
Pagi itu Cassandra melihat seperti matahari terbit dari utara tanpa basa basi. Dan ia sangat terkejut lagi, setelah melihat pria yang berdiri di depan kamarnya, dengan setelan jas yang sangat rapi, sedang menatapnya lurus lurus.
“Kenapa kamu ada di sini!” teriak Cassandra dengan sangat histeris, ia sudah menutup pintu dengan cepat sebelum tangan Alex menghalanginya dan membuat usahanya itu sia sia.
“Mengantarmu berangkat ke kantor, apa lagi?” jawab Alex dengan suara dingin tapi itu justru bukan poinnya. Yang membuat Alexa ngeri adalah, KENAPA ALEX HARUS REPOT REPOT MENGANTARKANNYA KE KANTOR!! KENAPA!!
“Tidak perlu, aku bisa sendiri.”
“Tapi aku memaksa.”
“Dan kenapa kamu selalu memaksa!!?” teriak Cassandra dengan sangat frustasi, gerakan tangan Alex tak ia pedulika, laki laki itu justru ikut masuk ke kamarnya dan menutup pintu dari dalam.
“Karena memaksa itu sangat menyenangkan Cassandra, cobalah berkali kali dan kamu akan menikmatinya...”
Cassandra memutar bola matanya dan menatap Alex tajam dan lurus, berharap Alex sadar, kalau Cassandra lebih memilih merangkak dari pada di antarkan oleh laki laki itu.
“Bisa menyingkir tidak?” tanya Cassandra dengan tajam. Alex malah tersenyum dengan mengangkat satu alisnya.
“Tentu, aku harus menyingkir, kalau tidak, lewat mana kita berangkat ke kantor.” Jawab Alex dengan sangat singkat dan membuat Cassandra makin ingin menelan laki laki itu bulat bulat ke dalam perutnya untuk sarapan hari ini.
Dengan tak tau malu, Alex menarik tubuh Cassandra dan membuka pintu dengan satu tanganya. Cassandra bahkan belum menutup mulutnya, saat Alex sudah menariknya untuk menuruni tangga.
Samar samar, bersamaan dengan suara genderang langkah mereka. Cassandra mendengar suara Alex sedang berbicara.
“Kamu tau Cassandra? Sepertinya aku mulai menyukaimu....” ucap Alex dengan sangat tenang saat mereka tinggal menuruni beberapa anak tangga lagi.
“Sayangnya aku tidak menyukaimu, jadi bagaimana aku akan mencintaimu.” Jawab Cassandra dengan sangat ketus. Dan ia tak menganggap omongan Alex barusan sebagai keseriusan. Dan Alex merasa tertantang saat Cassandra meremehkannya.
“Baiklah, aku akan membuatmu langsung mencintaiku tanpa repot repot harus menyukaiku terlebih dahulu.”
Dan sengatan listrik di ulu hati Cassandra itu membuat perempuan itu tersadar, kalau Alex sedang tidak bercanda dengan ucapannya barusan. Jadi? Dia baru saja membuat laki laki yang ia umpati dengan kata kata impoten itu menyukainya? Hell no!! Big no!!
^^^
Sampai di kantor, Cassandra masih terbengong bengong dengan pernyataan cinta yang tak biasa oleh Alex tadi pagi. bahkan sekarang, ia masih mencoba mengingat ingat, apakah sebenarnya dia sedang mabuk atau tidak. Kalau jawabannya ia. Pantas saja, ia mengigau terlalu ngelantur sampai harus memasukan Alex ke dalam tokoh kehaluannya.
Sedangkan di sisi lain, Alexa sedang di pusingkan dengan banyak pertanyaan tidak penting dari Alex yang sejak tadi membuat kupingnya sangat panas.
“Jadi, apa yang paling di sukai perempuan? Bunga atau cokelat Alexa???” tanya Alex dengan sangat tidak sabaran. Alexa menggebrakan tangannya ke meja.
“Berikan saja keduanya Alex! Kenapa harus berisik seperti ini, kalau dia tidak suka bunga ataupun cokelat, tanya saja pada orangnya langsung apa yang dia suka!!”
Alexa memijit mijit keningnya, rasanya ini lebih memusingkan dari pada jatuh pingsan saat ia terkena tipes. Dan ini lebih menyiksa dari sakit gigi.
Alex layaknya orang bodoh. Dia hanya mengangguk angguk dan meraih ponselnya dengan cepat. Mengetikan nama landak betina yang menunjukan siapa pemilik nomor itu. sudah jelas Cassandra lah pemilik nomornya.
