
Sesampainya di tempat keeja Ayahnya, Zilvina memasuki kantor tersebut dengan dilihat heran oleh semua karyawan yang sedang berada disana, sekumpulan karyawan berbisik.....
"sungguh tega sekali dia menindas kakak kandungnya sendiri"
"i-iya tega sekali! dia adalah nona ketiga dan yang di tindas olehnya adalah nona pertama, selain saudara kandung tapi mereka berdua adalah perempuan seharusnya saling mengerti"
"bukankah hal itu sudah dia lakukan sejak kecil yaitu menyakiti kakaknya sendiri"
"humphhhh jika ada salah satu anakku yang berani menyakiti saudaranya sendiri, maka akan ku keluarkan dari keluargaku"
"hmphh benar sekali! itu sangat tidak beretika!"
"apakah kau melihatnya secara langsung? atau kau memiliki buktinya?" ucap Zilvina mendekati sekumpulan karyawan tersebut.
"h-hey monster itu mendekat!" bisik salah satu karyawan.
"ma-maaf nona ketiga, tapi nona pertama datang dalam keadaan yang kacau dengan rambutnya yang berantakan serta dia mengatakan bahwa telah ditindas oleh saudaranya sendiri yaitu anda nona ketiga" saut salah satu karyawan tersebut.
"berhenti mengatakan hal konyol! aku bertanya apakah kau melihatnya secara langsung atau kau memiliki bukti?" bentak Zilvina.
"mengapa kau menjawab lain dari pertanyaanku? apakah kau tidak diajari menjawab pertanyaan dengan benar?" sambung Zilvina.
"sudahlah nona ketiga, berhentilah membela dirimu sendiri! jika kau salah maka mengakulah bahwa dirimu salah, tidak ada gunanya membela diri! kau sudah tertangkap basah disini!" ucap karyawan lain.
"diamlah dan belajarlah menjawab pertanyaan dengan benar, itu saja sudah cukup untuk dirimu" ucap Zilvina sambil menatap tajam ke arah karyawan tersebut.
"ta-tatapan macam itu? rasanya atmosfer bumi seketika berubah ketika dia menatapku" ucap karyawan tersebut dalam hati, ketakutan.
"hmphhh jangan mudah menyimpulkan hal yang tidak kalian ketahui benar atau tidaknya" ucap Zilvina sembari meninggalkan sekumpulan karyawan tersebut.
"ta-tatapan itu sangat mengerikann" bisik karyawan tersebut.
"Hmm kau benar sekali, rasanya aku gemetar hanya dengan satu kali tatapan" saut salah seorang karyawan lainnya
__ADS_1
"dimana Ayah dan kakak berada?" tanya Zilvina ke salah satu penjaga ruangan.
"di ruang meeting lantai 2 nona" jawab penjaga ruangan tersebut patuh.
"hmm" tanpa mengucapkan sepatah kata lagi Zilvina bergegas menuju ruangan dimana ayah dan kakaknya berada. Ketika sedang berada di depan lift, ternyata lift tersebut terdapat satu karyawan baru yang mengunakan lift itu seorang diri, Zilvina sedang terburu buru dan ingin menggunakan lift tersebut namun karyawan tersebut menolaknya.
"Biasakah kau keluar?! aku akan mengunakan lift ini sekarang" ucap Zilvina dingin.
"aku sedang terburu buru, jadi aku harus menggunakan lift ini" jawab karyawan baru tersebut.
"gunakan lift-nya setelah aku dan sekarang biarkan aku menggunakannya terlebih dahulu!" jawab Zilvina agak kesal.
"hmphhh siapa peduli, aku lebih awal darimu jadi aku berhak menggunakannya lebih awal darimu" gumam karyawan tersebut.
"siapa namamu?" tanya Zilvina sembari melihat karyawan tersebut dengan tajam.
"namaku Rose aku karyawan baru disini, posisiku adalah sebagai sekertaris" jawab karyawan tersebut.
