Sexy Partner

Sexy Partner
17. Tragic?


__ADS_3

 


               Cassandra menggigit bibir di sebrang sana. Laki laki yang membuatnya nyaman karena tak pernah meminta lebih, memperlakukannya dengan sangat lembut dan selalu mendukungnya. Terlebih kalau masalah kalap belanja. Allen akan memaklumi kelakuan gila belanjanya.


               Allen hanya akan menarik nafas panjang saat Cassandra belanja banyak. Dia kelilipan anting, dia kelilipan dress, dia juga kelilipan fondation. Itu jawaban Allen saat Cassandra mengajaknya berganti tempat belanja.


               “ Jadi selagi aku menghilang, Allen berselingkuh? Dengan wanita lain? Siapa? “ Cassandra menelan ludahnya. Tak ingin tau siapa perempuan itu, tapi ia juga penasaran. Siapa yang sudah merebut Allen darinya. Siapa perempuan itu?


               “ Iya, dia berselingkuh. Aku melihatnya dengan wanita. Semobil dan berkeliling kota hari itu sampai malam. “ Alexa lagi lagi menjawab pertanyaan Cassandra dengan tenangnya. Sedangkan pendengar di luar sana ketar ketir.


               Itu kebiasaanku dengan Allen, berjalan jalan menyusuri jalanan kota sampai malam. Kenapa bisa ia mengajak selingkuhannya itu berjalan jalan seperti itu. Seperti, saat mengajakku. Cassandra menahan tangisan. Menelan ludahnya semoga menghilangkan rasa mengganjal di kerongkongannya.


               “ Iya, dan selingkuhan Allen. Aku mengenalnya dengan baik. “ Alexa menatap ke sembarang arah. Tak lama ia melihat mata kakanya yang sedang menatapnya dengan tatapan terganggu.

__ADS_1


               *** Jangan berbicara di ruanganku, di tempat lain sana. *** itu arti tatapan Alex dalam artian sederhana. Pergi kau dari sini. Itu singkatnya. Tapi Alexa mengabaikan pandangan Alex.


               “ Siapa perempuan itu Alexa? Siapa, aku ingin tau. Cepat katakan padaku, siapa nama perempuan itu. “ Cassandra memborong pertanyaan tanpa memberikan jeda agar Alexa bisa menjawabnya satu persatu.


               “ Perempuan itu adalah aku Cassie!! “ Alexa tak tahan untuk menahan tawa. Ia terkekh geli saat mendengar nada sedih dan juga merana Cassandra. Di luar sana, Cassandra sudah mengumpat. Memberikan julukan Alexa dengan perpaduan nama binatang.


               “ Kami mencarimu sampai tengah malam hari itu, mencarimu ke tempat yang sering kamu kunjungi. Allen bahkan sampai berniat memanggil polisi, lalu ayahmu bilang. Cassie sedang pergi, hanya itu. Dan tanpa keterangan apapun. “


               “ Maaf sudah merepotkan kalian, “ ucap Cassandra dengan penuh sesal.


               “ Kemarin juga Allen masih mencarimu, apa kamu sudah menghubungi Allen …? “ Alexa terus berbicara. Allen mungkin tidak bisa beristirahat saat mencari Cassandra.


               “ Ah! Aku belum menghubunginya lagi. Aku potong dulu telfonnya. Sampai nanti Alexa … “ Cassandra menutup panggilan itu dan Alexa hanya bisa berdecak marah. Kejombloannya meronta ronta.

__ADS_1


               “ Siapa ? “ tanya Alex dengan penasaran. Sejak tadi Alexa mengobrol dengan serius tapi tiba tiba tertawa dengan aura sihir.           


               “ Apa ? “ tanya Alexa heran, ia tak mendengar pertanyaan Alex barusan.


               “ Siapa yang bertelfonan dengan kamu Alexa. “ tanya Alex dengan pura pura tidak peduli. Padahal ia penasaran.


               “ Temanku, “ jawab Alexa dengan singkat dan hendak pergi ke ruangannya. Alex sedang tidak membutuhka bantuan sekretaris. Ia nyaris di abaikan karena Alex terus menandatangani surat surat itu.


               “ Ya sudah, aku pergi dulu. Boss, kaka, abang. Tukang marah marah … “ Alexa langsung menutup pintu ruangan Alex saat ia selesai mengatakan kalimat terakhir.


               “ Aish! Gadis itu juga butuh pelajaran. “ desis Alex dengan sangat kesal. Hanya Alexa yang membangkang. Danil bukan lagi membangkang. Dia sudah menjadi pemberontak. Tiba tiba pikiran Alex melayang.


               Tiba tiba percakapannya dengan Cassandra teringat jelas.

__ADS_1


__ADS_2