“Hallo Cassandra ....?” suara desahan frutasi dari si penerima telfon itu tak membuat kening Alex berkerut untuk menanyakan alasan apa sampai Cassandra sangat frustasi seperti itu.
“Kamu lebih suka cokelat atau bunga? Katakan....?”
Alex bertanya dengan sangat bersungguh sungguh. Dan jawaban Cassandra di luar dugaan.
“Jangan ganggu aku Alex! Aku sedang sibuk!!”
“Ayolah! Apa susahnya menjawab, bunga atau cokelat...?”
“Cokelat bentuk bunga!!! Puas!!” dan Cassandra langsung menutup panggilan dengan sepihak. Dan Alex di kursinya malah melamun dengan takjub.
“Kenapa tidak terpikirkan sebelumnya...? Ah... cokelat bentuk bunga, di mana aku menemukannya....?”
^^^
Dengan umpatan yang di keluarkan dari hati yang paling dalam, Alexa memaki Alex yang sudah kehilangan kewarasannya. Ia sudah berpanas panasan mencari outlet cokelat untuk mencari cokelat berbentuk bunga yang Alex inginkan.
__ADS_1
“Kenapa aku tidak mengatakan saja, kalau perempuan suka uang! Kalau begini Alex hanya akan mengeluarkan kartu kredit di dompetnya, tanpa harus melibatkan aku!!!”
Dengan kepalan tangan yang ingin sekali ia tinjukan pada Alex nantinya. Sangat ingin meninju Alex, sangat....
“Hah! Setelah mendapatkan cokelat bentuk bunga seperti ini, aku ingin sekali memakannya di depan Alex sampai habis, agar dia bisa merasakan, bagaimana rasanya kesal dan jengkel pada seseorang!!”
Saat Alexa membuka pintu kantor Kakaknya itu. Alexa langsung ingin menarik kata katanya barusan. Ia melihat Alex dengan wajah sendu seperti baru saja di putuskan oleh seorang kekasih.
“Alex? Kamu kenapa ...?” tanya Alexa dengan suara yang rendah sambil meletakan cokelat yang baru saja ia beli. Ia duduk di depan Alex, memperhatikan wajah Kakak sulungnya itu dengan seksama. Tangan Alex memegangi ponselnya sejak tadi dengan pandangan yang rumit di jelaskan.
“Kenapa aku tidak bisa menghubungi nomor Cassandra? Padahal sebelumnya aku bisa menghubunginya, kenapa Alexa? Kamu tau alasannya ....?” tanya Alex dan ia melemparkan pandangan pada Alexa yang terlihat sangat marah dengan wajah yang memerah semerah tomat.
“Jadi, kamu sebenarnya jatuh cinta pada Cassandra?” tanya Alexa dengan suara serak karena menahan amarah. Kalau tau gadis yang membuat kakanya seperti gila itu adalah Cassandra. Alexa bisa saja tertawa sejak tadi.
“Hahahahhaha!!!” Alexa tertawa sangat keras dengan terbahak bahak sampai dadanya sakit. Cassandra baru saja bilang, di pesan singkatnya agar ia bisa menjaga Alex agar tak mengganggunya. Itu berarti kakanya baru saja di tolak oleh Cassandra. Dan ini sangat lucu di mata Alexa.
“Kenapa kamu tertawa....?” tanya Alex dengan mengernyitkan dahi karena kebingungan.
“Karena, alasan kamu tidak bisa menghubungi Cassandraa. Karena nomormu di blokir olehnya...” Dan Alexa kembali tertawa terbahak bahak. Butuh waktu lumayan lama untuk Alex paham maksud dari kata kata Alexa barusan. Dan setelah menyadari artinya, Alex langsung bangkit dan meraih kotak cokelat yang sudah di beli Alexa itu.
Dengan terburu buru, Alex pergi meninggalkan ruanganya yang sebelumnya, tak pernah ia hindari sebelumnya untuk di tinggalkan.
^^^
Dengan nafas memburu, Alex sampai di lantai ruangan Cassandra. Ia sudah tak tau, kenapa ia bisa menjadi sangat gila seperti ini. Kenapa memangnya? Apa yang menarik dari gadis itu memangnya. Kenapa dia jadi seperti ini.
Saat Alex hendak membuka pintu kantor Cassandra dengan paksa. Mata tajam Alex melihat bayangan Cassandra yang melewati lorong dan hendak pergi entah kemana. Dengan gerakan cepat, Alex langsung berlari ke arah yang ia yakini benar, itu adalah Cassandra.
“Cassandra!” panggil Alex dengan nafas yang memburu karena harus berlari dua kali dalam sehari.
