
"Kalau begitu, kita jadi sepasang kekasih saja. Jadi teman seranjang, itu lebih mengasyikan bukan .. “ goda Alex dengan suara lirih mendayu tepat di telinga Casandra.
Casandra berbalik dan tak sengaja melihat wajah Alex di depannya. Mata hijau dan senyuman sensual itu menggelitik pertahanan Casandra. Dia lebih tampan dari Allen. Sisi Casandra yang tergoda dengan ketampanan Alex mencuat.
Aku sudah gila! Hardik Casandra cepat cepat di dalam hati.
“ Jadi kekasihmu ... ? “ ucap Casandra mengulangi kalimat Alex.
“ Aku tidak miskin cinta, aku sudah punya kekasih .. “ Casandra memalingkan wajahnya kembali. “ Dan aku tidak tertarik dengan laki laki sepertimu ... “
^^^
“ Pasti dia di bantu kekasihnya, “ desis Alex tangannya tanpa di sadari sudah meremas kontrak terakhir di map yang sedang di tandatanganinya.
“ Aish. Sialan, gara gara memikirkan wanita itu aku jadi kebablasan. Alexa ….!!! “
Teriakan Alex itu sudah menggema di interkom ruangan Alexa. Baru beberapa menit, pantatnya bahkan belum menempel sempurna di kursi kebanggaanya. Alexa sudah di panggil oleh kakanya yang mulia.
“ Sabar Alexa, dia kakamu. Tidak pantas kamu menumbalkannya. “ Alexa menarik nafas panjang sembari mencoba membuka pintu. Ia sudah berpikiran untuk menumbalkan Alex, jadi sajen mungkin?
“ Ada apa …? “ tanya Alexa menahan amarah.
“ Buatkan aku kontrak baru, yang ini robek … “ Alex menunjukan robekan kertas itu pada Alexa. Alexa hanya menggeleng geleng.
“ Kamu Chipmunk? Menggerogoti kertas sampai begini …? “ Alexa meraih kertas yang harus ia ketik ulang itu. Kucel, kotor.
“ Apa kamu tidak bisa melihat kalau itu bekas di remas ? “ Alex menatap Alexa dengan sini. Semua gara gara Cassandra. Wanita itu. Mengganggu.
__ADS_1
“ Cepat laksanakan. “ ketus Alex dengan sinis.
“ Terima kasih, itu yang manusia di bumi ucapkan saat mereka meminta bantuan. “ Alexa mulai marah, ia pikir Alex dari pusaran dunia lain. Sampai tidak tau kata terima kasih.
“ Ya ya, jangan repot repot berterimakasih. Your welcome. “ Alex malah menangkis kata kata Alexa. Sekarang mereka bertukar posisi, jadi Alexa yang berterimakasih pada Alex.
“ Aish! “ gerutu Alexa sembari meninggalkan ruangan Alex. Untuk masalah menyebalkan, Alexa setuju. Kalau Danil dan Alex tidak ada bedanya.
^^^
Cassandra menghubugni nomor Allem secepatnya. Ayahnya tak bisa di hubungi, nomor kantornya jgua seperti itu. Penjaga gerbangnya bilang, kalau ayahnya berangkat pagi sekali hari ini. Pasti kondisi perusahaan memang sedang ada di ujung tanduk makanya dia bekerja sangat keras.
“ Allen …. “ sapa Cassandra saat panggilan itu terhubung.
“ Iya, aku tau. Tapi aku baik baik saja, jangan khawatir. “ Cassandra memotong perkataan Allen.
“ Jangan khawatirkan aku, aku baik baik saja. “ desahan khawatir itu menghilang. Allen bisa tenang karena Cassandra baik baik saja. Sampai kemarin malam, Allen masih mencari Cassandra sampai ke tempat tempat yang sudah ia datangi. Siapa tau ia berselisih jalan dengan Cassandra sampai tidak bertemu dengan perempuan itu.
“ Jangan main pergi seperti kemarin, aku sangat takut kamu kabur karena bersiteru dengan ayahmu. Dia bilang kamu pergi tapi tidak mengatakan kemana. Aku pikir, kamu malah pergi menyusul ibumu … “ Allen mulai berbicara dengan nada yang tenang.
Cassandra malah terkejut dengan pemikiran Allen. Ia bahkan tak berpikir untuk menemui ibunya. Yang amat sangat jauh di sana. Potongan foto di rumahnya hanya menunjukan fotonya dengan ayahnya. Ya, keluarga Cassandra tak lengkap. Mereka berdua bercerai saat Cassandra berumur tujuh tahun dan tak pernah kembali lagi bertemu dengan wanita itu.
“ Jangan ngawur Allen, aku bahkan sudah lupa rupa ibuku. “ Cassandra sedikit menahan perih di sana. Ia sangat rindu wanita itu. Tapi wujudnya saja sudah lupa. Jadi sosok seperti apa yang di rindukannya sekarang. Apa rambutnya panjang, bergelombang, atau lurus ikal. Atau malah seperti rambutnya. Bronze dan bermata cokelat.
“ Aku hanya mengira ngira, jadi ingat Cassie! Jangan main main untuk kabur saat kamu ada banyak masalah. “
__ADS_1
Peringatan Allen itu membuat Cassandra menyeringai di sana, aku tidak kabur. Di culik Allen. Di culik.
“ Allen, apa kamu pernah mendengar nama Alex Dirgantara …? “ Cassandra ingin bertanya tentang itu. Ia benar benar tak tau siapa laki laki bre*ngsek itu.
centil.
“ Cassie, jangan berpikiran buruk. Karena aku tidak akan berselingkuh, “ ujar Allen menangkan.
“ Baiklah, “ Cassandra mengalah. Bertahun tahun-pun Allen tidak pernah melirik wanita lain.
“ Aku mau bekerja lagi, nanti kabari aku kalau kamu ingin ngobrol. “
“ Iya, aku akan menelfonmu sesering mungkin. Kalau bisa … “
“ Bye Cassie …”
“ Bye Allen …”
Panggilan itu di tutup oleh Cassandra. Sekarang dia banyak tau sedikit informasi menganai Alex. Tanpa harus di bandingkanpun. Cassandra tau, Allen tak ada bandingannya dengan Alex. Pantas saja, Alex bilang orang orang akan ketakutan kalau mengetahui namanya.
“ Tetap saja, ada orang yang tidak takut menghadapi laki laki itu. Yaitu aku! “
Cassandra segera bangkit dari ranjangnya. Ia akan berganti pakaian dan menggunakan pakaiannya sendiri. Tak suka kalau ia mengingat, Alex yang menggantikan bajunya, juga baju yang di kenakannya sekarang adalah baju dari Alex.
“ Laki laki gila. “ umpat Cassandra di saat wajahnya terkena air shower.
__ADS_1