
Rumah Adryan.
Ryan dan keluaga harmonisnya sedang makan siang di rumah mewah mereka. Sembari makan mereka tidak lupa berbincang.
"Pah, kapan-kapan boleh ya mama ajak Syam lagi. Sudah lama mama ngga ketemu dia pah" ucap mamah Ryan sembari menyantap makanan ditanganya.
"Terserah mama saja" jawab papa Ryan santai.
"Bagaimana Yan?" tanya mamah Ryan.
"Hm?" Tanya Ryan bingung namun tetap melanjutkan makannya.
"Kamu bisa ajak Syam ke sini kan?" Tanya mama.
"Ukhukukhuk" kaget Ryan.
"Mah kenapa harus Ryan sih, mama saja yang ajak sana" jawab Ryan malas.
"Lagian mah sekarang gadis itu lagi sibuk" tambahnya.
"Kok bisa?" Tanya mama Ryan bingung.
"Kan sekarang dia masuk semester paling berat mah, ditambah sekarang lagi musim praktikum" jelas Ryan.
"Hm gitu?" Kok Ryan tau?" Tambah mama bingung.
"Ryan stalking Syam yah?" meledek mama Ryan dengan senyum menyelidiknya.
__ADS_1
"Ukhukukhuk" mama apaan sih. Ngapain juga Ryan stalking gadis itu...
"Syam. Namanya Syam" tegas mama sebelum Ryan menyelesaikan ucapnnya.
"Iya mah, maksud Ryan Syam. Ryan tau kalau dia sibuk karna Ryan juga kan pernah ngalamin mah, lagian Ryan juga kadang jadi asisten. Jadi wajar kalau Ryan tahu" jelas Ryan panjang lebar.
"Sudah sudah, mending kalian makan" tengah papa Ryan.
"Tapi kalau kamu stalking nggapapa juga loh Yan" tambah papa Ryan meledek.
"Hahhahah" mama Ryan langsung tertawa lepas mendengar ucapan suaminya itu.
Selepas makan siang keluarga Ryan kembali berkumpul diruang keluarga. Mereka berbincang tentang kelanjutan pendidikan Ryan.
"Kamu jadi lanjut di inggris Ryan?" Tanya papa.
"Iya pah" jawab Ryan singkat.
Mama Ryan memang belum mengizinkan Ryan untuk melanjutkan studinya diluar negri. Walaupun disana ada keluarga papanya tapi tetap saja dia khawatir.
"Ya sudah mama ajak saja Syam tinggal disini" jawab Ryan ngasal. Hal itu karena Ryan merasa jengkel dengan mama sama papanya, karna setiap detik yang mereka bahas hanyalah Syam.
Mendengar jawaban Ryan barusan. Sontak mata mama sama papa membelalak.
"Memang kamu yakin? Kalau kamu mau Syam jadi menantu mama, mama akan sangat senang mengajaknya kesini" tutur mama dengan senyum jail yang bercampur bahagia.
"Haha, boleh juga tuh mah. Papa juga setuju" jawab papa memperjelas.
__ADS_1
"Udah ah, Ryan kekamar dulu" karena tidak ingin mendengar ocehan keluarganya lagi ryan memutuskan untuk masuk kamar.
"Huh, menantu??? Ngayal kali mama. Ngapain juga aku harus nikah sama cewe kaya dia. Kalau bukan jutek pasti bawel.
Gerutu Ryan yang tidak habis pikir dengan pendapat mama sama papahnya.
...
Di kamar mewahnya, Ryan sedang asyik duduk santai di balkon kamarnya. Tiba-tiba ponselnya berdering dan itu adalah panggilan dari Rendi.
"Halo Rend, Kenapa?" tanya Ryan.
"Oi bro, santai kali. ngga usah to the point gitu. Ngga asyik lo" ledek Rendi di seberang telpon sana.
"Udah buruan!!" ketus Ryan.
"Malam ini kita jalan, mau ngga lo?" tanya Rendi.
"Emang mau kemana?" bingun Ryan.
"Biasaa cuci mata" ucap Rendi santai.
"Ngapain lo ngajakin gue cuci mata. mending lo kemesjit, dengarin ceramah itung-itung cuci hati lo yang busuk itu" jelas Ryan.
"Yaaahhhh. Ngga asyik lo" jawab Rendi sedikit kecewa.
"Lagian lo ngajakin ke hal yang ngga benar. Kan gue malas jadinya. Mending kita betulan ke masjid deh. Kebetulan malam ini malam jumat" ajak Ryan.
__ADS_1
"Hum. begini nih kalau punya teman ustad. Tapi ya udah deh. Gue ngikut aja" malas Rendi dan langsung mematikan telponnya.
"Kebiasaan nih anak. Main matiin telpon sepihak" Guman Ryan yang berlalu meninggalkan balkon kamarnya.