Sexy Partner

Sexy Partner
26. Adult humor.


__ADS_3

 


               Pagi itu benar benar di lewati dengan cepat. Hanya tinggal tiga hari lagi! Dan bugh!!! Tamat riwayatnya kalau tak bisa melunasi hutang kepada Alex. Dan sekarang, Cassandra sedang mencoba menghemat waktu agar tak terbuang percuma. Ia sarapan dengan brutal. Cepatnya bukan main. Clara bahkan mengira kalau Cassandra tak mengunyah makananya. Hanya asal telan saja.


               “ Terima kasih untuk sarapannya Clara! “ seru Cassandra dengan riang. Perutnya terisi, tenanganya terisi dan semangatnya juga! Hari ini! Ia akan menebas semua hal yang menyusahkannya! Tekad Cassandra. Kebiasaan Cassandra adalah berterima kasih setelah makan. Seperti yang ia lakukan saat di rumah keluarga besar.


               Clara melihat ke arah kursi Alex yang kosong. Tuannya itu belum beranjak ke bawah untuk sarapan. Dan Cassandra nampak tak ingat kalau laki laki itu sedang terpuruk? Terluka? Atau apa tepatnya? Clara jadi bingung dengan hubungan Alex dengan Cassandra.


               “ Kamu mau kemana? “ suara dingin di belakang Cassandra itu membuat bulu kuduknya meremang. Jangan jangan? Dan yah! Benar. Sosok Alex. Siapa lagi?


               “ Ke kantor lah, menurutmu. “ jawab Cassandra dengan judes dan memungkasinya dengan cepat. Langsung berlari ke arah mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Alex. Sekarang, Cassandra sudah hafal dengan jalanan menuju rumah Alex juga menuju kantor Ayahnya. Tak perlu tersesat dan meminta tolong pada laki laki seperti Danil. Menyebalkan.


               “ Tuan? Anda mau sarapan sekarang? “ tanya Clara menghampiri Alex yang melihat kepergian Cassandra.


               “ Apa Cassie sudah sarapan? “ tanya Alex dengan masih menatap mobil Cassandra yang sudah hampir menghilang.


               Clara hanya mengernyit saat mendengar nama apa tadi? Cassie? Panggilan sayang untuk Cassandra rupanya.


               “ Nona Cassandra sudah sarapan. Anda ingin di buatkan sarapan yang sama seperti dengan Nona Cassandra? “ tanya Clara dengan memperhatikan luka di tangan Alex. Semalam Cassandra menemuinya untuk meminta kotak P3K. Rupanya untuk mengobati Alex. Tanpa sadar, Clara tersenyum.


               “ Buatkan aku makanan apa saja. “ jawab Alex, ia kemudian berbalik badan saat pemandangan itu sudah menghilang.


               “ Baik Tuan. “ jawab Clara sembari menuju dapur dan memasakan makanan untuk Tuannya itu.


^^^


               Cassandra mengendarai mobil dengan laju cepat. Map map semalaman sudah ia jadikan makanan untuk lemburnya. Dan hari ini, keuangan perusahaan Ayahnya akan ia babat habis sampai bersih ke pembuluh darahnya. Apa penyebab pembuluh darah itu tersumbat. Ayah Cassie tak terlalu bodoh dalam hal keuangan sampai harus menanggung kerugian besar.


               “ Halo? “ sapa Cassandra dengan sangat manis. Panggilan dari Allen dan sepertinya, Cassandra sangat candu dengan kasih sayang yang Allen layangkan padanya.


               “ Apa Ayahmu sudah membaik? Kamu sudah bertemu dengannya? ” sapaan pertama Allen mau tak mau membuat Cassandra cemberut. Tak apa, cemburu itu wajar. Tapi cemburu pada Ayahnya sendiri, sepertinya cemburu Cassandra sudah tak wajar.


               “ Apa yang jadi kekasihmu itu Ayahku? Tanyakan dulu aku, baru Ayahku. Begitu prosedurnya Allen. “ racau Cassandra dengan nada manja yang alamiah. Tak di buat buat tanpa tambahan pengawet.


               “ Ah! Lupa, jangan sampai aku dengar kamu membuat keributan Cassie. “ gurau Allen di selangi tawa. Dulu, saat Cassandra masuk ke dalam perusahaan. Pasti akan ada keributan.


               “ Aku akan bekerja sekarang, tidak seperti dulu. Hanya bermain main, “ bela Cassandra dengan riang. Bangga rasanya, di anggap seperti wanita karir yang hebat oleh Allen. Senangnya bukan main.


               “ Jaga kesehatan Cassie, aku akan sibuk untuk beberapa kasus belakangan ini. Aku khawatir kalau kamu sakit, aku tidak sempat merawatmu. “


               “ Oke Allen, aku menyayangimu… “ ujar Cassandra.


