
Tak disangka sangka ternyata Sheon malah mengajak mereka ke sebuah toko makanan cepat saji, Zilvina dan teman temannya pun terkejut sekaligus marah kepada Sheon.
"hei misi macam apa ini?" tanya Zilvina geram.
"misi untuk mengisi perut, aku dengar-dengar makanan disini cukup lezat" jawab Sheon merasa tidak bersalah.
"woi apakah kau mau aku pukul wahai tukang makan!" ucap Fania marah dan hendak memukul Sheon.
"sabarlah Fania!" ujar Zilvina menenangkan Fania.
Dengan sangat terpaksa mereka pun menunggu Sheon selesai berbelanja di luar toko tersebut, singkat cerita Sheon pun telah selesai belanja dan keluar dari toko tersebut.
"woi kau!!! berapa lama waktu yang kau habiskan hanya untuk belanja haaa?!" ucap Fania marah.
"aku berbelanja hanya 30 menit, mengapa kau sangat marah kepadaku" jawab Sheon dengan santainya.
"apa kau bilang!! hanya 30 menit? kami disini setengah jam hanya untuk menunggumu belanja kau tau?" saut Fania sangat marah.
"sudah sudah! ayo pulang jangan di luar rumah terlalu lama, bisa saja ada yang mengenali kita di sini" sela Lilia menghentikan pertikaian tersebut.
Dengan perasaan kesal, mereka pun pulang ke rumah yang telah mereka siapkan sebelum mereka datang ke kota tersebut. Untuk mempermudah penyampaian informasi ketika ada misi yang mendadak, mereka memutuskan untuk tinggal di rumah yang sama.
"Wahh rumah ini megah sekali, ternyata kau cukup pandai mencari rumah Li-" puji Sheon sembari terpukau melihat rumah yang akan mereka tinggali.
"sstttt, kau hampir mengucapkannya lagi" Zilvina memotong ucapan Sheon.
"kenapa? bukankah disini hanya ada kita saja?" tanya Sheon kebingungan.
"bukankah kita diajarkan untuk tidak lengah dalam hal sekecil apapun?" jawab Zilvina mengingatkan dengan tegas.
"haihh.... baiklah aku mengakui kesalahanku, aku meminta maaf karena aku selalu lengah" jawab Sheon merasa bersalah.
"sudah sudah! cepatlah beristirahat sejenak, malam nanti mungkin kita ada misi yang sesungguhnya" tutur Lilia menenangkan sembari beranjak pergi ke kamar.
"bukankah yang kita laksanakan saat ini misi? mengapa ada misi di dalam misi?" tanya Zilvina bingung.
"ada juga misi misi kecil tapi bukan misi seperti biasanya (membunuh)" jawab Lilia menjelaskan.
__ADS_1
"sudahlah selesaikan esok hari saja, aku sangat lelah hari ini" ucap Zilvina sembari menuju kamar
"aku juga sangat lelah, bahkan rasanya untuk menggerakkan tubuhku saja sangat mustahil" keluh Fania.
"aku juga.. " sambung Sheon.
"haihh... baiklah, kita selesaikan besok saja jika kalian tidak menyanggupinya" jawab Lilia.
Karena merasa sangat lelah setelah mempersiapkan semua keperluan misi tersebut, mereka memutuskan untuk menyelesaikan misi esok hari dan beristirahat. Masing masing dari mereka menuju ke kamar masing masing, begitupun juga Zilvina. Dikarenakan terlalu sibuk menyiapkan misi itu, Zilvina hingga tidak memiliki waktu untuk membuka ponsel miliknya dan memutuskan untuk membukanya saat itu, tak disangka ternyata ada sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal, Karena merasa penasaran Zilvina pun membuka pesan tersebut dan mendapati keanehan.
"Hmm sudah lama sekali aku tidak membuka ponselku selama aku mempersiapkan misi ini, coba saja mungkin ada informasi penting tambahan mengenai misi ini" ucap Zilvina di dalam hati.
"hahh? nomor tidak dikenal? bukankah jika aku menjalankan misi ini aku tidak akan mendapat misi tunggal seperti biasanya? tapi.." sambung Zilvina sangat kebingungan
Setelah dibuka, pesan tersebut ternyata dari Vino. Tanpa merasa khawatir Zilvina pun membalas pesan tersebut, dan begitupun selanjutnya hingga merekapun saling mengirim pesan hingga larut malam, hal ini mengakibatkan Zilvina telat bangun pada keesokan harinya
"dimana Zilvina?" tanya Lilia di ruang makan.
