Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
Episode 9


__ADS_3

Ketika mereka sampai di depan kelas, ada beberapa orang siswa yang melempari mereka dengan kertas yang sudah di bentuk bola.


"heii itu dia! dia yang membuat pengumuman di mading tadi pagi!!" ucap Karina.


"apa maksudmu? kau menuduh kami terus menerus?!!" ucap Sheon marah.


"sudah sudah!! cukup Sheon!! jika kita tidak menahan emosi akan ada pertumpahan darah di sini" bisik Zilvina.


"apakah kau memiliki bukti dari semua perkataanmu itu?" tanya Lilia ketus.


Mendengar perkataan Lilia tersebut semua siswa yang mengikuti Karina satu persatu goyah akan pendapat mereka "iya benar sekali, Karina tidak memiliki bukti apapun di tangannya"


"dia bukan di pihak kita tapi semua yang ia katakan itu benar"


"bahkan hanya satu kata cukup untuk melawan Karina yang telah mengeluarkan beribu kata kata"


"Hmm benar sekali, aku rasa ini tidak ada hubungannya dengan kita" beberapa siswa berbisik di belakang Karina. Karina pun merasa kesal karena rencananya di hancurkan oleh Lilia dengan begitu mudahnya.


"utamakan memiliki bukti sebelum mencari masalah! agar kau tidak malu jika orang yang kau ajak mencari masalah itu lebih pandai darimu" ujar Fania.


"sudah... ayo cepat masuk ke kelas, bell akan segera berbunyi" sambung Fania.


"apa kau pikir aku ini bodoh?!!" teriak Karina kesal.


"jangan dengarkan dia ayo cepat masuk!" ajak Fania


Jam pelajaran pertama pun di mulai tidak berselang lama setelah mereka memasuki kelas, akhirnya jam istirahat pun tiba, setelah tadi pagi Zilvina tidak berjumpa dengan Vino saat jam istirahat mereka bertemu di depan kelas.


"hei Zilvina" panggil Vino.


"hah? iya?" jawab Zilvina sontak melihat kebelakang.


"apakah kalian akan pergi ke kantin? bolehkan aku bergabung bersama kalian?"tanya Vino.


"ten-tentu saja boleh" jawab Zilvina dengan ramah. Mereka menuju ke kantin bersama, sesampainya di kantin mereka memesan makanan dan makan di meja yang sama.

__ADS_1


"emmm aku tidak melihat kalian tadi pagi, dimana kalian berada?" tanya Vino.


"kami di kantin" jawab Fania singkat.


"oh iya, kalian mengetahui hal ini tidak? tidak lama lagi Lauren akan pulang, aku harap kalian bisa berteman baik dengannya" ucap Vino sembari tersenyum.


"jika aku bisa mengetahuinya, sebenarnya kau dengan Lauren memiliki hubungan semacam apa? mengapa banyak sekali siswa di sekolah ini yang membicarakan hubungan kalian berdua?" tanya Sheon.


"dia adalah sahabatku sejak kecil, karena dia mengikuti olimpiade internasional ini, kami harus berpisah untuk beberapa bulan" ucap Vino.


"sa-sahabat? bukankah..?" ucap Zilvina dalam hati terkejut.


"dia sahabatmu? tapi mengapa banyak sekali yang mengatakan bahwa kalian memiliki hubungan yang lebih dari sahabat" tanya Fania.


"iya itu benar sekali, banyak orang yang salah paham dengan kedekatan kami, sebenarnya dia adalah sahabatku sejak kecil dan kami sangat dekat sehingga banyak orang mengira dia adalah kekasihku" ucap Vino dengan nada sedih.


"me-mengapa aku merasa lega? a-ada apa denganku?" ucap Zilvina dalam hati.


"ohh... jadi seperti itu" kata Sheon.


"hmmm iya, sampai jumpa" ucap Fania.


"kau bisa mendengarnya bukan? dia bukan kekasih Vino, jadi kau tak perlu memikirkannya" ucap Lilia.


"t-tapi aku rasa ada hal yang di sembunyikan Vino, tidak mungkin seorang sahabat bisa menjadi sedekat itu, pasti ada perasaan antara keduanya" ucap Zilvina.


"apakah kau ingin aku menyelidiki hal itu untukmu? agar kau tidak cemas lagi?" tanya Lilia.


"jika kau mau melakukannya saja" jawab Zilvina.


"baiklah jika seperti itu, mari kita menuju ruang lab komputer" kata Lilia.


"mengapa kita harus pergi ke lab komputer? " tanya Sheon.


"aku membutuhkan komputer untuk hal itu" jawab Lilia.

__ADS_1


"hmmm baiklah" jawab Zilvina, Fania dan Sheon bersamaan.


Di Dandelion Lilia lah yang paling mahir dalam mengumpulkan informasi jadi anggota Dandelion menyerahkan tugas mencari informasi pada Lilia.


"bagaimana? apakah sudah kau temukan hasilnya" tanya Zilvina.


"keluarga Lauren yaitu keluarga Gabriella memiliki tradisi yaitu menjodohkan putri mereka, keluarga Gabriella ingin menjodohkan Lauren dengan tuan muda kedua keluarga Nathael yaitu Vino, namun keluarga Nathael sangat menghargai keputusan keturunannya dan keluarga Nathael menolak hal tersebut. Namun karena terlanjur dekat Lauren dan Vino memutuskan untuk jadi sahabat" ucap Lilia.


"jadi itu alasannya" ucap Fania.


"mengapa keluarga Nathael menolak hal tersebut? bukankah itu hal yang cukup menguntungkan? menurutku jika mereka menolak kerja sama besar seperti itu hanya karena ingin menghargai keputusan itu tidaklah masuk akal" tanya Zilvina.


"Hmm.. disini hanya tertulis keluarga Nathael memiliki kerja sama yang lebih besar dengan keluarga lain tapi tidak tertulis dari keluarga apa"


"bagaimana tentang kerja sama keluarga Nathael tersebut?" tanya Zilvina.


"tunggu sebentar aku akan mencarinya" jawab Lilia sambil mencari di web.


"keluarga Nathael adalah keluarga ternama di kota A, keluarga ini banyak menjalin kerjasama antarkota yaitu dengan kota S, kota B dan kota X" ucap Lilia.


"dengan kota B? dengan siapa saja dia bekerja sama?" tanya Sheon.


"disini tidak ditampilkan, mungkin karena itu data penting dan sangat berbahaya jika di tampilkan kepada publik" ucap Lilia.


"apa kau ingin aku mencari informasinya Zilvina?" tanya Lilia.


"boleh, jika kau tidak keberatan" kata Zilvina


"dimanakah kau akan mencari tau?" tanya Sheon .


"apa kau lupa keluarga Leposter adalah keluarga dengan catatan sebagai keluarga pencari informasi terbaik di kota B" kata Zilvina.


"dan jangan lupa 4 keluarga kita adalah yang terbaik di negara kita" ucap Fania.


Di antara keluarga mereka berempat memiliki keahlian masing masing yaitu keluarga Leposter ahli dalam mencari informasi, keluarga Evangelion ahli dalam penyerangan jarak jauh, keluarga Polingten ahli dalam penyusunan strategi dan keluarga Renvils ahli dalam penyerangan jarak dekat.

__ADS_1


__ADS_2