
"kak biarkan aku saja, aku akan membantu mengobati lukamu" ucap Zilvina.
"kakak bisa melakukannya sendiri, lebih baik kau beristirahat saja, bukankah kau lelah hari ini harus ke bandara untuk menjemputku dan kak Evellyn" jawab Devano.
"ta-tapi kakak terluka gara gara aku" bujuk Zilvina, bersikeras untuk mengobati luka Devano.
"kakak sudah terbiasa, Zilvina istirahat saja yaa " tutur Devano lembut.
"ta-tapi kak... " ucap Zilvina langsung merubah ekspresi.
"sudah jangan merasa bersalah dengan ini, ini tidak ada hubungannya denganmu, aku saja yang kurang berhati hati" jawab Devano lembut.
"hmm baiklah, kakak juga jangan lupa untuk beristirahat setelah mengobati lukanya" jawab Zilvina.
"hmm" jawab Devano sambil tersenyum.
"selamat malam kak" ucap Zilvina sambil menutup pintu.
...----------------...
Tanpa disengaja Zilvina bertemu dengan Evellyn di depan kamar Devano.
"hemphh ternyata kau sudah berani melawan Ayah ya! apakah kau ingin mati?!" ucap Evellyn mempermainkan Zilvina.
"jika aku mati pun bukan urusanmu jadi jangan banyak berdrama" jawab Zilvina acuh.
"kau masih punya muka untuk bilang seperti itu, dasar pencuri!" teriak Evellyn.
"mencuri mainan bukankah lebih baik daripada mencuri perhatian dan kasih sayang orang tua?!" ucap Zilvina seraya pergi meninggalkan Evellyn.
__ADS_1
"hemphh pergi begitu saja ya?! apakah kau takut? bukankah kau seorang pemberani? buktinya tadi kau berani menodongkan pecahan gelas ke Ayahku" ucap Evellyn.
"apa kau sudah selesai mengoceh? aku lelah mendengarnya" ucap Zilvina membalik badan dan melihat ke arah Evellyn.
"he-hemph kau tidak akan lolos kali ini!" ucap Zilvina, membuat Evellyn gemetar.
"me-mengapa tatapan Zilvina tadi itu begitu menyeramkan, se-seperti dia memiliki jiwa yang ingin membunuhku dengan kejam" ucap Evellyn dalam hati.
"oh ya? Aku tunggu kejutan darimu untuk selanjutnya!!" ucap Zilvina sambil meninggalkan Evellyn
...----------------...
"Lilia.. tolong kau carikan informasi siapa saja yang berada di belakang kakakku, Evellyn" ucap Zilvina dalam telfon.
"hmm, beri aku sedikit waktu untuk mencarinya" jawab Lilia.
"dan kau beritahu Fania dan Sheon untuk segera ke kota B, mungkin akan ada kejutan menarik nanti malam" sambung Zilvina.
"dia mungkin akan memulainya, dan tugas kita hanya berjaga jaga jika dia benar benar akan memulainya, maka itulah waktu kita untuk melakukannya!" jawab Zilvina.
"a-apakah kau telah membicarakan hal ink dengan kakak keduamu?" tanya Lilia.
"dia baru saja terluka hanya untuk melindungiku, aku tidak ingin dia khawatir denganku jadi kita rencanakan rencana kita sendiri saja, lagi pula kakakku adalah guru kita tidak mungkin dia tidak memahami semua rencana kita, bukan?" jawab Zilvina.
"hahaha perkataan ada benarnya juga, Fania dan Sheon akan tiba pada pukul 4.00 sore, setelah itu kami ber-tiga akan menyiapkan rencana, kau siapkan semua perlengkapanmu saja" ucap Lilia serius.
"hmm baiklah, makan malam di mulai pada pukul 7.00 malah ini, kau bisa menyelinap masuk saat tamu sudah di dalam, jangan menggunakan teknik seperti biasa yaitu mengejutkan penjaga karena itu akan menjadi pusat perhatian" tutur Zilvina, serius menjelaskan rencananya.
"apakah kau sudah menemukan informasinya?" tanya Zilvina.
__ADS_1
"tunggu sebentar.. kakak pertamamu Evellyn Evangelion, dia adalah sosok aktris terkenal tidak mungkin dia tidak memiliki pendukung yang kuat, ahhhh aku menemukannya.. orang orang yang ada di belakang kakakmu cukup memiliki tingkatan yang tinggi contohnya yaitu geng macan putih, naga api, dan raja langit, hanya itu yang bisa aku dapatkan jika ada yang lain aku juga tidak tahu" ucap Lilia.
"selain itu kakakku juga mendapat perlindungan dari pengawal kediaman Evangelion dan mereka lumayan kuat jadi berhati hatilah" sambung Zilvina.
"hmmm, meskipun mereka kuat tapi tingkatan mereka masih berada jauh di bawah kita, mereka mungkin tidak mampu menghentikan kita namun dapat menghalangi sedikit langkah kita jadi kau tidak perlu khawatir" ucap Lilia.
"hmm, ada yang mengetuk pintu kita lanjutkan nanti saja" ucap Zilvina, lalu pergi membuka pintu.
"baiklah" jawab Lilia sembari mematikan telfonnya.
"ada hal apa?" tanya Zilvina.
"tuan Arlles meminta saya untuk menanyakan ukuran badan anda nona" jawab Kepala Pengurus Rumah.
"pakai saja ukuran lama" perintah Zilvina.
"ta-tapi itu sudah lama sekali nona, saya rasa-" ucap Kepala Pengurus Rumah ragu ragu.
"apakah maksudmu aku bertambah gemuk?" tanya Zilvina sambil menatap Kepala Pengurus Rumah.
"ti-tidak seperti itu nona... ma-maksudku... " ucap Kepala Pengurus Rumah panik.
"sudahlah kau bisa atur sedikit tentang tinggi dan besarnya bukankah itu hal mudah? pergilah dan kembali bekerja" perintah Zilvina, sembari hendak menutup pintunya kembali.
"i-itu nona, nona Evellyn menunggu anda di taman belakang rumah, nona Evellyn ingin anda untuk pergi kesana nona" tambah Kepala Pengurus Rumah.
"katakan padanya aku sedang sibuk" ucap Zilvina sembari hendak menutup pintu kamarnya.
"ta-tapi kata nona Evellyn berkata bahwa ini sangat penting" ucap Kepala Pengurus Rumah hati hati.
__ADS_1
"hmm aku akan pergi kesana nanti, kau pergilah!" ucap Zilvina.