Melihat bayangan Alex yang mendekatinya, Cassandra langsung buru buru kabur dengan berjalan sangat cepat.. ia sangat ngeri membayangkan kalau yang di bawa Alex di tangannya itu adalah cokelat. Tidak mungkin!!!
“Cokelat, ah satu lagi. Cokelat bentuk bunga.” Ucap Alex dengan polosnya. Bahkan Cassandra sampai tak bisa percaya kalau Alex bisa terlihat sangat bodoh seperti sekarang ini. Cassandra memutar tubuhnya dan langsung di hentikan Alex dengan memperangkap tubuh Cassandra dengan kedua tangannya yang kekar. Dan saat ini juga, Cassandra bersumpah kalau jantungnya berdebar untuk alasan yang sangat sialan, karena menatap mata zamrud Alex yang sangat dalam itu. kegugupan mengalir ke sekujur tubuh Cassandra saat Alex mendekatkan bibirnya, tapi bukan bibir tujuan Alex, melainkan daun telinga Cassandra. Dan Cassandra terperanjat dengan apa yang di katakan Alex di telinganya.
“Jangan berani beraninya memblokir nomorku lagi. Dengar aku Cassie??”
Suara dingin Alex itu membuat Cassandra ingat, ia memblokir nomor Alex karena sangat mengganggu. Benar benar mengganggu! Siapa yang tidak terganggu saat menerima pesan setiap sepuluh menit dan juga telfon setiap satu jam sekali.
“Aku tidak memblokir nomormu Alex.” Jawab Cassandra yang jelas jelas kebohongan.
“Lalu, kenapa aku tidak bisa menghubungimu?”
Cassandra menelan ludahnya dengan sangat alot,”Ponselku mati....” jawab Cassandra dengan sangat tenang dan kentara sekali kalau ia berbohong, bahkan Cassandra siap di cincang Alex, ia sudah menutup matanya taku Alex melakukan banyak hal yang tak bisa di bayangkan Cassandra. Di pukul misalkan? Alex kan suka sekali kekerasan.
Tapi sangat bertolak belakang dengan apa yang Cassandra bayangkan. Ia justru merasakan kalau ujung kepalanya di usap oleh Alex dengan sangat lembut.
“Cassie, aku kira untuk hari ini aku tidak akan marah, tapi ingat, kalau lain kali. Aku tidak akan memaafkanmu. Terima ini...” kata kata tenang Alex justru tak membuat Cassandra tenang dan ia justru benar benar mendapatkan cokelat!!
“Aku membeli ini, jangan pernah menonaktifkan ponselmu Cassie. Jangan, karena itu satu satunya cara agar aku bsia terhubung denganmu. Dan tetap memantaumu.”
Alex melepaskan kurungan tangannya dan tersenyum simpul pada Cassandra,”Itu caraku melindungimu, sedikit posesif mungkin menurut orang orang. Tapi itu caraku melindungi orang yang aku cintai.”
Dan blush!! Pipi Cassandra tanpa alasan memerah dan terasa panas. Ingin sekali Cassandra menampar pipinya yang beraninya tersipu hanya saat mendengar kalau posesif adalah cara Alex melindungi orang yang ia cintai. Berarti, Cassandra...?
“Kenapa melamun...?! ah! Iya, kenapa juga kamu berari lari tadi Cassandra, jawab aku sekarang!”
Cassandra melirik Alex dengan pandangan yang sangat jengah. Sekarang ia merasa, ini bukan lagi perusahaan Ayahnya, tapi mungkin ini sudah di akuisi oleh Alex! Karena ia bertindak seperti, dialah bossnya di sini.
“Jawab, kenapa tadi kamu berlari menghindariku....?”
Cassandra langsung berpura pura mengangkat telfon,”Iya? Saya akan telat meeting hari ini, sepuluh menit. Tunggu saya di ruangan meeting.”
__ADS_1
Cassandra langsung menerima tatapan tidak suka dari Alex, apa ini alasan bodoh.
“Aku harus meeting Alex, aku berlari karena buru buru.” Pamit Cassandra dan kembali, tangan Alex mencengkeram Cassandra dengan mengurungnya di antara dua lengannya itu.
“Kenapa sekarang ponselmu bisa hidup barusan...?”
Mampus!! Cassandra ingin menenggelamkan dirinya ke samudera karena kebodohannya mencari alasan untuk berkelit. Dasar bodoh!!
“Ah...? ponselku? Aku, aku baru saja mengisi dayanya, saat aku bilang ponselku mati, bukan karena mati kehabisan daya, tapi mati karena sedang aku nonaktifkan Alex....”
