Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
Episode 1


__ADS_3

Namaku adalah Zilvina Evangelion.Aku adalah siswa dari sekolah menengah pertama. Sebelumnya aku adalah anggota dari geng pembunuh bayaran ternama dikota B yaitu Dandelion. Aku dan ketiga patnerku yaitu Lilia Leposter, Sheon Renvils dan Fania Polingten pergi dari organisasi tersebut untuk menyelesaikan misi rahasia dan menyamar menjadi siswa dari sebuah sekolah menengah dan jadilah aku yang sekarang.


Pagi itu guru mengajak Zilvina dan teman temannya untuk menuju ke kelas dan memperkenalkan diri.


"anak anak, ini adalah teman baru kalian" guru memasuki ruangan dan memperkenalkan para siswa baru.


"kalian ber-empat silahkan memperkenalkan diri masing masing" sambung guru memerintahkan Zilvina dan teman temannya memperkenalkan diri. Karena diminta oleh gurunya Zilvina dan teman temannya memperkenalkan diri namun mereka tidak menyebutkan nama belakang mereka demi keberlangsungan misi yang mereka jalankan.


"hai perkenalkan namaku Zilvina" ucap Zilvina memperkenalkan diri dan diikuti oleh ketiga temannya.


"halo namaku Fania"


"hai namaku Sheon kau bisa menyebutku si imut"


"Aku Lilia"


"baiklah... kalian silahkan duduk dan kita mulai pelajaran hari ini" ucap guru.


Setelah perkenalan singkat tersebut, mereka ber-empat harus mengikuti pelajaran seperti siswa lainnya, namun setelah jam pelajaran yang membosankan dan panjang tak terasa waktu jam istirahat pun telah tiba.


"hei Zilvina, apakah kau ingin ke kantin bersama kami?" tanya Lilia sahabat + mantan partner Zilvina di geng Dandelion.


"boleh, ayo!" jawab Zilvina lalu mengikuti teman temannya untuk pergi ke kantin sekolah.


Mereka pun menuju ke kantin dan makan bersama, setelah selesai makan mereka berniat untuk kembali ke kelas. Tapi tanpa diduga duga ada beberapa siswa yang tidak suka akan keberadaan mereka, hal itu dikarenakan mereka adalah siswa baru di sekolah tersebut. Siswa tersebut berencana menjebak Zilvina dan teman temannya dengan menaruh ember yang berisi air diatas pintu, tujuannya saat Zilvina dan teman temannya hendak membuka pintu air di dalam ember tersebut akan tumpah dan membasahi Zilvina serta teman temannya. Dikarenakan tidak mengetahui apa yang terjadi, Zilvina pun membuka pintu dengan santainya, air itu hampir tumpah dan membasahi Zilvina, namun berhuntungnya ada seseorang siswa laki laki yang menolongnya.


"awasssss!!!!" teriak seorang siswa laki laki sembari mendorong Zilvina.


"apa kau terluka?" tanya siswa laki laki tersebut terlihat khawatir.


"tidak, terima kasih sudah membantuku" jawab Zilvina.

__ADS_1


"Zi17Flash ah maksudku Zilvina apa kau terluka?" tanya Fania pada Zilvina.


"Zi17Flash? bukankah itu si gadis pembunuh bayaran yang terkenal dikota B? jangan jangan kalian adalah..." kata Vino sambil bertanya tanya.


"ehhhh... itu hanya main main saja jangan terlalu menggangapnya serius, kami hanya terlalu mengagumi Geng Dandelion saja jadi kami mengunakan nama mereka hehehe" jawab Sheon panik sembari mencari alasan.


"iya iya betul sekali, oh ya kami akan membantu membersihkan baju Zilvina terlebih dahulu, sampai bertemu lagi" sambung Fania membantu mencari alasan.


"heyy! siapa namamu" teriak siswa laki laki tersebut. Namun dikarenakan mereka sudah pergi cukup jauh, mereka tidak mendengar perkataan siswa laki laki tersebut.


Untuk mencegah munculnya kecurigaan dari siswa laki laki tersebut mereka pun bergegas pergi ke dari tempat tersebut dan menuju ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi Lilia pun menasihati Fania agar tidak melakukan hal ceroboh yang dapat membocorkan identitas asli mereka.


"Hei Fa16Lion (Fania) mengapa kau sekarang sangat ceroboh? jika identitas asli kita terbongkar maka semua rencana kita akan hancur termasuk semua usaha yang sudah kita lakukan selama ini" tegur Lilia kepada Fania.


