
Zilvina pun bergegas menemui Evellyn di taman belakang rumah, sesampainya di taman belakang rumah ia menanyai Evellyn "ada hal apa sehingga kau mencariku?" tanya Zilvina dingin.
"mengapa kau tidak duduk dulu bersamaku dan menikmati secangkir teh?" jawab Evellyn.
"aku tidak ingin minum teh di sore hari" ucap Zilvina dingin.
"hmm baiklah" ucap Evellyn.
"ada hal penting apa yang ingin kau sampaikan? cepat sampaikan saja! aku masih memiliki banyak urusan yang harus aku selesaikan!" tanya Zilvina.
"mengenai pesta nanti malam.. demi menjaga nama baik Ayah kita harus menjadi kakak beradik yang damai dan terlihat tidak memiliki masalah" jawab Evellyn.
"hal seperti ini kau menyebutnya serius? apakah kau sedang bercanda?" ucap Zilvina kesal.
"untuk hal seperti ini aku juga bisa melakukannya tanpa kau minta ataupun kau beritahu!" sambung Zilvina.
"haihhhh syukurlah jika kau mengetahuinya, aku hanya tidak ingin kau menghancurkan pesta ini seperti pesta perayaanku menjadi aktris waktu itu" ucap Evellyn.
......................
"selamat Evellyn.. kau telah mencapai impianmu sejak kau kecil" ucap Ayah dan Ibu Zilvina.
"heyy.. nona ketiga!! anda tidak diperbolehkan masuk dengan membawa pecahan kaca seperti ini!! itu akan membahayakan tamu undangan yang hadir!!" teriak penjaga sedang menghalangi Zilvina untuk masuk.
"hehehe!! ternyata kalian beepesta tanpa membawaku ya??!!!" ucap Zilvina waktu itu.
"tapi seharusnya kau masih di rumah sakit untuk mengobati luka lukamu, adikku" jawab Evellyn berpura pura peduli.
"aku terluka karenamu!! kau memasukkan racun ke makananku!" teriak Zilvina.
"apa maksudmu?! aku tidak memasukkan apapun pada makananmu, dan bagaimana mungkin aku mencelakai adikku sendiri" ucap Evellyn menepis semua perkataan Zilvina.
"apa katamu?! tidak memasukkan sesuatu? bahkan kak Devano saja melihatnya!" jawab Zilvina.
"sudah cukup Zilvina!! pengawal bawa nona ketiga pergi dari sini!!" teriak Ayah Zilvina.
"baik tuan" ucap pengawal, lalu membawa Zilvina keluar dengan paksa.
"ta-tapi Ayah... kakak telah mencelakaiku!! mengapa Ayah terus membelanya!" teriak Zilvina.
"lepaskan aku" berontak Zilvina.
"biar aku yang menenangkan adik, Ayah" ucap Evellyn sembari mendekati Zilvina.
"apakah kau mengira kau akan menang melawanku? tidak akan pernah!" bisik Evellyn.
"sudah aku katakan sejak awal jangan berani menentangku! inilah hasilnya jika berani menentangku" sambung Evellyn.
__ADS_1
"matilah kaauuuu...!!! " teriak Zilvina sembari mengoreskan kaca di lengan Evellyn.
"a-ayah tanganku sakitttt!!!" teriak Evellyn.
"Zilvina cukupp! kau sudah kelewatan!!" bentak Ayah Zilvina.
"pengawal bawa dia ke ruang tahanan!!" perintah Ayah Zilvina.
Zilvina pun ditahan di ruang tahanan selama 7 hari tanpa makan dan minum, dan hal itulah membuat Zilvina semakin memiliki dendam dengan kakak pertamanya Evellyn. Setelah Evellyn mengingat hal pedih itu Zilvina tanpa mengucapkan sepatah kata pun pergi dari taman itu dan menuju ke kamarnya
...----------------...
Zilvina menelepon Lilia untuk melanjutkan rencana balas dendamnya. "apa urusanmu telah selesai?" tanya Lilia .
"Sheon dan Fania sudah tiba dikota B dan sekarang sedang menuju ke rumahmu, kami akan menyelinap ke kamarmu pada pukul 6.00 jika tidak terjadi ganguan, pada pukul 6.00 kuharap kau berada di kamarmu" sambung Lilia.
"hmm baiklah, jalankan sesuai rencana dan jangan lupakan pertunjukannya" jawab Zilvina.
"heyy! apakah maksudmu pertunjukan? kau ingin memberi pelajaran kakakmu? apakah kau sudah gila? jika kita melakukannya sekarang akan banyak orang mengetahui identitas kita sebagai anggota Dendelion!" ucap Lilia.
