Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
Episode 7


__ADS_3

Alih alih moodnya membaik, ketika di taman Zilvina malah semakin bosan dan bad mood. Tapi mereka tidak menyerah dengan begitu saja, mereka sangat memahami bagaimana karakter Zilvina.


"apa yang menyenangkan dengan ini? berisik, ramai dan hanya ada sedikit ruang" ucap Zilvina terlihat sangat tidak senang.


"jangan kau menilai buruk terlebih dahulu, kami akan mengajakmu bersenang senang malam ini" jawab Fania sangat percaya diri.


"haihh terserah kalian saja" ucap Zilvina menghela nafas dan hanya bisa mengikuti apa yang teman temannya lakukan.


"jika kau tidak memanfaatkan kesempatan ini, maka kau akan menyesal saat kita kembali kekota B dan kembali menjalankan misi serius" ucap Lilia tegas.


"hmmm terserah kalian saja" jawab singkat Zilvina.


Ketika sedang tidak bersemangat tanpa disengaja Zilvina melihat Vino dari kejauhan, sontak Zilvina pun mengajak teman-temannya untuk melanjutkan perjalanan ke tempat berikutnyanya yaitu bazar makanan untuk menghindari bertemu dengan Vino.


"disini aku kurang bersemangat, bagaimana jika kita ke bazar makanan saja?" tanya Zilvina terlihat gelisah.


"baiklah, aku juga merasa sedikit lapar" jawab Sheon antusias.


"ada apa dengan Zilvina? apakah ada bahaya yang kau lihat di sekitar sini?" bisik Fania pada Lilia merasa bahwa Zilvina bertingkah aneh.


"tidak mungkin! aku bahkan tidak merasakannya, jangan berandai andai!" jawab Lilia.


"ayo! aku juga belum makan malam hari ini, jadi aku merasa sedikit lapar" sambung Lilia sembari mengikuti Sheon dan Zilvina.


"hihhhh.... ternyata kau sama saja seperti Sheon" ucap Fania kesal. Mereka pun menuju kr bazar makanan.


"apa yang kau ingin makan ambillah! aku akan membayarnya untuk kalian" ucap Lilia sembari memilih makanan.


"hahh... benarkah?" ucap Zilvina dan Sheon bersemangat.


"apa yang membuatmu berubah seperti ini Lilia? apa kau demam? atau kau sedang mengigau?" ucap Sheon kebingungan dengan sikap Lilia yang sangat berbeda dengan biasanya.


"jika kau tidak mau ya sudah! aku akan membeli untuk diriku sendiri saja!" jawab Lilia hendak menarik kembali perkataannya tadi.

__ADS_1


"mau mau! kurasa Sheon hanya bercanda tadi, jangan menganggapnya serius" ucap Zilvina semangat.


"ternyata kau cukup pandai membujuk seseorang, Lilia" ucap Fania.


"haihh... ternyata anak itu sangat mudah di bujuk hanya dengan makanan saja" jawan Lilia membanggakan diri.


Zilvina pun kembali tersenyum dan mood nya membaik, tapi saat sedang asik-asiknya menikmati makanan Vino melihat mereka sedang ada ditempat itu. Tanpa berpikir panjang Vino pun menghampiri mereka dan menyapa.


"heyyy, ternyata kalian berada di tempat ini juga, aku kira kalian tidak tertarik dengan tempat seperti ini" sapa Vino sembari menghampiri Zilvina dan teman temannya.


"iyaaa, ternyata kau juga dapat tertarik dengan tempat seperti ini" jawab Fania.


"eeeeemm.. aku ingin pergi ke kamar mandi sebentar" ucap Zilvina sembari terburu buru pergi kr kamar mandi untuk menghindari Vino.


"makanan yang ku pesan sudah siap, duduklah terlebih dahulu untuk makan bersamaku" ucap Sheon sembari menarik tangan Zilvina.


"oh ternyata ini pusat masalahnya, inilah penyebab Zilvina menjadi aneh akhir akhir ini" ucap Lilia dalam hati.


"a-apa makan di satu meja? "ucap Zilvina di dalam hati terkejut.


"boleh... kita adalah teman satu kelas jadi itu sepertinya terlihat sangat menarik" jawab Sheon bersemangat.


"apa yang di katakan anak sialan ini! aku tadi berkata pada Vino bahwa aku sangat sibuk malam nanti, tapi sekarang kita bertemu dan bahkan dia ingin makan satu meja apa yang akan aku katakan jika dia bertanya" ucap Zilvina dalam hati panik.


"heii Zilvina! bukankah kau berkata ingin ke kamar mandi? mengapa malah melamun disini?" ucap Fania melihat Zilvina sedang melamun.


"hahh, kurasa lain waktu saja" jawab Zilvina terkejut.


Mereka pun makan bersama, Zilvina merasa tidak enak hati karena tadi dia berkata kepada Vino bahwa dia sibuk malam ini dan telah menolak ajakan Vino berkali kali.


"ehh Zilvina.. bukankah siang tadi kau berkata bahwa kau sangat sibuk malam ini, mengapa kau bisa di bazar makanan sekarang?" tanya Vino.


"aku harus menjawab apa? apakah aku harus jujur? aaa apa yang harus aku katakan kepada Vino" ucap Zilvina di dalam hati panik.

__ADS_1


"aku memaksanya! aaa.. i-iya aku memaksa Zilvina untuk ikut pergi bersama kami!" ucap Lilia dengan cepat menjawab pertanyaan Vino.


"i-iya Lilia memaksaku untuk pergi bersama mereka" saut Zilvina meneruskan perkataan Lilia.


"fyuhhh... berhuntung sekali Lilia dapat di ajak bekerja sama, jika tidak habislah riwayatku" ucap Zilvina dalam hati merasa lega.


"ayo kita pulang, aku masih memiliki sedikit urusan yang harus di selesaikan malam ini" ajak Fania meneruskan perkataan Zilvina.


"haihhh... aku belum menghabiskan makanan yang aku miliki mengapa terlalu terburu buru sekali?" ucap Sheon kecewa.


"bawa makananmu! makan saja di rumah" ucap Lilia memerintahkan Sheon untuk cepat.


"sudah sudah cepat kemasi makananmu! Vino kami akan pulang sekarang, sampai jumpa" ucap Fania.


"iyaa sampai jumpa" jawab Vino sembari melambaikan tangan.


Mereka pun bergegas pergi dari tempat tersebut dikarenakan mereka mengetahui Zilvina kurang nyaman jika berada di dekat Vino. Mereka terus menarik Zilvina pergi, sesampainya di taman Zilvina menyadari bahwa temannya sudah mengetahui keadaannya saat ini.


"apakah kalian mengetahui apa yang terjadi denganku?" tanya Zilvina sembari tiba tiba berhenti.


"apakah kau meremehkan kami? kita sudah menjadi partner sejak kecil, semua hal kita lalui bersama, mustahil jika kita tidak memahami satu sama lain bukan?" ucap Fania.


"hmmm... kalian memang sahabat dan juga partner terbaik di dunia" ucap Zilvina terharu.


"berhentilah memuji" ucap Lilia dingin.


"benar apa yang diucapkan Lilia, berhentilah memuji!" ucap Fania mengulang perkataan Lilia.


"dan kau berhentilah mengulangi perkataanku!" ucap Lilia dingin.


"tidak! aku tidak melakukan hal itu!" jawab Fania menyangkal perkataan Lilia.


"HAHAHA" Zilvina tertawa bahagia.

__ADS_1


__ADS_2