
Setelah sampai di kota A mereka bergegas bersiap siap dan pergi je sekolah, mereka ber-4 menuju ruang kelas dengan terburu buru karena tidak ingin terlambat. Mereka berhasil tidak terlambat namun tidak berselang lama setelah mereka datang, bel masuk langsung saja berbunyi.
"baiklah anak anak, hari ini kalian ada sebuah soal ulangan yang harus kalian kerjakan! mohon dikerjakan dengan sungguh sungguh!" ucap guru sembari membawa kertas ulangan.
"baik bu" jawab murid serentak.
"hey Sheon! apakah kau melihat Vino pagi ini?" bisik Zilvina pada Sheon sembari melihat sekitar kebingungan mencari Vino.
"tidak, ada keperluan apa kau mencarinya?" jawab Sheon tidak menyadari situasi.
"tidak ada apa-apa, aku hanya tidak melihatnya sejak pagi tadi" kata Zilvina.
"apakah Vino tidak masuk sekolah hari ini? apakah dia marah kepadaku dan tidak ingin menemuiku di sekolah?" ucap Zilvina dalam hati merasa sangat khawatir dengan Vino.
"hei dua orang di bagian belakang! mengapa kalian malah berbicara saja? cepat kerjakan soal itu" tegur guru sembari melihat ke arah Zilvina.
"hah! iya bu, maaf " jawab Zilvina dan Sheon kaget.
Semua murid mengerjakan soal ulangan tersebut, hingga tak terasa jam pelajaran pertama pun usai dan saatnya jam istirahat, beberapa siswa pergi meninggalkan kelas namun tidak dengan Zilvina, karena merasa khawatir dan penasaran akhirnya Zilvina memutuskan untuk bertanya ke salah satu siswa yang berada di kelas, Zilvina menanyakan bagaimana keadaan Vino dan berhuntungnya siswa yang Zilvina tanyai mengetahui apa yang terjadi pada Vino sekarang.
"hey apakah kau melihat Vino hari ini?" tanya Zilvina ke salah satu siswa yang berada di kelas.
"aku dengar-dengar Vino demam, jadi Vino tidak masuk sekolah hari ini" kata siswa tersebut.
"ohhh terima kasih" Jawab Zilvina lalu meninggalkan siswa tersebut.
Zilvina pun pergi kekantin untuk makan siang bersama Fania, Lilia, dan Sheon. Sesampainya dikantin Zilvina memesan makanan dan duduk bersama Fania, Lilia, dan Sheon. Sepanjang waktu makan Zilvina selalu melamun, dan tidak ikut tertawa ketika mereka bercanda.
"hey Zilvina! misi apa yang kau pikirkan hingga kau melamun seperti itu?" tanya Fania khawatir melihat Zilvina melamun terus menerus.
"hah? bu-bukan! a-aku tidak memikirkan misi apapun" jawab Zilvina kaget.
"apakah kau sedang memikirkan Vino?" ucap Sheon mengejek Zilvina.
"ti-tidak! aku-aku... tidak memikirkan hal itu" ucap Zilvina mengelak ejekan dari Sheon.
__ADS_1
"buktinya kau pagi tadi bertanya kepadaku mengenai Vino" ejek Sheon.
"a-aku sudah selesai makan, aku akan pergi ke kelas terlebih dahulu, sampai jumpa" ucap Zilvina sembari terburu buru menuju kelas.
"haihhh ternyata Zilvina juga bisa mengenal cinta, aku merasa lega sekali" kata Fania ikut merasa bahagia.
"mengapa tingkah Zilvina akhir akhir ini aneh sekali, apakah ada yang salah dengan dirinya?" tanya Lilia merasa khawatir dengan Zilvina.
"anehhh? aneh bagaimana maksudmu?" tanya Fania tidak mengerti apa yang dimaksud Lilia.
"kemarin dia bangun telat padahal biasanya dia bangun paling pagi, sering meninggalkan kita seperti itu, mengeluh saat mendapatkan misi, bukankah itu bukan Zilvina yang kita kenal?" ujar Lilia mengutarakan pendapatnya.
"hmm... aku rasa apa yang kau katakan itu benar, Lilia" jawab Fania merasa apa yang diutarakan Lilia memang bebar.
"apakah dia sedang mempunyai masalah dengan seseorang?" kata Sheon.
