Sexy Partner

Sexy Partner
9. Attractive girl.


__ADS_3

               “ Ku bayar sepuluh triliyun milikmu! Dan cari perempuan lain untuk mengandung anakmu! “ Casandra mengucapkannya dengan lantang dan penuh percaya diri. Alex terpana lumayan lama dengan kepercayaan diri Casandra. Tapi kemudian tertawa.


               “ Aku tidak yakin kamu mampu …” jawab Alex dengan nada masih merendahkan. Ia menatap Casandra yang sudah mengenakan dress yang ia pesankan untuknya. Menatap Casandra dari atas dan dari bawah. Casandra yang melihat mata Alex sedang menggerayanginya itu langsung menutupi bagian dadanya yang menggunakan potongan v neck yang sangat rendah.


               “ MESUM!!” teriak Casandra dengan amarah.


               Alex terkiki dengan reaksi Casandra yang tak di harapkan itu. Ia malah bangkit dan menatap perempuan itu, “Dada kecil. Engga nafsu.” Ujar Alex sambil berlalu dengan tawa yang menggelegar.


               Apa barusan? Kecil dia bilang! Dia gila, kalau begitu kenapa harus punya anak denganku!! Sinting dia emang sinting. Casandra memaki maki Alex dengan puas. Setelah ia puas memaki laki laki itu. Ia tersadar sekarang, kalau perutnya kelaparan. Tak ada yang bisa menghentikannya kecuali mengisi perut dengan makanan enak di depannya.


               “Bagaimana caranya aku bisa kabur dari sini…” Casandra menggumam sambil mengunyah roti di mulutnya. Ia berpikir keras. Jangan jangan, ini hanyalah gertakan. Batin Casandra. Ia benar benar di culik oleh Alex dan Ayahnya dalam keadaan yang baik baik saja.


               “ Wah wah wah! Dia seperti iblis kalau begitu.” Casandra menggertakan kakinya dengan kesal.


               “ Aku harus kabur! Supaya bisa menemui Ayah dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. “ Casandra bangkit dari meja makan. Ia menatap ruangan yang kosong itu, meja panjang yang berisi makanan. Dan sepertinya Alex tak menyentuh makanan itu, hanya Casandra yang makan.


               “Suka buang buang makanan juga,” komentar Cassandra sambil berlalu. Ia berjalan keluar dan tak melihat keberadaan Alex sama sekali. Huft. Cassandra menarik nafas berat. Ia beruntung kali ini. Sekarang, tinggal mencari jalan lain untuk minggat.


               Cassandra melangkahkan kakinya dengan ringan. Tak bersuara dan rumah ini semakin hening di buatnya. Besar dan mewah. Tapi semewa apapun rumah Cassandra. Rumah Alex dua kali lebih mewah dari rumahnya yang bergaya eropa timur.


 


               Clara melihat Cassandra yang sedang mengendap ngendap itu.


               “ Nona? Ada yang perlu saya bantu, anda hendak mencari sesuatu biar saya carikan kalau begitu.” Clara menawarkan bantuan pada Cassandra yang tengah celingak celinguk itu.


               “Ah – Ehmm Clara, tidak tidak. Aku sedang tidak mencari sesuatu …” ucap Cassandra dengan gugup, matanya melirik ke sana kemari dan mencoba memikirkan sesuatu.

__ADS_1


               “Aku hanya ingin jalan jalan …” ucapnya lagi. Clara yang mendengar itu hanya mengangguk pelan dan berlalu.


               “Kalau begitu, silahkan Nona jalan jalan. Kalau ada yang anda inginkan. Saya akan siap membantu …”


               Clara berpamitan dan meninggalkan Cassandra.


               “ Pintu belakang, pintu belakang ...” gumam Cassandra dengan lirih. Rumah ini benar benar besar, dan sekarangpun ia tak tau ada di sebelah mana rumah itu. Yang Cassandra lakukan hanya terus mencari dan mencari. Sampai ia keluar dari sisi rumah itu. Menemui pekarang entah pekarangan samping atau pekarangan belakang rumah. Cassandra belum tau. Yang pasti, ia harus mengitarinya untuk mengetahuinya.