"perkenalkan aku Zilvina Evangelion putri ketiga dari keluarga Evangelion jadi aku memiliki saham di perusahaan ini dan untuk memecatmu saja aku mampu" ucap Zilvina kejam.
"sudahlah kau memperlambat pekerjaanku, lebih baik kau menyingkir! aku akan menggunakan lift ini" sambung karyawan tersebut.
Zilvinapun harus menunggu lift itu selesai digunakan dan ia harus menunggu selama beberapa menit, karena kesal akan hal yang dialaminya ia menelepon manager yang ada disana dan meminta orang yang bernama Rose untuk menemuinya setelah ia selesai menemui Ayahnya nanti.
......................
"setelah kau melakukan kesalahan ini, kau masih saja berani datang terlambat, Zilvina?!" tanya Evellyn kesal.
"kesalahan? kesalahan yang mana? bukankah semua yang aku lakukan salah di matamu?" ucap Zilvina membalikkan keadaan.
"jangan mengalihkan topik pembicaraan!" Evellyn kesal.
"Zilvina cukup!!! berani beraninya kamu menyakiti kakakmu lagi!!!" teriak Ayah Zilvina sembari ingin memukul Zilvina.
__ADS_1
Zilvina bertepuk tangan atas perbuatan Ayahnya. prok... prok... prok...
"apakah seorang bos besar sepertimu ingin memukul anaknya? Wahh hebat sekali, seorang bos besar ingin memukul anaknya hanya karna anak tersayangnya berkata bahwa ia telah dipukuli? hmph! apa Ayah melihat aku memukuli kakak? atau ada luka memar di badan kakak?" ucap Zilvina.
"jawab Ayah! apakah Ayah memiliki bukti bahwa aku menyakiti kakak? maaf Ayah aku bukan anak kecil yang bisa menerima semua tuduhan yang ada seperti waktu itu! sekarang Zilvina telah tumbuh dewasa, kak Evellyn juga sudah dewasa bukankah lucu jika sedikit masalah saja harus melibatkanmu, Ayah?" sambung Zilvina.
"lihat Ayah dia menutupi semua keburukannya yang telah menyakitiku, dia tidak mau mengaku!!" ucap Evellyn berlagak sedih.
"menyakiti kakak? apakah aku melakukan hal semacam itu? bukankah ini adalah fakta yang diputar balikkan, kak Evellyn?" ucap Zilvina.
"bagaimana dengan ini"Zilvina menunjukkan sebuah video dimana Evellyn mencoba mencelakainya.
"lihat Ayah! kakak bekerja sama dengan salah satu pelayan untuk mencelakaiku" sambung Zilvina.
"Evellyn apa itu benar??!!" bentak Ayah Zilvina.
"A-ayah, itu bukan seperti yang Ayah bayangkan, aku bisa menjelaskan semua ini, Ayah" ucap Evellyn berusaha mengelak dari tuduhan tersebut.
"Ayah lebih mempercayai Zilvina kali ini, tolong kau keluar dari ruangan ini dan jangan pernah memanggilku Ayah jika kau belum merenungi kesalahanmu dengan sungguh sungguh!"ucap Ayah Zilvina tegas, memarahi Evellyn.
"ta-tapi Ayah!!!" ucap Evellyn merengek.
"keluar! atau Ayah panggilkan petugas penjaga" potong ayah Zilvina.
"ba-baik Ayah" ucap Evellyn berserah diri.
"Ayah.. aku memiliki satu permintaan, aku ingin memecat salah satu karyawan baru di perusahaan, apakah Ayah mengizinkan hal itu?" tanya Zilvina.
"atas dasar apa kau ingin memecat salah satu karyawan di perusahaan ini?" tanya ayah Zilvina.
"karna alasan etika beliau kurang baik, Ayah" jawab Zilvina.
"baiklah jika seperti itu Ayah akan mengizinkanmu, lagi pula kau juga mempunyai saham di perusahaan ini" jawab Ayah Zilvina.
__ADS_1
"terimakasih ayah, aku izin melaksanakan hal tersebut" pamit Zilvina sembari keluar dari ruangan tersebut.