
Seharian ini aku begitu kelelahan, hingga saat di jalan pulang yang terbayang hanyalah kasur empuk di apartemenku. Yah benar. Aku di disini tinggal sendiri diapartemen sederhana. Itu karna aku tidak ingin merepotkan ayahku untuk menyewakan apartemen mewah, walaupun sebenarnya ayahku sangat memaksa membelikanku rumah disini. bagiku bisa kuliah dan dapat tempat yang cukup layak saja ini sudah membuatku bersyukur.
###
"Hooaaaammmmmm" aku menguap sambil menutup mulutku.
"Oh ya sekarng pukul brapa?" Ucapku bingung.
Namun dengan cepat mengecek jam di layar ponselku.
"Hummm untunglah, ternyata baru maghrib. Dengan cepat aku mengambil air wudhu, untung sudah mandi tadi” gumanku.
Setelah berwudhu aku solat magrib tak lupa mengaji dan zikir sekalian menunggu solat isya.
“Sekarang sudah solat isya, mau makan apa yah?” gumanku sambil menimbang-nimbang makan malam apa yang akan kumakan. Yah, tentu saja kalian tidak boleh membayangkan makanan mahal. Tau lah anak rantau. Makan teratur saja untung-untungan. Selain karena tugas yah karna ngirit. Heheh.
walaupun sebenarnya ayah tidak pernah membatasiku masalah uang tapi tetap saja aku merasa tidak enak.
***
__ADS_1
Aku memutuskan untuk ke kafe depan gedung apartemenku. Setelah mendapat apa yang aku inginkan, aku segera kembali ke apartemen. Sambil terburu-buru karena lapar aku tidak memperhatikan jalan dan “BRUKK” aku terjatuh lagi.
“Sial apa sih aku ini hari” sebalku.
selain malu aku merasa sayang dengan makanku, hingga aku termenung menatapnya.
“Nona, nona” orang yng menabrakku menyadarkanku dengan melambai-lambaikan tangannya.
“Eh. Eh. Iya. Maaf” jawabku kaku dan malu-malu.
“Tidak nona, saya yang harusnya meminta maaf. Tadi saya fokus memainkan ponselku sambil berjalan makannya sampai menabrak nona” jawab pria tampan itu.
“Oh iya, orang yang menabrakku itu cogan loh,, heheh. Tapi tunggu dulu dia sudah berumur loh. Jangan bayangin yang aneh-aneh"
“Nona, maaf karena saya makanan anda jadi tercecer” sambunngnya lagi dengan rasa bersalah.
“Oh tidak apa-apa tuan, saya juga tadi salah” timpalku.
“Oh ya nona, sebagai permintaan maaf bagaimana kalau saya traktir, itung
__ADS_1
-itung sekalian gantiin makan malam nona” tambahnya.
“Maaf saya takut merepotkan tuan” jawabku.
“Oh tidak sama sekali nona” jawabnya lagi.
“Baiklah tuan” jawabku. aku memutuskan untuk menurutinya saja agar tidak ada perdebatan lagi.
Setelah memesan makanan, kami makan dan hanya berbincang ala kadarnya saja. Karna aku memang tidak biasa berbicara dengan orang asing. tidak lama kami segera menyelesaikan makan malam kami. Lalu aku memutuskan untuk segera pergi dari situ.
"Oh ya tuan, saya permisi dulu. Terimakasih atas makanannya" ucapku. "Iya sama-sama. Apa perlu saya mengantarmu, nona?" tanyanya.
"Oh tidak tuan, aku sudah cukup merepotkan anda, sekali lagi terimakasih" tambahku.
"Iya hati-hati nona" ucapnya.
"Iya tuan permisi"
Diperjalanan pulang aku terpikirkan kejadian sialku hari ini. Bagaimana mungkin dalam sehari aku menabrak dua orang sekaligus. Yah, walaupun yang pertama bukan aku yang salah tapi tetap saja aku merasa sial dan untung saja orang yang kutabrak baru-baru sangatlah ramah. Sangat berbanding terbalik dengan yang menabrakku tadi pagi. Yah walaupun sama sama tampan sihh, heheh. "Duh apaan sih, dasar aneh" aku menepis pikiran anehku dengan melambaikan tangan berulang kali di depan wajahku.
__ADS_1
"Huff. akhirnya sampai juga diapartemen" ucapku sambil membuka pintu apartemen.
bersambung___