
Dengan tubuh yang tiba tiba kaku saat Alex mendekatkan bibirnya ke telinga. Cassandra berusaha keras agar ia mendapatkan kendali lagi akan tubuhnya yang menjadi sekaku patung itu.
“Tidak, terima kasih atas tawarannya. Aku tidak akan tertarik.” Tolak Cassandra dengan suara serak karena sepertinya, mendengar tawaran Alex barusan. Suaranya menjadi tenggelam.
“Oke baiklah...” dan Alex berlalu meninggalkan Cassandra sebelum ia pergi, Alex berbalik badan dan tersenyum ke arah Cassandra.
“Dress yang benar benar bagus, sayangnya aku benar benar ingin merobek dress itu dan melihatmu.. polos....”
“Sialan!!”
Dan Cassandra di tinggalkan tanpa di gubris Alex yang sibuk dengan kekehanya. Entah kenapa hari ini, suasana hati Alex menjadi sedikit tenang atau lebih baik? Tapi kenapa itu terjadi setelah bertemu Cassandra??
^^^
“Kamu kemana saja?” rajuk Bella sambil berlari kecil mendekati Alex. Gawat! Wajahnya saja sudah menunjukan kalau Bella sedang merajuk.
“Aku berkeliling, sambil menunggu kamu selesai.”
Alex berkata jujur, hanya saja dia tidak mengatakan di bagian kalau ia bertemu wanita lain dan menggodanya. Ah! Ralat! Sedikit menggodanya! Itu tidak di hitung sebagai berbohong bukan?
Bella justru tersenyum sumringah karena Alex tak kabur darinya.
Astaga, dia terlalu polos atau justru...? Bodoh....
Kembali Alen mengatai Bella di dalam hati. Perempuan itu kembali meraih tangan Alex, sentuhan itu justru membuat Alex kembali merasakan sakit kepala. Aduh! Sekarang ia tau, ia tak perlu meminum obat. Jauh jauh dari Bella sudah cukup untuk membuat kepalanya terasa lebih baik.
“Aku memilihkan baju untukmu, kamu juga harus mencobanya...” ucap Bella dengan penuh harap kalau Alex akan mengikuti kemauannya. Alex tak lantas menerima, ia mengernyitkan dahinya dahulu.
“Kenapa? Aku harus membeli baju juga?”
Tentu saja kaum elit memakai baju dan membelinya!
“Kamu tidak mau menemaniku ke pesta temanku?”
“Kenapa aku harus ikut, sedangkan itu adalah pesta temanmu?
__ADS_1
Bella mencebikan bibirnya karena tak sabaran.
“Karena teman temanku sudah tidak sabaran untuk melihat siapa tunanganku...” dalih Bella dan berhasil membuat Alex memakinya lebih kasar di dalam hati.
Baru semalam kita di tetapkan jadi tunangan, sepertinya kamu sudah membual banyak tentangku di hadapan teman temanmu.
“Alex, aku mohon. Ayahku yang meminta agar aku mengajakmu. Agar sekaligus menemai juga melindungiku...”
Aku bukan sekuriti! Aku boss!!
“Berikan bajunya, sekarang.”
Rasanya kekalahan Alex sekarang menjadi tiga. Kekalahan dengan Ayahnya karena tak bisa memberikan cucu dengan caranya sendiri hingga harus bertunangan dengan Bella. Kekalahan kedua, karena Cassandra berhasil membayar hutangnya. Dalam waktu seminggu! Dan kekalahan ketiga! Kalah saat menghadapi Bella! Alex akan mencatat ini baik baik! Lain kali ia takan pernah kalah lagi! Takan.
^^^
Dengan berat hati, Alex mencoba pakaian yang di pilihkan Bella untuknya. Benar benar sesuai dengan seleranya. Tuxedo dengan tanpa dasi. Sepertinya Alex tak membutuhkan dasi. Itu hanya akan menghalangi pemandangan indah saat mata wanita menatap dada bidangnya yang atletis. Tanpa sadar Alex memuji selera berpakaian Bella. Nampaknya, tidak terlalu buruk.
“Ayo, kita ke rumahku dulu.” Ajak Bella. Lagi lagi ia menggandeng tangan Alex dengan sangat santainya.
“Aku harus menaruh barang barang ini dulu,” tunjuk Bella ke tas belanjaan yang sudah sangat berat di tangannya. Kembali. Alex tak bisa berkutik. Ia hanya menggangguk dan Bella menarik tangannya. Sepertinya, Alex sudah menjadi kerbau yang di cucuk hidungnya, pemiliknya adalah Bella dan sawah yang siap di garap olehnya adalah pernikahan mereka. Alex tak bisa membayangkan itu! tak bisa!
