Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
episode 41


__ADS_3

"k-kau adalah nona Zilvina si legendaris itu" ucap pengawal Zeline gemetaran.


"ternyata kau mengetahuinya"


"pilihan ada ditanganmu, apakah kau akan membocorkan hal ini atau kau akan diam dan tidak membocorkannya"


"jika kau memilih untuk membocorkannya maka Dandelion tidak hanya siap dan bisa menghancurkan geng Phoenixmu itu" ucap Zilvina.


"hmph aku memang hanya kelas menengah di geng phoenix dan itu adalah keberuntungan bagiku, karena kehilangan anggota sepertiku tidak akan berdampak besar pada geng phoenix jadi lakukan apa yang kau mau saja" jawab pengawal Zeline tertawa.


"Wahhh sangat menakjubkan! kau hanyalah kelas menengah di geng phoenix tapi kau sudah sesombong ini, sepertinya kau tidak mengetahui tragedi di gedung kosong seperti ini beberapa hari yang lalu yang terjadi di kota B" ucap Sheon bertepuk tangan.


"gedung itu berada di kota B jadi apa yang perlu aku khawatirkan" jawab pengawal Zeline tertawa.


"apa kau yakin? tidakkah kamu mengetahui siapa pelaku yang membuat ketua geng mafia macan putih ini ketakutan? " ucap Lilia sembari menunjukkan video mereka ketika berada di gedung kosong waktu itu.


"Hahahaha apakah menurut kalian dengan menunjukkan padaku sebuah video yang dipalsukan akan membuat aku tidak takut untuk mati, hmph ini adalah tugasku untuk melaporkan semua yang terjadi pada pada nona Zeline kepada tuan besar"


"lagi pula jika aku gagal menyampaikan informasi ini maka sudah jelas nona Zeline akan menyampaikan apa yang terjadi padanya hari ini kepada tuan besar, jadi cepat atau lambat kalian akan tetap mendapatkan balasan dari tuan besar karena perbuatan kalian hari ini"ucap pengawal Zeline dengan bangganya.


"jika seperti itu, maka akan kuhadapi tuan besarmu itu" ucap Sheon.


"hey gadis kecil! apa kau bercanda? tuan besar keluarga Arcenlion memiliki aset besar di kota Y "


"kami tidak ingin mengetahui apa aset yang dimiliki oleh tuanmu, dan juga itu tidak ada hubungannya dengamu" jawab Fania.


"tapi kau harus mengetahui tentang hal ini, jika mendapatkan kekuasaan penuh atas kota Y saja tuan mampu bagaimana dengan mengalahkan kalian? bukankah itu hal yang sangat mudah, lagi pula kalian hanya mempunyai latar belakang pembunuh bayaran dan tidak memiliki keluarga ternama untuk membela kalian! kurasa akan sangat mudah bagi tuan besar untuk melenyapkan kalian" ucap pengawal Zeline angkuh.


"jika mereka tidak mampu melakukan keduanya maka aku akan menggantikan posisi mereka" ucap Andika sembari berdiri.


"heyy! apa yang kau lakukan?! kembalilah duduk atau aku akan mewakili kakakku untuk membunuhku! " ucap Zilvina marah.

__ADS_1


"maaf nona, tapi ini adalah tugasku"


"walaupun harus mengorbankan nyawaku tapi ini adalah kewajibanku" jawab Andika.


"tapi ini adalah perintahku! cepat duduk atau aku akan menyiksamu setelah keluar dari tempat ini" ancam Zilvina.


"hmph! ternyata kau cukup peduli dengan orang lemah ini" ucap pengawal Zeline.


"kau tidak perlu menilai! cepat tentukan pilihanmu! atau temanku akan menghubungi geng Dandelion dan menangkapmu" ucap Zilvina mengancam.


"HAHAHA kau sungguh lucu nona Zilvina, bagaimana bisa kau memiliki ide seperti itu untuk mengancamku? itu sangat konyol "


"markas pusat geng Dandelion berada di kota B dan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dengan pesawat, bukankah jika membutuhkan waktu 1 jam aku akan selesai membocorkan informasi ini pada tuanku? "ucap pengawal Zeline.


