Sexy Partner

Sexy Partner
8. That's my way to catch you.


__ADS_3

Tangan Casandra mengusap kasar kulitnya dengan sabun, “ Besok ku ganti prinsip hidupku! Prinsipku sekarang, jangan jadi orang KECAKEPAN!! Yang penting jadi wanita BEBAS ... Aragh...!! “


               Casandra mengacak acak rambutnya dengan shampo secara kasar. “ Mau di taruh di mana mukaku kalau laki laki itu melihat aku memakai baju darinya .. “, ucap Casandara pada pantulan dirinya di cermin.


               “ Tapi gaun ini benar benar cantik, sial .. “


               Tanpa sadar tangan Casandra menelusri setiap detail gaun itu. Tangannya terhenti di tag yang ada di baju itu.


               “ Picasso Monteus ..? “ seru Casandra dengan keterkejutan tak di tutup tutupi.


               “ Ini baju mahal, pantas saja sesuai seleraku .. “ Casandra tersenyum iseng dan juga jahil secara bersamaan. “ Inilah kenapa aku suka jadi kaya .. “ seru Casandra lagi. Tapi dengan nada miris.


               “ Karena keserakahanku, aku sampai tak sadar ayahku dalam masa masa sulit ... “


               Casandra teringat ayahnya, Damian. “ Pasti ayah punya pendapat lain tentang ini .. “ Casandra masih tak percaya keputusan yang di ambil oleh ayahnya itu. “ Maaf ayah .. “  rengek Casandra seperti anak kecil.


               “ Sudah menyusahkanmu, dan tak mau mendengarkan wejanganmu – “ Casandra tak bisa menahan air mata. Ia teringat saat ayahnya memintanya untuk mulai bekerja dari pada main main.


               Tapi ia menjawab dengan candaan. Pasti saat itu ayah sedang meminta bantuan secara tak langsung padaku, tapi aku tak menganggap itu serius. Ayahku mengambil keputusan ini, karena ulahku sendiri.


               Casandra terus bermonolog pada dirinya sendiri di pantulan cermin.


               Brak!!! Alex masuk dengan membobol pintu kamar mandi. Wajah cemasnya terlihat sekilas, tapi ada pantulan amarah.

__ADS_1


               “ Kenapa kamu mendobrak pintu kamar mandi sembarangan ..!! “ Casandra berani berteriak karena tau itu Alex. Alex hanya mengambil nafas kasar. Ia ketakutan setengah mati.


               Ia membuka pintu kamar dan tak melihat Casandra, ia menunggu lumayan lama tapi Casandra tak keluar dari kamar mandi, sebenarnya. Alex taku Casandra pingsan di kamar mandi karena menolak makan.


               “ Menurutmu – “ Alex masih mencoba menenangkan diri.


               “ Menurutku kamu kurang ajar ! “ Casandra memperhatikan ekspresi wajah Alex yang tak bisa di jelaskan.


               Alex malah melihat tubuh Casandra yang sekarang berbalut pakaian yang di belinya dua hari yang lalu bersamaan saat membawa Casandra ke rumahnya. Sekejap, Alex memperhatikan Casandra dengan kekaguman.


               Alex!! Sadar! Sadar! Alex mengerjap untuk menyadarkan diri.


               “ Ikut aku ..! “ seru Alex dengan memerintah. Ia beranjak keluar tanpa di ikuti Casandra.


               “ Ikut aku ..! “ seru Alex lagi dengan kesal. Ia tak mau berlama lama berduan saja dengan Casandra di dalam kamar mandi.


               “ Sarapan .. “ ujar Alex sembari berjalan keluar terlebih dahulu.


               “ Dasar labil! “ komentar Casandra saat ia ingat. Baru beberapa menit yang lalu, Alex tak mau memberi makan tawanannya itu.


               Casandra mengikuti langkah Alex yang lebar lebar itu. tapi tetap menjaga jarak dari laki laki dengan emosi naik turun itu. ia menuruni tangga spiral dengan hati hati. Kakinya masih telanjang bulat. Tak beralas kaki. Sedangkan Alex sudah berkemeja rapi dengan sepatu kulit mengkilap.


               Langkah Alex terhenti di meja makan dengan semua menu sarapan lengkap. Mulai dari oat, roti gandum kasar, sampai makanan lain.

__ADS_1


               “ Silahkan duduk Nona .. “ Clara menarik kursi untuk Casandra. Dengan damai, perempuan itu duduk dengan santainya. Semua makanan di meja, membangkitkan gairah makannya pagi ini.


               Alex duduk dengan mata mengawasi, ia melihat ke arah Casdanra tanpa di ketahui oleh wanita itu. Tangannya sibuk mengambil sarapan. Tapi ekor matanya mengawasi Casandra.


               Casandra asik makan tanpa menghiraukan keberadaan Alex. Mulutnya penuh dengan makanan. Nafsu makannya besar, tapi tubuhnya kurus. Casandra sendiri bingung bagaimana menikan berat badannya.


               “ Cepat tanda tagani surat kontrak itu sebelum siang nanti, karena harus di bawa ke notaris hari ini .. “ akhirnya Alex bersuara. Mata Casandra menantang Alex, “ Aku bukan bagian dari kontrak. Aku takan menandatanganinya ataupun menyetuji semua isinya .. “


               Casandra tak takut dengan Alex. Alex tak pernah mendapat pembangkang seperti Casandra. Hubungan mereka bisa di ibaratkan air dan minyak.


               “ Kamu mau ayahmu mati serangan jantung karena mendapat banyak tuntutan dari pegawai pegawainya .. ? “  Alex melihat ekspresi kekhawatiran dari Casandra. Seingat Alex, Casandra sangat manja pada ayahnya.


               “ Apa kamu tidak punya cara lain selain mengancamku dengan kematian orang orang di sekitarku. Terlalu klasik .. “ Casandra mencoba tenang dan menyeruput minumnya.


               “ Jangan jadi pembangkang ..! “ Alex menatap Clara dengan pandangan terganggu. “ Pergi, tinggalkan kami sendiri .. “


               Mendengar perintah Tuanyna itu. Clara langsung beringsut pergi. Tuannya mudah emosi.


               “ Aku bukan pembangkang! Batalkan kontrak tidak masuk akal ini, jangan membawa bawaku! Kita bahkan tak saling kenal! “ Casandra berteriak penuh amarah.


Seorang wanita independen dengan kebebasan layaknya burung camar. Terkurung seperti ini, pastilah membuat Casandra sangat frustasi.


               “ Kalau aku batalkan kontrak ini, apa yang akan kamu jaminkan padaku .. ? “

__ADS_1


               Alex menantang Casandra, tapi tatapan perempuan itu tak memperlihatkan ketakutan sedikitpun.


               “ Ku bayar sepuluh triliyun milikmu! Dan cari perempuan lain untuk mengandung anakmu! “


__ADS_2