Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
Episode 12


__ADS_3

Ketika pulang sekolah karena merasa kesal Lauren melapor pada keluarganya dan meminta untuk menculik Zilvina,Lilia,Fania, dan Sheon.


"bisakah kalian menculik seseorang yang bernama Zilvina,Lilia,Fania,dan Sheon" perintah Lauren kepada beberapa pengawalnya.


"baik nona" jawab para pengawal tersebut serentak.


Mereka pun berpura pura tidak berdaya dan dapat di tangkap dengan mudah, mereka dijadikan seorang tawanan di ruang bawah tanah milik keluarga Gabriella.


"Sheon... cepat lepaskan talinya" bisik Fania pada Sheon.


"Hmmm" jawab Sheon sembari berusaha melepaskan ikatan pada tubuhnya.


"kuharap kau melakukannya dengan cepat Sheon" ucap Lilia.


"mengapa terlalu terburu buru, bukankah ini bukan misi" jawab Sheon.


"setelah tuan besar keluarga Gabriella datang kesini kita tidak bisa beraksi lagi" kata Lilia.


"mengapa seperti itu?" Fania, Zilvina, dan Sheon bertanya bersamaan.


"apa dia akan membunuh kita" tanya Fania.


"dia mengetahui identitas kita" jawab Lilia.


"ma-maksudmu sebagai anggota dendelion?" tanya Fania terkejut dan tidak sengaja berteriak.


"sstttt jangan berteriak" bisik Lilia.


"bukan, tapi sebagai putri keluarga bansawan di kota B" sambung Lilia.


"mengaoa kau tidak mengatakannya sejak awal, bagaimana jika identitas kita terbongkar" ucap Sheon panik.


"aku baru saja mengingatnya beberapa detik yang lalu" jawab Lilia.

__ADS_1


"jadi apakah semua rencana kita sia sia?" tanya Fania.


"tentu saja tidak, setelah tuan besar tau kita akan mengancamnya dan dia pasti akan memberikan apa saja yang kita inginkan, benar tidak Lilia? " saut Zilvina berkata dengan percaya diri.


"hmmm..... itu bisa menjadi salah satu pilihan kita" jawab Lilia.


"apa yang kalian inginkan?" tanya Sheon tidak mengerti apa yang dimaksud Lilia dan Zilvina.


"ini bukan seperti yang kau pikirkan tetapi......" Zilvina menjelaskan rencananya.


"hmmmm baiklah" jawab Sheon.


Lauren menceritakan semuanya dan meminta ayahnya untuk menghukum Zilvina dan teman temannya tapi ketika melihat bahwa yang mereka culik adalah Zilvina dan teman temannya, Ayah Lauren tiba tiba saja gemetara.


"itu dia Ayah, dia adalah siswa yang mendorongku dan juga menamparku" ucap Lauren sembari membuka pintu ke ruangan tahanan tersebut.


"tu-tuan putri" ucap Ayah Lauren sembari berlutut di hadapan Zilvina dan teman temannya.


"apa maksudmu menghukum mereka, cepat bersujudlah untuk meminta ampun pada tuan putri" ucap Ayah Lauren sembari memaksanya bersujud di hadapan Zilvina.


"mengapa kita harus bersujud di hadapkan rakyat jelata seperti mereka, itu akan merusak harga diriku" jawab Lauren dengan angkuh.


"apa maksudmu rakyat jelata, mereka adalah nona muda keluarga bangsawan di kota B, nona Zilvina putri dari keluarga Evangelion, nona Fania dari keluarga Polingten, nona Sheon dari keluarga Renvils dan juga nona Lilia dari keluarga Leposter" ucap Ayah Lauren memarahinya.


"a-apa 4 keluarga bangsawan di kota B" ucap Lauren tercengang sembari gemetaran.


"ma-maafkan putri saya nona muda" ucap Ayah Lauren.


"hemph itu bukan masalah besar, tapi kami meminta balasan atas ketidaknyamanan ini" ucap Fania.


"a-apa saja akan saya lakukan untuk nona muda" jawab Ayah Lauren.


"kami ingin putri anda merahasiakan hal ini dan jika kami mengetahui hal ini tersebar maka 4 keluarga bangsawan tidak akan segan lagi terhadap keluarga Gabriella" ucap Fania dengan nada Marah.

__ADS_1


"ba-baik nona muda" jawab Ayah Lauren ketakutan.


"dan juga untuk besok Lauren harus memakai costum ini saat pergi ke sekolah" ucap Zilvina sambil memberikan costum badut.


"baik nona muda" ucap Ayah Lauren.


"tidak! aku tidak mau! aku adalah bintang sekolah mana mungkin aku pergi ke sekolah dengan menggunakan costum konyol ini" ucap Lauren marah.


"apa kau ingin memberontak, nona Lauren? jika kau hendak memberontak maka jangan salahkan aku jika peluru ini menembus pelipismu!" ucap Zilvina sembari menatap Lauren.


"a-aura pembunuh itu lagi" ucap Lauren dalam hati ketakutan.


"ba-baiklah aku akan memakainya" jawab Lauren gemetaran.


"kami akan pergi paman" ucap Sheon sembari berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


"ba-baiklah nona muda" jawab ayah Lauren. Mereka ber-empat pun meninggalkan tempat tersebut dan bergegas pulang.


"berani beraninya kau menyinggung nona muda 4 keluarga bangsawan, aku sudah mengajarkanmu etika sejak kau masih kecil tapi apa hasilnya, kau hampir saja menghancurkan keluarga Gabriella" ucap Ayah Lauren sambil menampar Lauren.


"ma-maafkan aku ayah" ucap Lauren sembari menanggis


Sesampainya di rumah mereka berbahagia karena rencana mereka keseluruhan berhasil.


"hey Zilvina! mengapa kau hanya memintanya untuk memakai costum seperti, seharusnya kau menembakkan peluru itu tadi" ucap Sheon.


"aku merasa kasihan pada Ayahnya, dia sudah memohon hingga bersujud pada kita" jawab Zilvina.


"sejak kapan kau memiliki rasa kasihan?" saut Fania.


"Hmm entahlah, lagipula pistol yang aku bawa kehabisan peluru jadi apa boleh buat" jawab Zilvina


"sudahlah ayo segera beristirahat! badanku cukup sakit, para pengawal tadi cukup bertenaga memukul kita" sambung Zilvina.

__ADS_1


__ADS_2