"maaf aku sangat panik sehingga tak sengaja menyebut nama itu" jawab Fania merasa bersalah.


"Sudahlah Li18Fire(Lilia) tidak perlu semarah ini bukan? ini bukanlah hal yang di sengaja" ujar Sheon berusaha menenangkan Lilia.


"Tapi She19ce(Sheon) ini terlalu berbahaya bagi penyamaran kita, jika identitas asli kita terbongkar maka misi ini akan sepenuhnya gagal juga" jawab Lilia.


Mereka pun bergegas kembali ke kelas namun sesampainya di depan kelas mereka di hadang oleh para siswa lama yang membenci para siswa yang baru saja pindah seperti Zilvina dan teman temannya.


"hei para siswa baru! anggap saja kau tadi hanya beruntung saja, untuk kedepannya jangan berharap kalian bisa lolos dariku" ucap salah satu siswa tersebut mencoba menakuti mereka.


"apa kamu bilang? kau yang seharus berhati hati" jawab Sheon marah.


"Sudahlah Sheon, mereka hanyalah sampah yang tak berguna" kata Fania menenangkan.


"hmph! dasar siswa baru tak berguna! awas saja kalian yaa!" ucap siswa tersebut.


Ketika mereka ingin berbuat lebih jauh lagi tiba tiba saja bel masuk pelajaran kedua berbunyi dan mengharuskan mereka untuk memasuki kelas dan mengikuti pelajaran.

__ADS_1


"sayang sekali bel masuk sudah berbunyi, kuharap aku dapat bermain dengan kalian lebih jauh lagi" ucap siswa tersebut seolah olah membuat Zilvina dan teman temannya takut.


Karena bel telah berbunyi, mereka pun bergegas pergi ke kelas dan memulai pelajaran kedua, singkat cerita bel sudah berbunyi yang menandakan jam pulang sekolah telah tiba. Tanpa di duga Zilvina telah di tunggu oleh siswa laki laki yang menolongnya tadi pagi.


"haii... namamu Zilvina bukan? perkenalkan namaku Vino Nathael kau bisa memanggilku Vino, kuharap kita bisa menjadi teman" ucap siswa laki laki tersebut sembari mengajak Zilvina berjabat tangan.


"Eeee hai Vino, kau dapat memanggilku Zilvina... aku rasa kau bisa menjadi temanku" jawab Zilvina sembari menerima ajakan jabat tangan tersebut.


"Emmm Zilvina, jika kamu tidak keberatan aku boleh tidak pulang bersama denganmu?" tanya Vino sembari malu malu.


"aku tidak keberatan sama sekali, tapi aku sedang menunggu temanku" jawab Zilvina.


"baiklah jika seperti itu aku akan menunggu mereka bersamamu" ucap Vino.


"ehh.. tidak perlu! kurasa mereka akan segera pulang, kita pulang mendahului mereka saja" saut Zilvina merasa tidak enak hati jika harus melibatkan Vino untuk menunggu teman temannya.


Mereka memutuskan untuk pulang bersama dan di perjalanan pulang mereka berbincang bincang dan terlihat sangat akrab,hingga tidak terasa mereka telah tiba di depan rumah Vino. Vino pun berpamitan dengan Zilvina lalu pergi memasuki rumahnya.


"ehh ini rumahku... sampai jumpa besok ya, Zilvina" ucap Vino lalu memasuki rumah tersebut yang ia maksud.


"iya.... sampai jumpa besok" jawab Zilvina sembari melambaikan tangan.


"rela meninggalkan kami demi teman barunya ya, Wahh sungguh hebat" ejek Sheon tiba tiba berada di belakangnya.


"Zilvina... sepertinya kau dapat menerima orang yang baru kau kenal dan menjadikannya temanmu, apa kau merubah pemikiranmu selama ini?" tanya Fania merasa curiga dengan Zilvina.


"emm aku aku tidak..." jawab Zilvina mencari alasan.


"sudah sudah! tidak perlu membicarakan hal yang tidak penting, kita akan menjalankan misi nanti" ucap Sheon memotong pembicaraan.


"misi? apakah kita masih saja mendapatkan misi? apa kau mengetahui misi apa yang akan kita jalankan kali ini?" tanya Zilvina kebingungan dengan maksud Sheon.

__ADS_1


"seperti biasa, kau tidak perlu khawatir" jawab Sheon.


"haihhh... baiklah, ayo cepat!" ucap Zilvina pasrah.


__ADS_2