
"aku mengingat ada beberapa siswa yang membicarakan nama itu, namun aku tidak menghiraukannya karna aku pikir itu bukan hal yang penting" ucap Zilvina.
"apa yang siswa itu katakan?" tanya Sheon.
Zilvina mencoba mengingat beberapa hal yang dapat ia dengar tadi, setelah beberapa saat ia mengingatnya dan mengatakan hal tersebut kepada teman temannya "aku tidak mendengar banyak dari pembicaraan mereka, yang aku dengar hanyalah mereka merasa beruntung karena seorang yang terhormat bernama Zeline putri kedua dari keluarga Arcenlion akan bersekolah di sekolah ini karena keluarganya memiliki urusan pekerjaan di kota A" jawab Zilvina.
Mendengar jawaban tersebut sontak teman temannya terkejut "a-apa? mereka akan bersekolah di sekolah kita?" ucap Sheon dan Fania bersamaan.
"begitulah yang aku dengar, namun untuk kepastiannya aku tidak tau karna aku terburu buru pergi waktu itu" jawab Zilvina. Zilvina pun juga kebingungan dengan maksud pembicaraan para siswa yang ia dengar tersebut.
Di tengah tengah kebingungan tersebut, dengan sangat bijak Lilia berkata "jangan terlalu fokus terhadap Zeline akan bersekolah di sekolah kita namun fokuslah terhadap 'orang tua mereka memiliki urusan pekerjaan di kota A' aku berfikir bahwa urusan pekerjaan tersebut adalah kerja sama dengan keluarga Gabriella" ucap Lilia.
"benar, jika dia berteman baik dengan Lauren maka kita tidak akan bisa memberi pelajaran pada Lauren jika dia berulah" ucap Sheon.
"jangan pikirkan hal itu!!" ucap Zilvina memukul Sheon.
"sudah cukup! Zilvina kapan kau mendengar hal itu?" tanya Lilia.
"tadi ketika aku hendak pergi dengan Lauren, sembari berjalan aku mendengar hal tersebut" jawab Zilvina.
"jika begitu maka lihatlah besok, apakah akan ada kejutan untuk kita atau tidak" ucap Lilia.
"Hmm! mari pergi tinggalkan tempat membosankan ini aku akan makan" ucap Sheon.
"dasar Sheon!" ucap Zilvina.
Mereka meninggalkan basecamp rahasia tersebut dan menuju ke kamar masing masing untuk beristirahat, namun bukannya beristirahat Zilvina malah sibuk mencari informasi dengan laptop miliknya. Dia sangat penasaran dengan identitas asli Zeline, hingga tak terasa Zilvina mencari informasi tentang Zeline ternyata sudah sangat larut namun Zilvina masih saja mencari informasi hingga subuh datang. Tanpa tidur Zilvina pun bersiap siap untuk pergi ke sekolah dengan membawa laptop miliknya untuk melanjutkan mencari informasi tentang Zeline. Di sekolahan Zilvina masih saja mencari informasi tentang Zeline hingga teman temannya pun terheran heran mengapa Zilvina sangat tertarik mencari informasi tentang Zeline. "heyy Zilvina mengapa kau terus memandangi layar laptopmu?" ucap Sheon.
"mengapa kau sangat tertarik dengan hal ini? apa ini ada hubungannya dengan keluargamu?" tanya Lilia.
"tidak aku hanya penasaran dan ingin tau saja" jawab Zilvina sembari fokus dengan laptopnya.
Tidak tahu kapan dia datang, tiba tiba saja Vino berada di samping Sheon lalu berkata "haiii apa yang kalian lakukan" sapa Vino.
__ADS_1
Tanpa melihat siapa yang sedang bertanya kepadanya, Sheon langsung menyaut suara tersebut "menunggu Zilvina mencari informasi tentang Zeline" saut Sheon dengan santainya.
"Zeline?" tanya Vino kebingungan.
Untuk menghindari kesalahpahaman Fania segera menjawab dengan cepat "heyy! bukan seperti itu, Zilvina hanya sedang mengerjakan tugas" ucap Fania mencoba mengalihkan pembicaraan.
"aaa ma-maksudku ka-kami baru saja membicarakan nona Zeline yang akan bersekolah di sekolah ini pada waktu dekat jadi aku terlalu memikirkannnya hingga aku salah menyebut namanya" sambung Sheon, panik.
