laki laki itu menerima segala kondisinya. Dalam segala hal.  Tanpa sadar, Cassandra tersenyum tipis.


               “Bodoh.” Umpat Cassandra sambil memukul Alex dengan sangat kencang, tapi kemudian Cassandra meraih lengan kekar itu dan melingkarkan tangannya pada lengan Alex. Kelakuan Cassandra membuat Alex mengernyit kebingungan.

__ADS_1


               “Aku tidak melakukan apapun, dengan laki laki manapun.” Jelas Cassandra. Dan sepertinya, ada senyum kemenangan serta kebanggaan pada wajah Alex.


__ADS_2