"aku juga tidak tau, bukankah biasanya Zilvina selalu bangun paling awal?" jawab Sheon.
Tidak berselang lama dari mereka berbicara menganai hal tersebut, Zilvina pun lari menuruni tangga dengan sangat terburu buru karna takut terlambat pergi ke sekolah.
"maaf.... tapi aku bisa saja terlambat jika terus bermalas malasan" jawab Zilvina terburu buru.
"hei buka matamu! lihat jam itu, baru pukul 6 mengapa kau terlalu terburu buru?!" bentak Fania menyadarkan Zilvina.
Karena tidak fokus dan sangat terburu buru Zilvina salah melihat jam yang ia kira pukul 7 ternyata masih pukul 6.
"apaa? pukul 6 bukankah pukul 7 yaa?" tanya Zilvina sembari menengok kearah jam.
"gunakan waktu malammu untuk tidur, jangan terus terjaga hingga kau tidak bisa lagi membedakan pukul 6 dengan pukul 7" jawab Fania mengejek.
"aku-aku... " Zilvina berusaha mencari alasan.
"haihhh.... sudahlah! aku mengetahui semuanya, cepat makan sarapanmu atau kau sungguh akan terlambat" ujar Fania.
Singkat cerita mereka pun sarapan bersama sebelum berangkat ke sekolah, setelah selesai sarapan mereka pun pergi ke sekolah bersama sama. Sesampainya di sekolah, ternyata Vino telah menunggu Zilvina sejak pagi tadi, dan ketika ia melihat Zilvina datang Vino dengan terburu buru menyapa Zilvina.
__ADS_1
"pagi Zilvinaa" sapa Vino sembari menghampiri Zilvina.
"ehh... pagi juga Vino" ucap Zilvina membalas sapaan Vino.
"hari masih pagi tapi kalian sudah bermesraan saja, apakah kalian tidak mempunyai hati untuk menghargaiku" ucap Sheon merasa iri.
"apakah kau merasa iri melihat ini, Sheon?" saut Zilvina mengejek.
"tidak mengapa aku harus merasa iri dengan hal seperti ini?" jawab Sheon kesal.
"apa kau yakin" ejek Zilvina.
"aku yakin! bahkan sangat yakin!" jawab Sheon.
"haihh sudahlah! ayo pergi ke kantin bukankah kau berkata bahwa kau merasa lapar?" ajak Fania sembari meninggalkan Zilvina dan Vino berdua.
"apakah kau ingin pergi ke perpustakaan?" tanya Vino.
"emm.. jika kau pergi aku juga pergi" jawab Zilvina.
Zilvina dan Vino pun menuju ke perpustakaan bersama. Sesampainya di perpustakaan, ketika Zilvina mencari buku untuk dipinjam, Vino menunggu di meja baca sembari membaca sebuah buku, dan saat itu datanglah salah satu teman Vino yang menghampirinya ketiks sedang membaca buku.
"hei sangat jarang sekali kau pergi ke perpustakaan bukankah kau selalu tidak pernah menyetujui jika ku ajak ke perpustakaan" ucap teman Vino tersebut.
"yaa.... mungkin hari ini ada sebuah keajaiban yang mengubahku" jawab Vino sambil tersenyum.
"hei... aku sudah selesai memilih buku, ayo kembali ke kelas"ajak Zilvina.
"ayo" jawab Vino.
"ohhh jadi ini keajaiban yang Vino maksud" ujar teman Vino lirih.
Setelah Zilvina selesai memilih buku untuk di pinjam, mereka meninggalkan perpustakaan tersebut dan kembali ke kelas mereka. Sesampainya di kelas ternyata Vino memilih untuk duduk di samping Zilvina.
"me-mengapa kau berada di sini? bukankah kau duduk di sebelah sana kemarin" tanya Zilvina terkejut melihat Vino duduk di sampingnya.
"bukan masalah... hal yang lalu biarlah berlalu, khusus hari ini aku akan duduk di sampingmu" jawab Vino menggoda Zilvina.
__ADS_1
"haihh... terserah kau saja!" ucap Zilvina tersipu malu.