
Setelah perjalanan pulang tampa suara tadi, akhirnya kami sampai juga didepan rumah mewah keluarga Ryan.
"Turun lo" perintah Ryan judes.
"Apa sih, siapa juga yang mau lama lama diatas motor lo" jawabku tak kalah judes.
Ryan langsung berjalan kasar masuk rumahnya.
"Sayang kamu sudah pulang? Syam mana?" tanya tante Rini dari dalam rumah.
Namun Ryan tidak menjawab, hanya menunjuk kebelakannya mengisyaratkan ada aku.
"Assalamualaikum tante" ucapku ramah.
Dan tante Rini antusias mengajakku masuk.
"Syam ayo masuk. Duduk dulu. Mau minum apa Syam?" tanyanya.
"Apa aja tante" jawabku.
Beberapa saat kemudian tante Rini keluar dari dapur sambil membawa nampan jus alpukat, aku refleks tersenyum melihatnya. Karna jujur saja itu adalah minuman kesukaanku sejak kecil.
"Kenapa Syam?" Tanya tante Rini yang melihatku tersenyum.
__ADS_1
"Tidak apa-apa tante" jawabku masih tersenyum.
Tante Rini membalas senyumku dan menyodorkan gelas jus buatannya.
"Oh ya tant, om Hendra dimana?" Tanyaku penasaran karna sejak tadi aku tidak melihat om Hendra.
"Om lagi dirumah sakit Syam, katanya ada pasien darurat tadi" jawab tante Rini.
"Oh ya tant, tante biasanya sendirian di rumah?" tanyaku penasaran.
"Selain Ryan dan papahnya, Sebenarnya disini ada banyak mba-mba pelayan. Tapi mereka sibuk dengan tugas masing-masing" jelas tante Rini.
"Kalau tante biasa kesibukannya apa?" tanyaku lagi.
"Kalau tante biasa ke resto milik tante, hanya sekarang tante lagi pengen istrahat. Lagian sudah ada orang kepercayaan tante yang hendel Syam" jelasnya lagi.
"Tante Rini sebenarnya punya dua restoran mewah yang tante bangun dengan keringat sendiri, sebelum menikah dengan papah Ryan. Namun karena tante sudah sering merasa kelelahan, papah Ryan malah nyuruh tante kurangin kerjaan" tuturnya panjanng lebar.
"Pasti om Hendra takut tante kenapa-napa" jelasku menghibur tante Rini.
Sekitar satu jam kami berbincang-bincang. Aku sesekali melihat jam tanganku dan sekarang sudah pukul 4 lewat. Aku memutuskan untuk pulang.
"Oh ya tant. Ini sudah sore, Syam mau pamit" pamitku.
__ADS_1
"Oh iya Syam. Nanti kesini lagi ya! Soalnya tante kesunyian dirumah ini" ucap tante Rini dengan wajah sedikit sedih.
Melihat perubahan wajah tante Rini, aku langsung mengiyakan ajakannya.
"Ryan, sayang" panggil tante Rini.
"Iya mah, kenapa?" tanya Ryan bingung.
"Ini loh Yan. Syam mau pulang?" jawab tante Rini.
Ryan bertambah bingung mendengar perkataan mamanya.
Trus kalau dia mau pulang apa hubungannya dengan dia? Kira kira seperti itu pikiran Ryan.
"Lalu"? Tanya Ryan bingung.
"Dia kan tamu kita Yan. Jadi sepantasnya kita antar keluar". Jelas tante Rini.
Huh mama ada-ada saja. Emang sejak kapan kalau ada tamu Ryan harus ikut antar. Guman Ryan.
Dengan wajah terpaksa Ryan juga mengekor mamanya untuk mengantarku keluar.
***
__ADS_1
Apartemen
Kini waktu menunjukan kurang dari jam 5 sore. Setelah membersihkan diri, aku memilih untuk sedikit bersantai dan menonton drama korea kesukaanku. Yah maklum lah. Jujur saja aku sangat menyukai drakor. Bukan hanya karna pemerannya yang tampan dan cantik, tapi aku tidak bisa pungkiri jika alur ceritanya juga menarik. Sekitar 50 menitan aku menghabiskan waktu di depan leptop kecilku. Aku memilih beranjak dari posisi nyamanku karna kulihat waktu sudah mendekati solat maghrib. Lalu mempersiapkan diri untuk segera menunaikan solat maghrib.