"siapa yang mengatakan aku akan memberi pelajaran kakakku? aku hanya akan mengajarinya cara untuk menghormati seseorang walaupun itu adiknya sekalipun" jawab Zilvina.
"fyuhhh syukurlah jika seperti itu rencanamu" ucap Lilia lega.
"oh ya, kalian amati aku dari jauh saja, untuk melindungiku jarak dekat serahkan kepada kakak keduaku, kak Devano" ucap Zilvina.
"hmmmm, Fania memang mahir dalam bidang menyusun strategi tanpa harus di beritahu terlebih dahulu" jawab Zilvina merasa puas.
"baiklah.. aku akan bersiap dan akan kembali ke kamar pada pukul 6.00 ketika kalian datang" sambung Zilvina sambil mematikan telepon dan bergegas keluar kamar.
...----------------...
"eeemm nona muda.. saya baru saja akan mengetuk pintu, anda membuat saya terkejut" ucap pelayan terkejut.
"tuan Arlles dan nyonya menunggu anda di ruang keluarga, beliau memerintahkan anda untuk pergi kesana nona" sambung pelayan tersebut.
"hmm baiklah" jawab Zilvina, lalu menuju ruang keluarga.
"huhh hampir saja jantungku copot, tapi menurutku nona Zilvina akhir akhir ini terlihat sangat dingin, apakah itu dikarenakan nona Evellyn juga kembali atau karena terjadi sebuah masalah di kota A?" ucap pelayan tersebut lirih.
"yahh sudahlah! aku tidak berhak mencampuri urusan pribadi nona Zilvina, lebih baik aku kembali bekerja atau Kepala Pengurus Rumah akan marah padaku" sambung pelayan tersebut.
...----------------...
"ada hal apa Ayah memerintahkan aku untuk kemari?" tanya Zilvina dingin.
"mengenai pesta nanti malam, Ayah lupa memberitahumu bahwa ini adalah pesta makan malam pribadi dan hanya akan ada satu keluarga yang datang yaitu keluarga Nathael" ucap Ayah Zilvina.
__ADS_1
"ke-keluarga Nathael? bukankah itu keluarga Vino?" ucap Zilvina dalam hati
"keluarga Nathael? bukankah mereka berasal dari kota A?" tanya Zilvina terkejut.
"mengapa kau terkejut seperti itu? perusahaan keluarga Nathael telah bekerja sama dengan perusahaan keluarga kita selama bertahun tahun lamanya, jadi untuk merayakan kerja sama ini kami memutuskan untuk mengadakan makan malam bersama" jawab Ayah Zilvina.
"a-apa kerja sama antar perusahaan? gawat jika Vino mengtahui bahwa aku adalah putri ketiga keluarga Evangelion maka akan terjadi masalah" ucap Zilvina dalam hati.
"hmm baiklah" ucap Zilvina sambil meninggalkan ruangan itu dan menuju ke kamar.
"hei kau meninggalkan Ayah dan Ibu tanpa permisi terlebih dahulu!!" teriak Evellyn saat berpapasan di tangga.
"Ayah dan Ibu tidak keberatan, mengapa kau harus mengoceh" jawab Zilvina acuh.
.
.
.
"hei Zilvina" bisik Lilia setelah menerobos masuk kamar Zilvina melewati jendela.
"fyuhhh akhirnya kalian datang juga, aku memiliki informasi penting yang harus aku sampaikan kepada kalian" ucap Zilvina.
"informasi penting? informasi penting mengenai apa?" tanya Fania.
"ternyata keluarga yang akan datang malam ini adalah keluarga Nathael" jawab Zilvina.
"a-apa keluarga Nathael?" teriak Sheon terkejut mendengar jawaban Zilvina.
"sstttt jangan teriak teriak!" Fania menutup mulut Sheon.
"be-benar, aku pun juga sangat terkejut mendengar hal itu" ucap Zilvina.
"bu-bukankah adalah keluarga Vino?" tanya Sheon.
"benar, apakah kau memiliki rencana Fania" tanya Zilvina.
"hmm, jika kau tidak ingin memperlihatkan identitasmu maka pada mereka maka pakailah masker ini" jawab Fania sembari memberikan sebuah masker pada Zilvina.
"bukankah jika Zilvina memakai masker tuan Arlles akan mencurigainya" ucap Lilia.
"kau benar juga" jawab Fania.
"hmm, memakai topeng pesta" ucap Lilia, Fania, dan Sheon bersamaan.
"ide bagus" jawab Zilvina.
__ADS_1