Si Tampan Gunung Es

Si Tampan Gunung Es
15


__ADS_3

Karena tidak ingin terlambat dalam pelajaran bu Susi, aku memutuskan berjalan dengan terburu-buru. Aku sampai di kelasku 08.57.


“Huh, akhirnya sampai juga” ucapku ngos-ngosan.


“Buruan sini” panggil Lina dengan melambaikan tangan, yang melihatku masuk ruangan.


“Ok ok” jawabku.


Tidakk cukup 3 menit kemudian, bu Susi segera memasuki ruangan dengan wajah killernya dan dia segera memulai pelajarannya.


“Baik anak-anak, karena hari ini ibu ada pasien darurat dirumah sakit. Maka mata kuliah ibu hari ini akan digantikan oleh senior kalian. Dan hari ini kalian bisa bertanya padanya, karena minggu depan kita akan ujian” tutur bu Susi.


“Yaaaaahhhhh, ujian lagi” keluh kami semua.


“ Ya sudah Adryan, silahkan masuk” panggil bu Susi kepada pria yang sedang berada diluar kelasku.


“Baik bu” ucap Ryan sopan dan bergegas masuk ruangan.


“HAH, Ryan” kagetku dan juga Lina.


“Wah kalau yang ngajar cogan gini mah, gue mau aja” jawab seorang mahasiswa yang hanya dibalas senyum oleh Ryan.


“Wah, senyumnya bikin gue klepek-klepek” jawab mahasiswa lain.

__ADS_1


“Sudah-sudah, kalian jangan pada ribut” tegur bu Susi.


“Baik bu” jawab kami serempak.


“Baiklah ibu serahkan pada kamu dulu untuk hari ini Adryan, nanti kalau ada apa-apa kamu lapor saja pada saya” tutur bu Susi pada Ryan.


“Baik bu” jawab Ryan sopan.


“Anak-anak, ibu tinggal dulu. Silahkan bertanya pada Adryan jika ada hal yang tidak dimengerti seputar yang akan dujiankan minggu depan” pamit bu Susi.


“Baik bu” jawab kami serempak dengan sopan dan bu susi segera pergi.


Tampa menunggu waktu lama, Ryan segera memulai kelas setelah kepergian bu Susi.


"Dia pandai skali bermain muka, padahal biasanya wajahnya dingin kaku. Eh sekarang malah senyum ramah" ucapku dalam hati.


“Siap kak” jawab teman-teman kecuali aku.


Setelah lebih dari 45 menit Ryan menjelaskan contoh-contoh soal, dia mulai memberi kami waktu untuk bertanya.


“Jika masih ada yang kurang paham dari contoh soal tadi, silahkan tanyakan yah” tutur Ryan.


“Kak” seru ku sambil mengangkat tangan.

__ADS_1


“Oh iya, silahkan” seru Ryan mempersilahkan.


“Kak, saya belum terlalu mengerti pada soal nomor 4 tadi. Pada penjabaran bagian ini (sambil menunjukan bukuku)”


“Oh itu sih gampang, ini soal yang mirip dengan soal pada nomor 7, pada halaman 34, coba deh bukunya di buka” tutur Ryan lembut.


Aku segera membuka bukuku, sontak aku terkaget tidak percaya. Bagaimana mungkin dia bisa mengingat contoh soal yang sama persis dengan letak halamannya. Dan setelah kulihat, memang kudapati contoh soal yang disebutkan pada halaman buku tersebut.


“Wah, tepat sekali ini contoh soal yang sangat mirip, bagaimana mungkin?” gumanku.


“Wah kak Adryan hebat yah” sahut teman disampinku yang juga menyaksikan kejadian itu.


“Heheh, itu mah biasa. Kalau kalian sering membuka buka kalian, maka kalian akan mengingat dimana letak setiap materi dan itu sangat membantu ketika kita sedang kesulitan. Seperti saat ini” tutur Ryan. Sedangkan aku hanya sibuk memperhatikan contoh soal itu dan mangguk-mangguk sendiri tanda sudah mengerti dengan soal nomor 4 sebelumnya.


“Ok baiklah, masih ada yang ingin ditanyakan?” tanya Ryan kembali.


“Oh ya kak, kak Adryan masih jomblo apa tidak” tanya salah satu mahasiswa dengan centilnya dan tanpa malu-malu, dan aku juga karena penasaran langsung antusias melihat kearah Ryan. Yah biasa lah, aku kan memang penggemar rahasia hehe.


“Itu diluar pembahaan yah, ehheh” jawab Ryan menghindari topik.


“Kalau sudah tidak ada pertanyaan lagi, kita akhiri pertemuan hari ini dan jangan lupa belajar untuk ujian minggu depan!!” Sambungnya.


“Siap kak” jawab teman-teman serempak tak terkecuali Lina.

__ADS_1


__ADS_2