 


^^^


 


               Mata zamrud itu tengah menatapi sebuah foto dengan bingkai kayu, lalu Alex membalikan foto itu sampai tak terlihat lagi, kemudian menaruhnya di laci rapat rapat.


               “ Aku harus cepat menemukanmu, atau kamu yang menemukanku …” ucap Alex dengan tenang sambil keluar dari ruangan itu. Menguncinya rapat rapat dan tak membiarkan orang lain memasukinya.


               Ia berjalan ke ruangan lain, ruang makan sepi dan keberadaan Cassandra tak lagi di sana.


               “ Kemana perempuan itu,” gumam Alex sambil masih mencari. Ia membuka pintu demi pintu untuk mencari di mana Cassandra bersembunyi.


               “ Kak Alex …. !!!! “ teriakan Alexa menggema seperti geledek. Gadis itu berlari ke arah Alex dengan tenang.


               “ Kenapa kamu sepagi ini? Sudah ada di sini …? “ tanya Alex dengan heran. Tak ada satu orang pun yang tau kalau dia menaruh perempuan di rumahnya, kecuali pembantu. Dengan kata lain, keberadaan Cassandra akan di sembunyikan.


               “ Kita berangkat ke kantor hari ini, akan ada banyak pekerjaan yang bisa di lakukan oleh si Direktur. “ Alexa membuka buku agendanya yang sudah beralih menjadi tablet mutifungsi.

__ADS_1


               “Ah! Kalau telat sejam lagi, direktunya akan berganti menjadi Danil,” ujar Alexa setengah bercanda dan setengah mengingatkan. Alex melotot mendengar nama Danil di bawa bawa.


               “ Tunggu aku di depan dan jangan sebut sebut nama itu lagi,” Alex langsung pergi setelah mengatakan ancaman itu. Ia tak suka dengan saudaranya sendiri, Danil di sebut sebut maka emosi Alex akan meluap. Dan itu justru jadi jurus pamungkas Alexa.


               “ Baiklah Boss …!! “ Alexa dengan usilnya menggoda Alex yang sudah masuk ke kamarnya sendiri.


               “ Siapa bilang saudara harus akur,” gumam Alexa dengan tawa yang usil. Ia berjalan ke depan dan duduk di sofa teras. Ia mengamati rumah kakanya yang besar ini. Beberapa hari yang lalu, sopir mereka  pulang dan menggotong semua pakaian Alex dan bilang kalau kakanya itu akan tinggal di rumahnya sendiri.


               Alexa duduk dan tak lama Clara menyuguhkan teh hangat dengan irisan lemon di tengah tengah cangkir.


               “ Untuk kesehatan, “ ujar Clara sembari menambahkan madu sebagai pengganti gula.


               “ Terima kasih … ”


               Clara selesai mengaduk teh itu dan berpamitan undur diri ke belakang. Alexa menyeruput teh dengan aroma lemon yang segar itu. Benar benar nikmat di minum pagi hari. Mata Alex tak sengaja terpicing saat melihat sesuatu sedang memanjat tembok belakang. Tapi kemudian menghilang.


               “ Ah! Halusinasi macam apa ini, “ hardik Alexa sembari menghabiskan minumannya.


^^^


               Cassandra seperti menjelma menjadi siluman monyet. Tembok setinggi itu ia panjat tanpa tangga dan nekat.


               “ Sial sial!” gerutu Cassandra sambil melihat goresan di tumit dan telapak kakinya.


               “ Aduh !! “ pekik Cassandra saat telapak kakinya terasa perih untuk berjalan. Ia mengumpat Alex habis habisan, karena laki laki itu, ia harus bersusah payah untuk menaiki tembok. Untungnya, Clara tidak memergokinya sedang berusaha kabur. Kalau melihat itu, dia pasti akan langsung melapor pada Alex.


               “ Sekarang bagaimana—“ Cassandra bertanya dengan putus asa. Ia setengah berlari menjauhi rumah Alex. Yang sialnya, tidak ada di tengah tengah kota persis. Alex pasti sengaja.  Cassandra ingin mengumpati laki laki itu. Ponselnya bahkan tak tau ia letakan di mana.

__ADS_1


 


__ADS_2