Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
Episode 20


__ADS_3

"Tuan William memberitahukan kepada Ayah bahwa mereka sebentar lagi akan tiba, kalian bersiaplah untuk menyambutnya" ucap Ayah Zilvina memberitahu.


"hei Zilvina, mengapa kau memakai topeng? bukankah ini pesta makan malam bukan pesta untuk perayaan" ucap Evellyn mengkritik penampilan Zilvina.


"itu bukan urusanmu" jawab Zilvina dingin.


"benar... menurutku Zilvina terlihat cantik malam ini" ucap Devano membela Zilvina.


"biarkan saja kak! aku rasa seseorang sedang merasa iri denganku" jawab Zilvina menyindir Evellyn.


"apa kau bilang?!!" teriak Evellyn marah.


"bukankah itu bukan urusanmu? bukankah aku berhak untuk menentukan pakaianku sendiri?" tanya Zilvina.


"terserah kau saja!" ucap Evellyn sambil meninggalkan Zilvina.


"sudah jangan bertengkar! itu adalah mobil tuan William cepat sambut mereka" ucap Ayah Zilvina.


"baik Ayah" ucap Zilvina, Evellyn dan Devano bersamaan.


"silakan tuan" kata pengawal sambil membukakan pintu mobil.


"hallo tuan William, aku Evellyn putri pertama keluarga Evangelion" sambut Evellyn.


"Selamat datang di kediaman keluarga Evangelion tuan William" sapa Devano.


"wahh bahkan tuan muda kedua keluarga Evangelion pun ikut menyambutku, HAHAHA ini adalah sebuah kehormatan bagiku" ucap Tuan William mengabaikan Evellyn.


"hehh beraninya si tua bangka ini mengabaikanku" ucap Evellyn dalam hati.


"wah apakah ini nona muda ketiga keluarga Evangelion yang misterius itu? senang sekali dapat bertemu dengan anda nona Zilvina" sapa Tuan William.


"haha saya juga merasa terhormat mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan anda tuan William, saya mengidolakan anda karena anda adalah seseorang yang pekerja keras dan tidak mudah putus asa" jawab Zilvina.


"jika saya tidak salah mengingat, Tuan William ini adalah pemimpin keluarga Nathael sejak dia masih sangat muda yaitu sejak anda menginjak usia 17 tahun, jadi tidak heran bahwa dia sangat di segani masyarakat dunia, dan dia juga mempunyai perusahaan yang hampir sama besarnya dengan perusahaan milik keluarga Evangelion" ucap Zilvina dalam hati.

__ADS_1


"HAHAHA kau terlalu melebih lebihkan nona Zilvina, aku tidak sehebat itu" ucap Tuan William.


"ohh iya nona Zilvina, ini adalah putra keduaku Vino Nathael, umurnya tidak terlalu selisih jauh denganmu aku berharap kalian bisa berteman baik layaknya teman seumuran" ucap Tuan William memperkenalkan Vino.


"hallo tuan Vino, namaku Zilvina" ucap Zilvina memperkenalkan diri dengan anggun.


"Zil-Zilvina? nama itu sangat mirip dengan Zilvina bahkan suaranya hampir sama, ta-tapi dia adalah putri ketiga keluarga Evangelion " ucap Vino dalam hati.


"tu-tuan Vino, apakah ada yang salah dengan penampilan saya?" panggil Zilvina.


"apa yang sedang anda pikirkan? apakah anda baik baik saja, tuan Vino?" sambung Zilvina.


"hahaha ti-tidak, hanya saja aku mengingat teman sekelasku yang memiliki nama yang sama dengan anda nona Zilvina, maafkan saya atas ketidaknyamanan ini" jawab Vino panik.


"sudahlah! ayo masuk jangan berlama lama disini, hari sudah mulai malam" ajak Ayah Zilvina.


"baiklah tuan Arlles" jawab Tuan William.


...----------------...


Tiba tiba saja datang seorang laki laki yang berlari dengan nafas terengah engah, lalu Vino pun memanggilnya "ka-kakak" teriak Vino.


"ka-kakak? jadi ini kakaknya Vino, putra pertama keluarga Nathael?" ucap Zilvina dalam hati.


"ma-maafkan aku Ayah, aku hampir saja melewatkan acara ini" ucap seorang yang Vino panggil dengan sebutan kakak tersebut.


"ohh yaa, perkenalkan nama saya Vero Nathael putra pertama keluarga Nathael" ucap Vero memperkenalkan diri.


"hahaha hallo tuan Vero, aku Evellyn putri pertama keluarga Evangelion" jawab Evellyn dengan cepat.


"hallo namaku Devano, aku putra kedua keluarga Evangelion, kurasa kita bisa menjadi teman" ucap Devano memperkenalkan diri.


"tentu saja" jawab Vero.


"oh ya apakah kau putri ketiga keluarga Evangelion? jika aku tidak salah mengingat namamu adalah Zilvina" ucap Vero.

__ADS_1


"anda pandai menebak tuan Vero, padahal ini pertemuan pertama kita bagaimana anda mengetahui identitas saya dengan benar" ucap Zilvina.


"hahaha aku hanya menebak saja, aku dengar dengar kau sangat berminat belajar menggunakan beberapa jenis senjata jarak jauh seperti kakak keduamu" ucap Vero sambil duduk.


"hahaha itu benar tuan Vero, saya sering berlatih dengan kakak kedua saya, kak Devano" jawab Zilvina.


"kau tidak perlu sungkan, panggil aku kakak, aku tidak terbiasa di panggil tuan" ucap Vero.


"hahaha ba-baiklah kak Vero" jawab Zilvina.


"nah itu jauh lebih baik" ucap Vero.


"hemphh mengapa si bocah sialan ini selalu merebut perhatian dariku?! padahal aku adalah seorang aktris jika di bandingkan tentang kepopuleran jelas aku lebih populer di bandingkan dia, tapi mengapa dia selalu dapat mencuri perhatian?!" ucap Evellyn dalam hati kesal.


"sudah sudah cepat makan, jika makanannya dingin maka rasanya akan kurang lezat" ucap Ibu Zilvina.


"aduhh..." ucap Vino.


"ada apa?" tanya Vero panik.


"tiba tiba saja perutku terasa sakit, aku ingin ke kamar mandi" jawab Vino.


"jija seperti tu aku harus pergi ke kamar mandi sebentar, maaf tuan Arlles atas ketidaknyamanan ini" sambung Vino.


"biar Zilvina yang menemani anda tuan muda kedua" ucap Evellyn.


"ti-tidak perlu aku akan pergi sendiri saja, mungkin pelayan dapat mengantarkan aku" jawab Vino tidak enak hati.


"tidak usah di pikirkan, lagi pula Zilvina juga tidak keberatan, iyakan Zilvina?" ucap Evellyn.


"haha iya, aku akan mengantarmu tuan Vino" jawab Zilvina dengan senyum terpaksa.


"ba-baiklah jika begitu" jawab Vino.


"mari tuan muda kedua ikuti saya" ajak Zilvina.

__ADS_1


__ADS_2