Dan Alex nampak berpikir sejenak, apakah ini kebohongan, atau bukan.
“Benar begitu?” tanya Alex memastikan dan Cassandra langsung mengangguk dengan serius.
“Benar, nanti aku akan terus menerima telfon darimu. Aku berjanji, tapi sekarang aku harus meeting, sampai jumpa Alex...!!!”
Cassandra berlari terbirit birit dengan di pandangi Alex yang menerbitkan senyum di wajahnya.
“Ah, kenapa aku baru menyadari kalau Cassie sangat manis...... dalam berbohong....”
Alex kembali menjadi dirinya sendiri. Ia merapikan dasinya dan merapikan juga kancing kemejanya.
“Karena kamu sudah berbohong, maka akan aku manfaatkan kebohonganmu itu Cassandra ....”
^^^
Dan malamnya, sepertiyna Alex sedang membalas dendam pada Cassandra. Ia mengirimkan banyak sekali pesan tak bermoral yang tak perlu di jawab oleh Cassandra. Membuat Cassandra susah tidur karena bunyi notifikasi yang terus menerus ia terima. Dan juga jangan lupakan pangggilan yang berisik tiap satu jam sekali.
“Ah!! Apa sangat berdosa kalau aku hanya ingin menjauhi Alex!!” Cassandra menutupi telinganya dengan bantal rapat rapat. Akhirnya bunyi panggilan itu berakhir, Cassandra bisa bernafas lega. Tapi itu tak berlangsung lama. Karena ada pesan masuk yang sangat mengancam.
Kalau tidak angkat telfonku, besok kamu akan menjadi abu. Dan aku sendiri yang akan menaburkannya di laut lepas sana!!
Melihat isi pesan itu, mata Cassandra langsung melek seketika. Dan ia langsung menerima panggilan Alex itu.
“Hallo Alex, selamat malam...” sapa Cassandra dengan sangat terpaksa. Dan senyuman di sebrang sana malah terbit begitu saja saat mendengar sapaan Cassandra.
“Mulai hari ini, aku akan menelfonmu sampai aku mengantuk dan tertidur.”
Apa kamu bayi! Aku harus menemanimu sampai tertidur!!
“Tap-“
Dan tak bisa di hentikan, Alex langsung mengoceh tanpa henti membuat Cassandra menyesali keputusannya itu. ia takan lagi mengulangi, untuk takut dengan ancaman Alex. Sekuat tenaga ia akan ia tolak.
Waktu menunjukan pukul dua dini hari dan mata Cassandra sudah tak tahan lagi ingin di pejamkan. Tapi di sebrang sana, kalau saja satu detik ocehan Alex belum di jawabnya. Laki laki itu akan marah marah tak jelas. Dan Cassandra yang akan kena semprot.
“Cassandra, maafkan aku kalau aku suka memaksa.” Tiba tiba bahasan Alex menjadi masuk akal. Padahal sejak tadi ia mengoceh membicarakan banyak hal yang tak penting bagi Cassandra.
Memang Alex!! Kamu sangat menyebalkan karena sikapmu itu! suka memaksa!!
Tiba tiba, belum sempat Cassandra mengatakan umpatannya. Terdengar Alex di sebrang sana menghembuskan nafas yang sangat berat seperti frustasi.
“Maaf...” suara Alex kian lirih, sampai sampai Cassandra harus menajamkan telinganya dan mengeraskan volume speaker ponselnya.
“Maaf kalau aku sering memaksakan kehendak, pemarah dan banyak lagi sikap menyebalkan....” suara Alex kian lirih dan,”Karena ini kali pertamanya aku merasakan, menyukai seseorang....” ucap Alex dengan lirih. Tapi cukup untuk membuat Cassandra terlonjak tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Dia? Cinta pertama Alex??
Cukup lama kediaman di antara keduanya, bahkan sampai lima menit, Alex yang sedari empat jam yang lalu selalu mengoceh itu entah menghilang kemana. Dan Cassandra merasakan, kalau ia musti memastikan sesuatu. Karena jantungnya terus saja berdebar.
“Alex...? Kamu tidur....?” tanya Cassandra dengan hati hati. Dan detik itu juga Cassandra ingin menusuk Alex dengan garpu!!
“Kamu tidur..??!!” jerit Cassandra tak percaya dan dia langsung mematikan ponselnya. Memutuskan panggilannya dengan Alex. Justru saat ini jantung Cassandra sangat berdebar tak tau karena apa.
“Bagaimana mungkin aku berkali kali berdebar saat Alex memperlakukanku dengan sangat berbeda. Aku ini sebenarnya masih menyukai Allen kan...?”
__ADS_1