"tidak mungkin! Zilvina tidak mungkin seceroboh itu hingga mempunyai masalah dengan seseorang" saut Fania sambil memukul Sheon.
"Zilvina selalu cerita kepada kita jika dia sedang memiliki masalah, jadi itu sungguh tidak mungkin" saut Lilia merasa sangat yakin.
"atau mungkin Zilvina sedang menyukai seseorang secara diam diam"
"jangan kau keluarkan teori-teori anehmu milikmu itu! cepat ayo kekelas! jam istirahat akan berakhir 10 menit lagi" ajak Lilia.
Merekapun kembali ke kelas, dan ketika sedang berjalan di depan kelas tanpa mereka mendengar pembicaraan Zilvina dan seorang siswa mengenai Vino.
"apakah sudah berhari hari Vino demam?" tanya Zilvina ke seorang siswa.
"aku hanya mengetahui satu hal, Vino demam sejak kemarin malam, namun aku juga tidak mengetahui apakah hal itu benar adanya" jawab siswa tersebut.
"apakah demamnya parah?" tanya Zilvina merasa sangat khawatir.
"tidakk.. hanya badannya panas saja" jawab siswa itu.
"bukankah benar teori anehku, Zilvina sedang menyukai seseorang secara diam diam" bisik Sheon membanggakan diri.
__ADS_1
"ssttttttt" bisik Fania memerintahkan Sheon untuk diam.
"tidak mungkin Zilvina menyukai seseorang secara diam diam! kita sudah mengenalnya selama bertahun tahun dan itu bukanlah Zilvina yang kita kenal" bisik Lilia menyangkal perkataan Sheon.
"sudahlah! ayo cepat kita masuk ke kelas! jangan terlalu mengurusi privasi orang lain" sambung Lilia sembari berjalan menuju kelas.
Mereka bertiga pun bergegas masuk ke kelas dan berpura-pura tidak mendengar apapun.
"hei Zilvina, apa yang sedang kalian bicarakan? sepertinya kalian sangat serius" tanya Fania.
"Hah? a-apa? ti-tidak dia hanya ingin meminjam bolpoin kepadaku, dia berkata bolpoinnya entah hilang kemana" jawab Zilvina panik sembari memberikan kode agar siswa yang ia tanyai tersebut bisa bekerja sama. Berhuntungnya, siswa yang ia tanyai tersebut mengerti apa yang dimaksud Zilvina.
"ahahaha be-benar sekali, dan aku juga ingin meminjam bolpen pada Zilvina" kata murid itu mengalihkan pembicaraan.
"ohhh.. Aku kira kalian sedang membicarakan hal apa sepertinya sangat penting hingga seserius itu" ucap Fania berpura pura percaya dengn perkataan Zilvina.
"ohh ya, aku akan pergi ke kamar mandi sebentar sebelum bel masuk" kata Zilvina mengalihkan topik pembicaraan lalu pergi ke kamar mandi dengan terburu buru.
"ahahaha baiklah" jawab Fania mempersilakan.
"haihh... dia tidak bisa menutupi rasa paniknya" ucap Sheon lirih berbisik pada Fania.
Setelah beberapa menit kemudian, Zilvina pun kembali ke kelas dan bell pun berbunyi yang menandakan jam pelajaran kedua akan segera di mulai. Tak terasa jam pelajaran kedua pun telah selesai dan tiba saatnya jam pulang sekolah.
"Zilvina.... Zilvina...!" panggil Fania meneriaki Zilvina.
"hahh? Fania, ada apa?" tanya Zilvina terkejut sembari menoleh ke arah datangnya suara.
"aku mencarimu sudah kemana mana dan sudah kupanggil namamu berkali kali mengapa kau tidak menjawabku" jawab Fania dengan nada kesal.
"maaf, aku sedang tidak fokus hari ini " saut Zilvina merasa bersalah.
"apakah kau sedang memikirkan seseorang hingga kau tidak fokus seperti itu?" ucap Sheon mengejek Zilvina.
"Emm aku sedanh memikirkan.... emmm misi ya misi" jawab Zilvina panik mencari alasan.
__ADS_1
"apakah Vino termasuk misimu?" ejek Sheon terus memojokkan Zilvina.
"Vino? a-aku tidak memikirkannnya, sudah... ayo cepat pulang! aku sangat lelah hari ini" ajak Zilvina mengalihkan pembicaraan.