
"berhentilah...disini tidak ada orang, kau bisa mengatakannya sekarang" ucap Zilvina dingin.
"apakah kau nona mida ketiga dari keluarga Evangelion?" tanya Vino ragu ragu.
"a-apa maksudmu?" jawab Zilvina panik.
"aku kira kau adalah nona muda ketiga keluarga Evangelion karena namamu Zilvina, dan nama tersebut adalah nama dari nona muda ketiga keluarga Evangelion" ucap Vino.
"mana mungkin! jika aku adalah nona muda keluarga Evangelion tidak mungkin bersekolah disini, bukankah dikota B juga ada sekolah favorit yang setara bahkan lebih maju daripada sekolah ini?" alasan Zilvina.
"Hmm itu cukup masuk akal" ucap Vino.
"sudahlah! waktu pelajaran akan segera tiba, sebaiknya kita kembali ke kelas" sambung Zilvina lalu pergi meninggalkan Vino.
"aku sangat berharap kau adalah nona muda ketiga keluarga Evangelion dan yang akan menjadi kekasih masa depanku adalah dirimu, Zilvina" ucap Vino di dalam hati sembari melihat Zilvina pergi.
Karena jam pelajaran akan segera di mulai mereka kembali kekelas untuk mengikuti pelajaran, Alhirnya waktu istirahat pun tiba, mereka pergi ke kantin bersama. Namun ketika di kantin mereka menyadari bahwa Zilvina banyak melamun, mereka menanyainya dan Zilvina pun menceritakan apa yang terjadi
"hei Sheon! apakah kau tidak makan satu abad terakhir? kau mengambil makanan hingga dua porsi" ucap Fania.
"aku terlalu lapar karena aksi kita tadi, sudah lama tidak beraksi jadi itu memakan banyak tenaga" jawab Sheon.
"heyy Zilvina! mengapa kau terlihat tidak bersemangat, bukankah masalah tentang Lauren sudah terselesaikan?" tanya Lilia.
"itu memang sudah selesai, tapi bagaimana Vino bisa mengetahui jika aku adalah nona muda ketiga keluarga Evangelion" jawab Zilvina.
"a-apa? Vino mengetahui hal itu?" tanya Sheon terkejut.
"apa mungkin Lauren yang memberitahunya?" sambung Fania.
__ADS_1
"tidak mungkin! terakhir kali dia bertemu kita tadi pagi dia terlihat patuh" jawab Lilia.
"apakah dia mencari tahu tentang dirimu?" tanyaSheon.
"itu sangat tidak mungkin, kita bahkan mengetahui di dunia ini pencari informasi terbaik adalah keluarga Leposter" ucap Fania.
"dan menurut pengetahuanku anggota keluarga Leposter tidak ada yang bekerja sama dengan keluarga Nathael dalam kurun waktu 5 tahhn terakhir" sambung Lilia.
"tapi bagaimana cara dia mengetahuinya?" tanya Zilvina.
"heyy apa yang sedang kalian membicarakan?apakah aku boleh bergabung?" tanya Vino sembari menghampiri Zilvina dan teman temannya.
"kami sedang membicarakan siapa yang bekerja sama dengan-" Sheon menutup mulut Fania dengan cepat.
"kami hanya memikirkan siapa yang berani mengganggu tuan putri keluarga Gabriella" jawab Sheon memberikan alasan.
"i-iya betul sekali, padahal keluarga Gabriella adalah keluarga ternama di kota A tapi mengapa ada orang yang berani mangganggu putri dari keluarga tersebut" sambung Fania.
"aku sudah kenyang dan aku harus pergi ke perpustakaan hari ini untuk mengembalikan buku yang aku pinjam, sampai jumpa" ucap Zilvina sembari meninggalkan tempat itu.
"aaaiihh aku juga harus pergi ke perpustakaan bersama Zilvina, jadi sampai jumpa" ucap Fania sembari berlari mengejar Zilvina.
"aku harus pergi bersama mereka" ucap Lilia singkat.
"aku sudah selesai makan, jadi sampai jumpa lain waktu" ucap Sheon sembari pergi.
"mengapa mereka meninggalkan aku sendiri, arrghh sudahlah aku pergi ke kelas saja" keluh Vino.
Sesampainya di perpustakaan Lilia berkata kepada Zilvina "hemph kemajuan Zilvina" kata Lilia memuji Zilvina.
__ADS_1
"apakah aku sudah layak mendapatkan piagam penghargaan untuk ini?" tanya Zilvina
"maksudku kau sudah bisa menjauhi dia?" ucap Lilia antusias.
"Wahhh kau sangat hebat Zilvina, bagaimana caranya kau bisa menjauhinya dalam waktu beberapa hari?" tanya Sheon.
"ohhh tentang itu, dua hari yang lalu dia memutuskan untuk menamparku jadi aku sudah tidak ada rasa untuk berterima kasih lagi padanya" jawab Zilvina.
"oh ya, mungkin malam ini aku akan kembali ke kota B, apakah kalian ingin pergi bersamaku?" tanya Lilia.
"mungkin aku tidak" jawab Fania.
"aku juga seperti itu" sambunh Sheon.
"aku akan mengecek ponsel ku terlebih dahulu, jika ada hal penting maka aku ikut denganmu malam ini" jawab Zilvina.
"baiklah" ucap Lilia.
"ayo kembali ke kelas, jam pelajaran akan dimulai 10 menit lagi" sambung Lilia.
Ketika sampai di depan kelas, Zilvina si hadang oleh Karina yang merasa kesal dengannya "heyy Zilvina! apa yang kau lakukan pada Lauren? mengapa kau berani menyakitinya?" ucap Karina kesal.
"bukankah sudah aku katakan, bagaimana seorang rakyat jelata seperti aku ini berani menindas seorang tuan putri keluarga ternama, bukankah aku akan berada di dalam masalah besar jika berani melakukannya?" jawab Zilvina.
"hehhh!!! kau!!!! akan aku perintahkan keluarga Alexander untuk menangkap kalian" ancam Karina.
"jika keluarga Alexander berurusan dengan mereka maka habislah kelurga Alexander, keluarga Gabriella saja tidak mampu melawan mereka apalagi keluarga Alexander" ucap Lauren dalam hati
"te-tenanglah Karina, ini semua bukan salah mereka dan juga tidak ada hubungannya dengan mereka" ucap Lauren memenangkan Karina.
__ADS_1
"bukankah kau mendengarnya sendiri? temanmu saja berkata bahwa kami tidak bersalah" ucap Fania.
"ba-baiklah jika itu yang kau mau" ucap Karina.