
Di apartemen aku yang sedang sibuk mengurus tugasku, tiba-tiba ponselku berdering,,,
Ddrttttt ddrrtt
“Oh ayah” gumanku ketika melirik layar ponselku yang berdering.
“Hallo yah”
“Bagaimna kabarmu nak” tanya ayah diseberang telpon.
“Aku baik yah, ayah bagaimana? Dan ibu mana yah?” tanyaku balik.
“Kami baik nak. Ini ibu sedang nonton” jawab ayah.
“Oh ya, kamu sedang apa nak?” tanya ayah.
“Lagi ngerjain tugas yah. Entah kenapa tugas syam selalu banyak padahal syam tidak pernah menunda mengerjakan tugas” jawabku lesu.
“Sabar saja sayang. Tapi kamu jangan lupa istarahat. Kesehatan itu penting loh. Kamu kan calon dokter” tambah ayah.
“Iya yah"
“Ya sudah nak. Kamu istrahat gih” perintah ayah.
Lalu ayah memutuskan telpon kami. Ayah dan ibu memang selalu menelponku, entah karena ada hal penting atau hanya sekedar bertukar kabar.
Setelah selasai berbicara dengan ayah, aku menatap ponselku. Kulihat jam di layar ponsel.
“Oh pantas ayah menyuru tidur. Rupanya sudah pukul 01.12 ternyata” Gumanku. Ya udah deh gua tidur aja.
****KAMPUS
__ADS_1
Pagi ini, entah ada angin apa aku begitu bersemangat untuk ke kampus.
“Lin lin lin” panggilku letika melihat Lina berjalan di depanku.
“Apa sih gua ngga budek kali Syam” jawabnya ketus.
“Iye gua tau lo ngga budek, hanya tuli” jawabku dengan wajah jail.
“Yaah sama geblek. Lo napa sih sampai segitunya?” Lina.
“Ngga paapa sih Lin” Jawabku cengengesan.
“Huh” sebal Lina.
Aku dan Lina, memang sering bercanda.
Aku juga sering dibilang kecentilah sama dia, hanya kalau dengan orang yang belum terlalu kenal yah gitu. Nutup diri gue. Ngga nyaman aja sih. Sedangkan Lina, mau di depan orang baru atau orang lama dia mah sama aja, sama-sama kecentilan, ahahha.
“Lo mau nanya apa sih, pake ngizin sgala” tanyaku malas.
“Eh ngga jadi deh. Malas gua” jawab Lina sebal.
“Emang apaan sih Lin. Kepo gua” kepoku.
“Ayo sambil jalan” ajak Lina.
“Syam, ada teman gua yang nanyain nomor lo, apa boleh gua kasih?” Lina.
“Lin, lo kan tau. Gua anti yang kaya gitu-gitu” jawabku malas.
“Iya deh, iya. Gua minta maaf. Gini nih. Jadi lo jomblo troooossss” cibir Lina.
__ADS_1
“Hina Lin hina. Dari pada loh galau truusss” jawabku tidak mau kalah dengan Lina.
"Hahahaha" kami tertawa bersamaan.
Akhirnya kami sampai juga di ruangan.
“Hy Syam, Lina” Sapa teman-teman ketika kami masuk ruangan.
“Hy gaiiss" jawab Lina.
Oh ya, aku dan Lina emang terkenal gais. Lina terkenal dengan centilnya dan aku terkenal karna cueknya. Tapi sebenarnya mereka tertipu sih. aku cuek hanya sama orang ngga terlalu dekat. Tapi coba dengan lina. Yah seperti yang aku bilang sebelumnya. kalau menurut lina ku kecentilan. padahal ngga terlalu juga. hahahh.
Setelah 2 jam fokus dengan mata kuliah, akhirnya sampai juga di ujung waktu.
“Baiklah anak-anak. Jangan lupa ngerjain tugasnya minggu depan” tutur pak Riski mengakhiri pertemuan hari ini.
“Baik pak” kompak kami semua.
“Ya elaah tugas lagi-tugas lagi” keluh Lina.
“Sabar Lin. Sabar. Namanya juga kuliah. Kalau ngga mau punya tugas. Noh di rumah aja” timpahku mengejek.
“Huh, kau enak Syam. Otak lo encer nah gue?" lina sambil menunjuk dirinya.
"Tapi gua bingung. Lo keliatan nyantai tapi tugas lo selesai mulu. Dan nilai lo juga bagus” tanya Lina curiga.
“Apaan sih Lin” aku hanya menggeleng tak percaya dengan apa yang dipikirkan sahabatku ini.
“Apa jngan jangan” selidik Lina.
"PLAAAKKK" tiba-tiba saja mendarat pukulan diatak kepala Lina.
__ADS_1
bersambung___