^^^
Dengan gerakan yang gesit, Alex langsung menghindari gerakan tangan Bella yang hendak menggandengnya. Alex tak bisa menghentikan senyum puasnya. Berkali kali Bella menggandeng tangannya hari ini. Alex jadi hafal gelagar perempuan itu saat hendak menggandengnya.
“Ayo masuk.” Ucap Alex tanpa bisa melihat ekspresi kekesalan Bella karena tidak bisa menggandeng Alex. Karena menggandeng laki laki super tampan seperti Alex sama saja dengan menjadi pusat perhatian dan pujian.
Siapa yang takan dipuji kalau berada di pesta bersama Alex? Tampan dengan guratan wajah yang kasar menunjukan betapa gagahnya fisik laki laki itu. terlebih mata hijau zamrud Alex yang mirip mata ibunya, Stella.
Itu semakin membuat Alex unik dan menarik. Saat semua laki laki berdarah campuran memiliki bola mata biru pucat atau biru laut. Mata Alex akan jadi pemenanngnya. Hijau dengan sorot mata yang tegas. Irisnya seperti bisa mengiris penglihatan gadis gadis. Dan di sana. Di depan Bella. Berdirilah laki laki itu yang sejak tadi ia puji dan ia amati. Alex tak bisa ia genggam.
Dengan kesal Bella mempercepat langkahnya. Ia akan merajuk! Benar benar jengkel karena harus menggandeng tangan kosong.
Buat apa gunanya punya tunangan tampan kalau tidak untuk di pamerkan? Buat apa!
Dengan cepat tangan Bella segera meraih tangan Alex. Laki laki itu diam saja. Pandangannya mengikuti pandangan Alex. Tapi Bella tak tau apa yang menjadi titik temu mata Alex.
__ADS_1
“Alex? Apa yang kamu lihat?” tanya Bella. Tapi laki laki di sampingnya itu masih terpaku dan tak menunjukan gelagat akan menjawab pertanyaan Bella barusan.
Bella menarik nafas pendek karen kesal. Huft!
“Alex!” erang Bella.
“Bisakan kamu menutup mulut berisikmu itu Isabella!! Atau haruskan aku merobeknya?” geram Alex dengan marah. Bella sampai tak bisa berkutik karena kata kata kasar dan mengancam Alex barusan. Ia sampai tak bisa percaya, Alex yang sejak tadi siang menemaninya dan selalu menuruti kata katanya? Tiba tiba menggertaknya?
Bella masih tak percaya, tapi dengan kediaman Alex. Bella yakin, kalau ancaman Alex tidak main main.
Penyulut kemarahan Alex ada di sebrang sana. Ia melihat Cassandra sedang merangkulkan tangannya ke lengan laki laki yang Alex tau, namanya Allen. Kekasih Cassandra.
Kenapa aku marah secara tiba tiba? Ini konyol!!
Alex menepis dirinya sendiri. Ia segera ingat, kalau ia baru saja mengancam Bella. Gadis di sampingnya itu pasti akan kaget karena perlakuan kasarnya ini.
“Bella?” tanya Alex dengan memberikan tatapan lembut. Bella sampai tercengang mendapatkan tatapan seperti itu.
“Aku ingin minum, mau ku ambilkan juga untukmu?” tanya Alex dengan pandangan yang tak luput, penuh dengan kelembutan.
Bella meneguk ludahnya dengan kelu dan kaku. Apa ini juga termasuk ancaman? Jadi harus di iyakan atau jangan?
“Bella, aku bertanya...” hardik Alex dengan tak sabaran. Oke, Bella yakin sekali sekarang. Kalau ini adalah ancaman.
“Aku mau Alex, tolong ambilkan. Dan terima kasih.”
Alex tersenyum penuh pengertian tapi juga kengerian. Ia langsung menyuruh Bella untuk menunggunya. Sedangkan Alex langsung menuju ke meja bartender dengan kekesalan yang sepertinya harus di lampiaskan dengan alkohol.
Tangan Alex terulur mengambil gelas whisky yang ada di depannya. Segelas whisky langsung ia tenggak tanpa merasakan efek apapaun. Justru mata Alex masih lekat saat menatap Cassandra.
“Berani beraninya kamu memakai gaun itu untuk terlihat cantik di depan laki laki itu.” geram Alex dengan sangat marah.
Di depan sana, di bagian paling ujung dari pesta ini. Cassandra sedang tertawa lepas dengan dress hitam yang Alex perhatikan di butik siang tadi. Dan cengkeraman Alex pada gelas whisky kosong makin mengencang.
Alex bangkit hendak mendekati kerumunan Cassandra.
“Aku akan memberikanmu, kejutan.” Bisik Alex di tengah keriuhan pesta. Sampai saat itu, Cassandra belum menyadari, kalau ia dan Alex. Menghirup atmosfir yang sama.
__ADS_1