Si Tampan Gunung Es

Si Tampan Gunung Es
06


__ADS_3

“Huh ini mobil juga pake mogok sgala”.. gerutu om Hendra.


Aku yang sedang melaju tiba-tiba berhenti melihat mobil yang berhenti.


“Assalamualikum. Maaf tuan apa ada yang bisa saya bantu?” Tanyaku pada pengendara mobil itu.


“Walaikumussalam” jawabnya.


“Eh nona. Nona bukannya yang itu hari yah?”. Tanyanya.


Aku mencoba mengingat lagi. dan ternyata dia adalah orang yang pernah aku tabrak di resto.


“Iya tuan itu saya” jawabku.


“Begini nona aa”, sambil berpikir namaku.


“Syam tuan. Nama saya Syam, panggil saja syam”. Jawabku.


“Ooh.  Oh ya Syam, om ada jadwal operasi tapi mobil om mogok gimana nih”. Ucapnya bingung.


“Ya sudah tuan, tuan pinjam saja motor Syam. Nanti Syam yang jaga mobil tuan” tawarku.


“Panggil saja om, Syam. Oh apa tidak massalah?” tanyanya.


“Tidak masalah kok om”. Jawabku


“Ya sudah. Nanti om akan telpon petugas bengkel. Oh ya, apa om bisa minta nomor telepon kamu atau alamat kamu, biar bisa om balikin motornya?” tanyanya.

__ADS_1


“Oh iya om” jawabku.


Aku segera memberi nomorku padanya.


“Baik Syam. Om pergi dulu.  Assalamualikum” pamitnya


“Walaikumussalam”. Jawabku.


Lalu dia bergegas pergi meninggalkan aku dan mobilnya dalam keadaan mogok ini.


**


Tampa menunggu waktu lama, tibalah om Hendra dirumah sakit. Sesampainya dirumah sakit dia bergegas menuju ruang operasi, yang memang sejak tadi kehadirannya sudah ditunggu-tunggu.


Setelah bergulat dengan pisau bedah selama lebih dari dua jam, akhirnya dia keluar dari ruang operasi.


“Akhirnya selesai. Untung ada gadis itu”. Guman om Hendra.


“Itu loh maa. Gadis sopan yang pernah papa ceritain. Waktu papa nabrak di resto”. Jawabnya.


Lalu istrinya mangguk-mangguk sendiri Sambil berpikir tetang gadis yang pernah diceritakan oleh suaminya tersebut.


“Oh ya, mamah kok disini , Emang mama ngapain disini?” Tanya om Hendra bingung.


“Ini pah, tadi mama dari makan sama teman-teman mama, jadi sekalian singgah kesini bawain papah makan siang?" jawab istrinya.


“Papah belum makan kan?” lanjutnya.

__ADS_1


“Oh iya mah, kebetulan papa blum makan. Makasih yah. Ayo kita keruangan” ajak om Hendra sambil menggandeng tangan istrinya. Sedangkan para perawat lain yang memperhatikan mereka hanya senyum-senyum bahagia melihat pimpinan mereka itu.


“Ciiieeee, sosweet bangat sih dok?” ucap seorang perawat.


“Haha, iya nih. Jalan kok pake gandeng tangan sgala. Bikin ngiri aja" Tambah perawat lain.


“Uuhhuii, jiwa kejombloanku meronta-ronta dok” jawab beberapa perawat berbarengan.


“Hahha, makanya nikah. Pada syirik aja” jawab om Hendra santai dan berlalu pergi.


Sedangkan Rini istrinya hanya tersenyum menanggapi sikap suaminya yang kekanakan ini.


Mereka memang bisa dibilang pasangan yang dikagumi oleh banyak orang. Bagaimana tidak, walaupun mereka sudah menikah lebih dari 24 tahun, tetap saja hubungan mereka harmonis dan pastinya romantis.


***Diruangan


“Oh ya pah. Emang gadis yang papah ceritain kenapa pah” Rini.


Lalu om Hendra menceritakan kejadian tadi.


“Hmm. Dia baik juga ya pah”, ucap tante Rini.


“Iya mah”. Timpah om Hendra.


“Papah sampai binggun juga sih, ternyata dizaman sekarang masih ada juga orang yang tulus menolong orang lain, walaupun belum mengenal orang itu” tambah om Hendra.


“Iya pah, mama sampai penasaran bagaimana dia” jawab tante Rini sambil berpikir kira-kira bagaimana Syam itu.

__ADS_1


“Oh ya pah, besok-besok ajak dia ketemu mamah yah, mamah penasaran banget nih sama dia” pinta tante Rini.


“Iya deh, nanti kita coba tapi papa ngga bisa janji” jawab om Hendra.


__ADS_2