Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
episode 26


__ADS_3

Untuk memberi sedikit pelajaran keoada Rose, Zilvina pergi ke ruangan pribadinya dan meminta Rose untuk pergi ke ruangannya tersebut.


"Haii kita bertemu lagi, Rose!" ucap Zilvina mempermainkan.


"ka-kauu ternyata... kau memang putri keluarga Evangelion" ucap Rose terkejut ketika melihat orang yang memanggilnya adalah Zilvina.


"sudah aku katakan sebelumnya, bukan? aku memiliki sedikit saham di perusahaan ini dan hanya untuk memecatmu saja aku mampu melakukannya" jawab Zilvina, membuat Rose ketakutan.


"mo-mohon maafkan saya atas ketidaknyamanan ini nona" Rose membungkuk meminta maaf.


"apakah kau mengira hal semacam itu cukup? merengek meminta maaf seperti anak kecil? hmph itu konyol! sangat konyol!" ucap Zilvina menertawakan perbuatan Rose.


"kau adalah siswa lulusan dari sebuah universitas terkenal di kota B dan juga prestasi yang kau miliki tidak sedikit, wajar saja bila perusahaan sebesar ini tertarik untuk mengajak dirimu bergabung dan juga kau adalah salah satu murid terbaik dari SMA terfavorit di kota A, namun siapa sangka kau pernah melakukan pembullyan di SMA mu berulang kali hingga orang tuamu dipanggil oleh pihak sekolah" sambung Zilvina sembari membaca sebuah dokumen yang berisikan data data Rose yang tidak pernah diketahui oleh orang manapun.


"ba-bagaimana dia bisa mendapatkan hal itu?" ucap Rose dalam hati, terkejut.


"dan bukan hanya itu saja, kau pernah tertangkap basah sedang memukuli adikmu sendiri hingga dia masuk rumah sakit dan memiliki setidaknya empat tempat luka jahitan dan patah tulang bagian lengan dan kurang lebih ada empat tulang rusuk yang patah" Zilvina melanjutkan membaca dokumen tersebut.


"wahhh...dibalik prestasimu yang gemilang ternyata kau adalah seorang pembunuh, kau bahkan membunuh hewan peliharaanmu sendiri karna dia menggagumu saat kau bersantai" sambung Zilvina dengan sedikit menaikkan nada bicara.


"ba-bagaimana kau mengetahuinya? a-aku tidak mungkin melakukan hal tersebut" ucap Rose mengelak.


"tidak perlu kau menutupi kebusukanmu itu, disini tidak ada orang lain selain kita, bahkan sekarang di dalam tasmu terdapat sebuah pisau kecil yang kau gunakan untuk menusuk hewan peliharaanmu 5 tahun lalu, huhhh ternyata kau sangat pandai menyimpan barang" jawab Zilvina.


"ti-tidak mungkin aku membawa benda tajam seperti itu ke kantor ini, itu sangat berbahaya" jawab Rose membela diri.


"sudahlah berhenti berpura pura! aku telah mematikan semua kamera pengawas di ruangan ini" ucap Zilvina sembari menunjukkan komputer bahwa kamera pengawas seruangan itu mati.

__ADS_1


"Hehehe hebat sekali kau... terima ini!!!!" teriak Rose sembari menodongkan pisau kecil kearah Zilvina.


"apakah kau mengira aku bisa memecatku secepat itu? hmph itu sungguh naif! walaupun kau adalah putri ketiga keluarga Evangelion tapi jika tanpa persetujuan dari Ayahmu kau tidak akan mungkin dengan mudah melepas karyawan berpotensi seperti diriku" sambung Rose, sangat percaya diri.


"apakah kau mengira dengan membunuhku kau akan mudah mencapai hal yang kau inginkan dengan mudah?" tanya Zilvina.


"banyak bicara!!!!" teriak Rose sembari ingin menancapkan pisau di leher Zilvina.


"kauu mengira semudah itu membunuhku? hmph sungguh naif!" ucap Zilvina menahan pisau tersebut.


"kau kurang pandai untuk membunuh Zilvina" ucap Sheon tiba tiba berada di belakang Rose.


"jika rencanamu seperti itu maka kau akan gagal sebelum berhasil melukainya sedikitpun" sambung Fania.


"siapa kalian??" teriak Rose spontan membalik badan.


"da-dari mana kau mendapatkan foto itu?!!" ucap Rose sembari menjatuhkan pisau yang dipegangnya dan berlari ke arah Lilia.


"apakah kau menginginkan ini??" ucap Lilia sembari dengan cepat membakar foto tersebut.


"siapa kalian?! berani sekali mempermainkanku!!" teriak Rose kesal.


"kami? kau ingin mengetahui kami siapa?" ucap Sheon sambil menatap Rose dengan kejam.


"apa kau ingin bermain pisau denganku? aku punya satu yang kecil namun lebih tajam dari punyamu ini" sambung Sheon sembari mengambil pisau Rose yang terjatuh.


"ka-kalian pembunuh!!!" teriak Rose ketakutan.

__ADS_1


"pembunuh? siapa yang kau sebut pembunuh? bukankah kau membunuh hewan peliharaanmu sendiri dan juga telah melukai adikmu?" jawab Fania mendekati Rose.


"sudah! biarkan aku yang melakukannya!" ucap Zilvina mendekat.


"apakah kau tadi ingin bermain pisau denganku? Emm bagaimana jika bermain pistol aku kurang pandai dalam bermain pisau" ucap Zilvina sembari menodongkan pistol ke kepala Rose.


"kau! kau pembunuh!!" teriak Rose ketakutan.


"bukankah kau tadi juga hampir membunuhku?" jawab Zilvina dengan nada tinggi.


"hmph tidak menyangka orang yang memiliki prestasi yang tinggi ternyata memiliki etika yang sangat rendah" ucap Zilvina menurunkan pistol tersebut.


"aku harap kau dapat memperbaiki etikamu untuk kedepannya dan untuk data dirimu sudah aku blokir di kota B dan juga negara ini semoga kau beruntung di negara lain" sambung Zilvina sembari berdiri.


"a-apa maksudmu?" ucap Rose gemetaran mendengar ucapan Zilvina.


"maksudku kau akan meninggalkan perusahaan ini, kota ini dan negara ini untuk beberapa tahun kedepan" jawab Zilvina sembari tersenyum.


"ayo tinggalkan semua ini!" sambung Zilvina sembari pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"kalian! kalian sangat kejam!!" teriak Rose.


"jangan lupakan rekaman kamera pengawasnya" bisik Fania di dekat telingga Rose.


"ka-kamera pengawas?" ucap Rose sontak melihat sekitar.


"ter-ternyata masih ada satu kamera yang berfungsi disini, dia sangt licik namun juga sangat pandai" ucap Rose dalam hati.

__ADS_1


"yap dan jika kau berani membuka mulut sedikitpun, maka kau akan mengetahui sendiri akibatnya!" ucap Sheon. Mereka meninggalkan Rose yang lemas ketakutan dan kembali menuju basecamp.


__ADS_2