Sexy Partner

Sexy Partner
47. Kss.


__ADS_3

               Cassandra sudah menaruh makanan di meja Alex. Tapi laki laki itu tak menyentuh makanan itu sama sekali. Benar benar membuat Cassandra kesal.


               “Jadi apa maumu sebenarnya Alex...!” geram Cassandra dengan sangat kesal. Karena luka di tubuh Alex bahkan belum pulih, tapi laki laki itu sudah macam macam dengan tidak mau memamakan makanannya. Alex beringsut dari tempat tidurnya dan menatap Cassandra dengan penuh rahasia. Cassandra yakin! Ia menyesal sudah menanyakan apa yang Alex mau. Karena laki laki itu sedang meliriknya dengan tatapan mesum andalannya.


               “Suapi aku.” Jawab Alex dengan cepat. Sontak Cassandra tak lagi terkejut. Laki laki seperti Alex berubah dari mesum ke manja dengan sangat cepat. Cassandra tak semudah itu untuk takluk dengan Alex.


               “Tidak mau.” Tolak Cassandra dan dua orang itu saling menunjukan taringnya masing masing. Alex tak ingin kalah.


               “Kamu bilang kamu mencintaiku, tapi bahkan menolak untuk menyuapiku.”


               Suara Alex bergema di telinga Cassandra, membuatnya muak dengan tameng Alex dengan kata kata cinta. Tapi kali ini Cassandra tak lemah. Ia tak ingin kalah.


               “Aku tidak pernah mengatakan kalau aku mencintaimu.” Balas Cassandra. Skak mat untuk Alex, ia sedikit terpengaruh karena Cassandra tak mengakui perasaanya. Tapi tidak semudah itu juga membuat Alex putus asa. Alex justru menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Bersikap skeptis dengan menatap Cassandra dan mengusap dagunya.


               “Benarkah? Jadi siapa yang menangisi laki laki ini saat sedang terluka?” pancing Alex, Alex bisa langsung melihat ekspresinya. Ekspresi malu Cassandra tentang hari itu. saat ia menangisi Alex yang berdarah darah.


               “Oke! Fine! Aku akan menyuapimu!” Cassandra menyerah. Ia mendekati Alex dan duduk di samping laki laki itu. Meraih mangkuk makanan Alex dan menyuapi laki laki itu. sekali lagi, Alex membuat Cassandra kesal.            

__ADS_1


               “Buka mulutmu Alex...” perintah tak sabaran Cassandra justru mengundang senyuman di mata Alex.


               “Aku tidak mau...” tantang Alex. Cassandra jadi meragukan cintanya sendiri pada Alex. Mungkin ia mengatakan cinta pada laki laki ini hanya karena terhimpit keadaan. Yah! Sekarang Cassandra meragukan cintanya sendiri.


               “Aku sudah menurutimu, menyuapimu. Atau kita akan berakhir dengan aku menyumpal mulutmu.”


               Ancaman Cassandra justru tak membuat gadis itu jadi terlihat keji di mata Alex sekarang. Malah terlihat imut. Dan itu membuat Alex makin gencar menggoda Cassandra.


               “Kalau begitu, suapi aku.... “ ucap Alex menyerah, Cassandra sudah mengambil satu suapan sebelum Alex menyelesaikan kalimatnya.”Dengan mulutmu....” pungkas Alex. Dan reaksinya, sudah bias di duga. Wajah Cassandra merona karena candaan Alex yang sudah keterlaluan ini. Cassandra sudah melayangkan bogeman mentahnya. Dan Alex dengan terang terangan menertawakan Cassandra.


               “Tapi kamu sepertinya sudah menantikan berciuman denganku....” Alex mengatakan itu dengan kepercayaan tinggi yang penuh. Cassandra justru menganggap ini adalah lelucon paling lucu di abad ini.           


               Dan melihat ekspresi Alex, Cassandra jadi ragu. Apa yang sebenarnya Alex pikirkan. Tiba tiba Alex buka suara.


               “Tapi sebenarnya kita pernah berciuman kan....” terang Alex. Dan Alex tau, kapan itu tepatnya. Dan Cassandra mungkin takan mengingatnya, wajah keterkejutan Cassandra adalah hiburan tersendiri untuknya. Wajah memerah dan merona malu. Dan Alex bisa menebak apa yang akan Cassandra katakan.


               “Aku tidak pernah berciuman dengan siapapun.” Bantah Cassandra. Alex kembali menggeleng dengan skeptis. Mendekatkan wajahnya sampai berjarak beberapa inchi dari Cassandra. Alex bahkan bisa merasakan aroma nafas Cassandra. Kegugupan Cassandra dan yang paling utama kecantikan Cassandra.

__ADS_1


               “Kita pernah berciuman. Kamu saja yang tidak mengingatnya.” Ucap Alex mengkonfirmasi. Mata Cassandra langsung membulat tak terbantahkan.


               Kapan...?? Cassandra bertanya tanya di dalam hatinya. Tapi ia tak menemukan jawaban. Ia tak ingat sama sekali!!! Bahkan saat dengan Allen, Cassandra tak melakukannya.


               “Jangan bohong.....!!” todong Cassandra, ia ingin sekali mengetahu kronologinya. Kapan dan di mana!!


               Tapi Alex diam. Membuat Cassandra jengkel saja.


               “Alex...!!” jerit Cassandra dengan gemas, menjauhkan wajah Alex dari hadapannya. Alex malah terkekeh geli.


               “Ayo suapi aku, kamu bilang aku harus makan....” Alex berdalih, tapi Cassandra ingin tau. Apakah... mereka? Memang pernah, ber.. ah sudah lah!!


               “Pertama tama Alex, aku tidak ingat. Kapan kita melakukannya, jadi aku akan menganggap kalau ini adalah hoax.” Cassandra akhirnya memutuskan. Ia sekarang kembali fokus ke mangkuk di depannya. Tapi laki laki di depan Cassandra nampak tak terima.


               “Hoax kamu bilang?” tanya Alex dengan geram. Cassandra justru memperburuk suasana, dengan menjawab hanya dengan anggukan.


               “Kita memang pernah.” Tegas Alex. Tapi Cassandra malah meledek Alex dengan memeletkan lidahnya dan membuat Alex menjadi gemas dan bercampur kesal.

__ADS_1


               “Oke, kita akan reka adegan. Sekarang...!”


               Cassandra tak bisa mencerna kata kata Alex, karena tangan laki laki itu bergerak lebih cepat dari tangannya. Bergerak menarik kepala Cassandra dan menyatukan bibir mereka berdua. Cassandra kaget, bagaimanapun... dia belum pernah....! Tapi, kali ini berbeda. Cassandra menerima Alex. Sekarang mereka berbagi perasaan yang sama. Dan Cassandra tak sungkan untuk membalas ciuman Alex.


__ADS_2