"sayangnya kami telah sampai disini sejak 5 menit yang lalu, Andy" ucap Vinny tiba tiba datang sembari membawa pasukan untuk mengepung Andy (Pengawal Zeline).


"tangkap dia dan bawa dia ke kota B untuk dijadikan sandra" perintah Vinny.


"baik" ucap bawahan Vinny serentak.


"diam dan ikutlah dengan patuh" ucap salah satu bawahan Vinny.


"ba-bagaimana kau terlalu cepat sampai disini? aku baru saja akan menghubungimu" ucap Lilia.


"jika aku menunggui menghibungiku bukankah masalah ini belum terselesaikan hingga sekarang?" jawab Vinny.


"jika bukan Lilia, siapa yang memberitahumu? " tanya Zilvina kebingungan.


"kakakmu meneleponku dan mengatakan kau dalam bahaya jadi aku dengan cepat bergegas kemari, aku kira kau terluka parah hingga aku membawa pasukan sebanyak ini" jawab Vinny.


"kakakku? bagaimana dia bisa mengetahui hal ini?" ucap Zilvina kebingungan.

__ADS_1


"maaf nona aku yang memberitahu tuan Devano" ucap Andika sembari berdiri dengan susah payah.


"ketika anda sedang berselisih dengan nona Zeline di ruang kelas itu aku bersembunyi di barisan belakang dan teman teman nona Zeline tidak mengetahui keberadaanku, aku merasa ini tidak aman bagi anda jadi saya memutuskan untuk menelepon tuan Devano " sambungnya.


"Andika bagaimana dengan lukamu? " tanya Zilvina.


"ini hanya luka sautan kecil di lengan saja jadi anda tidak perlu mengkhawatirkan saya nona" jawab Andika menahan sakit.


"bagaimana aku tidak menghawatirkanmu lukamu terlihat sangat parah seperti itu!! " ucap Zilvina marah.


"Vinny antarkan kami ke rumah sakit terdekat " ucap Zilvina.


"ikuti aku" jawab Vinny.


"ti-tidak perlu nona, ini bukan luka yang parah" jawab Andika dengan cepat.


"aku tidak perlu tanggapanmu mengenai luka ini, cepat ikuti kami! ini adalah perintah" ucap Zilvina.


Mereka pun menuju ke rumah sakit terdekat untuk mengobati luka di lengan Andika, tidak berselang lama mereka telah tiba di rumah sakit tersebut. Setelah sampai dan luka Andika diobati oleh dokter mereka bergegas pulang ke rumah, namun Andika menolak untuk pulang bersama "no-nona terima kasih telah mengantarkan saya" ucap Andika.


"kau terluka dan aku hanya mengantarkanmu berobat tidak ada yang salah bukan? "


"selanjutnya ikutlah dengan kami untuk pulang ke rumah" ajak Zilvina.


"ti-tidak perlu nona, saya akan kembali ke apartemen saya saja" ucap Andika menolak.


"lagi dan lagi kau menolak ajakanku! apa kau ingin aku meminta kakakku untuk memecatmu? " ancam Zilvina.


"bu-bukan sepertu itu, maksud saya.... " ucap Andika panik.


"cepat ikuti kami atau kau akan tahu akibatnya" ancam Sheon.

__ADS_1


"ba-baik nona" jawab Andika.


Mereka pun bergegas pulang setelah melewati hari yang melelahkan tersebut. Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka pun telah sampai di rumah dan bergegas untuk masuk dan beristirahat, mereka membagi tugas yaitu Lilia menyelesaikan masalah yang tersisa, Vinny dan Sheon menyiapkan makan malah, Fania berbelanja bahan makanan dan Zilvina serta Andika menyelesaikan masalah dengan kakaknya. Hingga tak terasa makanan yang disiapkan Vinny dan Sheon pun telah masak, setelah itu mereka semua berkumpul di meja makan dan makan malah bersama.


__ADS_2