               “ Aku juga, sangat. “ pungkas Allen dengan nada seperti biasanya. Ia menarik nafas dengan berat sampai terdengar oleh Cassandra.


               “ Ada apa memangnya? “ tanya Cassandra dengan heran, tak biasanya Allen seperti barusan.

__ADS_1


               “ Apa? “ tanya Allen dengan sedikit panik. Cassandra sepertinya mendengar deru nagasnya barusan.


               “ Kamu seperti mendengus dengan nafas berat. Apa yang sedang kamu pikirkan? “ tanya Cassandra dengan nada menyelidik.


               “ Tidak apa apa Cassie, aku sedang pusing memikirkan banyak hal sekarang. Kasus kasus, aku sampai pusing di buatnya. Makanya, jangan menambah pusing kepalaku kalau kamu tiba tiba jatuh sakit. “


               “ Baiklah Allen, kalau kamu sakit. Aku yang akan ganti menjaga dan merawatmu. “ sorak Cassandra. Ia ingin sekali merawat Allen, walaupun ini artinya ia berdo’a agar Allen jatuh sakit. Habisnya, selama mereka berpacaran. Hanya Allen yang merawat Cassandra.


               “ Tidak perlu, aku tutup dulu telfonya Cassie. Jaga diri baik baik, aku menyayangimu. “


               “ Aku juga, sangat. “ jawab Cassandra mengutip kata kata Allen barusan. Dan panggilan itu di tutup. Di sebrang yang sama Allen menghela nafas kembali dengan berat. Ia menyimpan lembaran kertas yang memenuhi mejanya itu. Firasatnya tidak baik. Memang sudah tidak baik sejak beberapa hari yang lalu? Memangnya ada apa? Apa yang membuat Allen sampai merasa seperti ini.


               Allen benar benar pusing. Seperti yang ia ceritakan pada Cassandra di telfon barusan.


^^^


               Cassandra memasuki kantornya dengan langkah cepat. Buru buru.


               “ Apa meeting pagi ini sudah siap? “ tanya Cassandra dengan mencoba merapikan pakaian. Ia bertanya pada sekretaris di sampingnya itu.


               “ Sudah siap, bisa di mulai kapanpun. “ jawabnya dengan sangat profesional tentunya. Cassandra hanya tersenyum dengan riang. Memimpin rapat? Bagaimana rasanya memangnya? Apa panas dingin, gugup, atau malah menyenangkan bisa mengintimidasi orang orang di sana? Haha. Cassandra benar benar suka opsi yang ketiga. Mengitnimidasi orang orang di sana.


               “ Selamat pagi. “ sapa Cassandra pada orang orang yang ada di ruangan kedap suara itu. Pandangannya mengitari ruangan dengan sangat bahagia. Padahal sisa harinya tinggal tiga hari lagi, apa pantas bahagia?


               “ Pag… “ jawab orang orang di dalamnya dengan sedikit tak berselera. Bukan karena apa. Karena si Pendonor dana sedang ada di sana mengawasi keadaan perusahaan. Mereka jadi harus meeting dengan kondisi yang genting dan serius.


               


               Apa yang dia lakukan di sini memangnya?!! Cassandra hampir ingin mengusir Danil dari pandangannya. Sampai ia ingat. Kalau Alex, Danil dan Alexa bersaudara. Artinya, Dirgantara. Danil mewakili perusahaan keluarganya dalam meeting ini.


               “ Hai Al-a-na. “ sapa Danil sembari menyebutkan nama samaran Cassandra yang sekarang terdengar sangat konyol itu. Para petinggi itu saling lempar pandangan. Kepada Danil, kemudian pada Cassandra. Sepertinya, meeting ini di mulai dengan pembukaan yang tak menyenangkan. Kasian mereka yang terintimidasi dengan aura keduanya.


 


^^^


 


               Semua biaya produksi di pangkas. Beberapa produk di tarik dari pasaran. Dan beberapa yang akan di luncurkan batal di launching. Cassandra mengingat hasil meeting pagi ini. Sekarang, memeriksa kembali laporan keuangan. Tak tanggung tanggu, laporang keuangan lima tahun terakhir. Tiap jurnal di tilik Cassandra dengan sangat teliti.


               “ Kenapa selama lima tahun terakhir, ada saja penjualan saham yang tidak tau entah pada siapa? “ selidik Cassandra pada tim keuanganya yang juga sedang menilik tiap jurnal yang sama dengan Cassandra.