"Ohhh seperti itu, bagaimana kalian bisa mengetahui informasi bahwa Zeline akan bersekolah di sekolah ini? bukankah ini masih di rahasiakan dan belum di beritahukan kepada siswa manapun?" ucap Vino.
"aku tidak sengaja mendengarnya" ucap Lilia menyela.
"Ohh seperti itu, ngomong ngomong mengenai Zeline aku cukup mengetahui informasi tentang dia" ucap Vino.
"informasi apa yang kau ketahui" ucap Sheon bersemangat.
"mengapa kau menjadi sangat penasaran? bukankah kau berkata bahwa Zilvina tidak mencari informasi mengenai Zeline?" ucap Vino.
"siapa yang tidak ingin tau mengenai tuan putri keluarga besar seperti nona Zeline Arcenlion" jawab Sheon.
"diperlakukan dengan baik oleh ayahnya? berhuntung sekali" ucap Zilvina dalam hati.
"jika dia adalah anak perempuan satu satunya apakah dia saudaranya adalah laki laki" tanya Fania.
"Yap benar sekali, tapi bagaimana kau tau jika dia memiliki dua saudara? data tentang keluarga Arcenlion sepenuhnya tidak dapat diakses melalui apapun" jawab Vino sembari bertanya tanya.
"aku-aku bertanya pada siswa yang membicarakan nona Zeline itu" jawab Fania panik.
"jika data tentang keluarga Arcenlion sepenuhnya tidak dapat diakses mengapa kau dapat mengetahuinya" tanya Lilia.
"Hmm keluargaku memiliki hubungan dengan keluarga Arcenlion jadi aku sedikit mengetahui informasi rahasia itu" jawab Vino.
Zilvina melirik ke arah teman temannya sembari berkata "jika kakak dan adiknya laki laki maka siapakah dia? mengapa tidak seterkenal nona Zeline?" tanyanya.
__ADS_1
"hal yang aku tau hanya kakaknya sedang sibuk menyelesaikan pendidikannya dan adiknya masih sangat kecil jadi keluarga Arcenlion tidak pernah membawa kakak dan adiknya ketika menghadiri acara acara tertentu" jawab Vino.
"Ohhh seperti itu" ucap Zilvina.
"apakah kau tau kapan nona Zeline akan mulai bersekolah di sekolah ini?" tanya Fania.
"arghh ini rahasia tapi dari informasi yang aku dapat dia akan mulai bersekolah hari ini dan akan berada di kelas ini" jawab Vino.
"jika kau mengatakannya apakah masih bisa disebut rahasia?" ucap Lilia.
"Wahhh menyenangkan sekali jika dapat satu kelas dengan nona Zeline" ucap Sheon.
"aaahh ham pelajaran akan segera dimulai aku akan kembali ke tempat dudukku" ucap Vino sembari bergegas kembali ke tempat duduknya.
Tidak berselang lama bel masuk pun berbunyi dan Guru memasuki ruangan bersama dengan seorang siswa perempuan misterius, dia terlihat sangat anggun dan cantik. Guru pun memperkenalkan siswa perempuan misterius tersebut "selamat pagi semua" sapa Guru.
"sambutlah nona muda dari keluarga Arcenlion, nona Zeline Arcenlion. Nona Zeline silahkan memperkenalkan diri anda" sambung Guru tersebut.
"haloo semuanya namaku Zeline Arcenlion aku berharap dapat berteman baik dengan semuanya" ucap Zeline memperkenalkan diri.
"haii nona Zeline aku telah lama mengidolakanmu, akhirnya aku dapat bertemu denganmu secara langsung" ucap seorang siswa.
"aku juga nona Zeline, aku sangat mengidolakanmu" ucap seorang siswa lainnya.
"dia memang sangat cantik dan anggun" bisik Zilvina.
"kurasa ini hanya sandiwara" bisik Fania kepada Zilvina.
"nona Zeline anda dapat menuju tempat duduk anda" ucap Guru.
Zeline menuju ke arag Zilvina dan teman temannya duduk lalu berkata" bisakah aku duduk bersama kalian?" tanyanya.
"disini tidak ada tempat!" ucap Lilia ketus.
__ADS_1
"be-berani sekali dia!!!" ucap Zeline dalam hati.