               “ Di beberapa tahun ini, lihat. Dan sepertinya berhenti setelah ada pemegang saham terbesar di dua tahun terakhir. Apa data diri si pemegang saham saham ini jelas? Kenapa bisa tidak aku temukan datanya? “


               Cassandra yang notabennya sudah ahli dalam hal keuangan. Ingat! Ia adalah lulusan terbaik dengan nilai terbaik dan akselerasi berkali kali. Intinya, sejak muda, Cassandra sudah jenius. Masalah seperti ini, hanya dalam jentikan jari. Sudah bisa Cassandra endus.

__ADS_1


               “ Akan kamu selidiki lebih lanjut. “ jawab seorang laki laki tim auditnya.


               “ Jangan lama lama, besok. Aku ingin besok hasilnya sudah terlihat. Jelas? “


               “ Baik, akan kami lacak semua data datanya sekarang juga. “


               Dan laki laki itu langsung pergi membuat riset lebih mendalam. Cassandra kembali lagi menilik jurnal jurnal pemasukan dan pengeluaran yang lainnya. Ia akan mencari sumber kebocoran perusahaan Ayahnya!! Sekarang juga!!! Sampai dapat.


               Dan tiba tiba pesan itu mengganggu Cassandra dengan sangat jengkel, perempuan itu menyambar ponselnya yang lupa ia silent mode.


               *** Ingat waktumu tinggal tiga hari lagi!! ***


               Dan pesannya dari Alex. Entah dapat dari mana nomornya itu, tapi Cassandra jadi jengkel saat membacanya. Iya! Tanpa perlu di ingatkan. Ia juga sudah menghitung sisa sisa waktunya. Tapi, setidaknya ia sudah berusaha untuk menyelamatkan harga dirinya. Tak semena mena larut dalam keadaan.


               *** Aku tidak buta, tidak bodoh, dan tidak perlu di ingatkan! ***


               Balasan ketus Cassandra itu malah mengundak gelak tawa Alex, ia sampai kesakitan saat mengetikan jawaban pesan itu karena buku buku jarinya yang terluka. Benar benar lucu saat menggoda Cassandra.


               *** Maafkan aku, tapi aku berdo’a kalau kamu gagal. ***


               Membaca itu, Cassandra langsung melemparkan ponselnya ke sofa. Benar benar pandai membuat orang jengkel. Harusnya kemarin aku tidak menolongnya mengobati luka di tangannya. Biarkan saja ia tidur di kamar mandi!! Biarkan!!!


               Dan kembali, saat Cassandra kita itu adalah panggilan dari Allen. Ternyata adalah panggilan dari Alex. Langsung di tolak oleh Cassandra dan laki laki itu malah mengirimkan pesan untuknya.


               *** Pilih tempat yang kamu suka saat kita melakukan itu, kamar mandi? Kamarmu? Kamarku? Atau dapur? ***


               Pesan itu semakin membuat Cassandra jengkel, terlebih Alex memberikan emoji setan di tulisan dapur.


               *** Sana melakukan itu di dapur! Sambil menyalakan kompor!! Merasakan api neraka sedari di dunia. ***


               Dan selesai megnetikan itu, dan langsung di kirim. Alex malah langsung membacanya.


               “ Ah!! Membuat kesal saja!! “ jerit Cassandra. Waktunya jadi terbuang percuma karena menggubris Alex barusan. Buru buru Cassandra menonaktifkan ponselnya dan langsung melemparnya. Kalau ia membaca balasan Alex, mungkin saja ia tak tertarik untuk bekerja, malah lebih tertarik untuk mendatangi Alex dan megnhajar laki laki itu. Tepat di selangkangannya. Sudah pasti.


^^^


               Alex terkekeh geli dengan balasan Cassandra yang terakhir itu. Belum sempat ia mengetikan jawaban untuk pesannya itu. Alexa sudah muncul di depannya.


               “ Bagus, sekarang di sini sedang tertawa haha hihi dan aku pusing sendiri. “ sindiran Alexa itu tak di dengar. Alex abaikan suara adiknya itu.


               “ Ka Alex!!! “ jerit Alexa mencoba mendapatkan perhatian kakanya itu. Dan akhirnya berhasil. Karena Alex berpaling ke arahnya.


               “ Jangan jadi gila. Ku mohon. Di rumah suasannya sudah seperti neraka. “


               Mendengar kata neraka. Alex jadi terkikik mengingat pesan Cassandra juga menyenggol nyenggol masalah neraka.

__ADS_1


               “ Ya ampun! Ka Alex!!! Aku benar benar bilang kalau kamu membuat suasana rumah menjadi neraka. Ayah selalu bertanya pada aku dan Danil!! Untuk segera menikah!!! “ jeritan Alexa itu akhirnya membuat tawa terkikik Alex terhenti.


__ADS_2