
"h-heyy Zilvina..." panggil Vino ragu ragu.
"ehh iya tuan Vino, ada yang bisa saya bantu?" jawab Zilvina.
"Jangan panggil aku tuan"
"panggil aku Vino saja"
"aku tidak terbiasa dipanggil tuan" ucap Vino.
"mo-mohon maafkan aku, Vino" ucap Zilvina tidak enak hati.
"hmm, itu bukanlah masalah besar"
"jika anda ingin segera ke kamar mandi maka akan saya antarkan, jika kita berlama lama disini itu akan memperburuk keadaan anda" ajak Zilvina.
"perutku tidak sakit, aku hanya ingin berbicara denganmu, oh ya jangan terlalu sungkan kita i i seumuran" ucap Vino.
"baiklah jika ingin berbicara kita bisa pergi ke taman belakang, disana tidak ada orang" jawab Zilvina sembari menunjukkan jalan.
"hmmm baiklah" ucap Vino sambil mengikuti Zilvina.
...----------------...
"apa yang ingin kau bicarakan, Vino?" tanya Zilvina.
"apakah kau bersekolah di kota A?" tanya Vino ragu ragu.
"h-hah! apakah dia masih mencurigaiku?" ucap Zilvina dalam hati, terkejut mendengar pertanyaan Vino.
"te-tentu saja tidak, sekolah sekolah di kota B cukup bagus, mengapa aku harus ke kota A untuk bersekolah" jawab Zilvina.
"hmm kau benar juga, aku hanya memastikan kau bukan Zilvina yang bersekolah di sekolah menengah pertama Kota A"
"mungkin jika itu adalah Zilvina dirimu, aku akan senang tapi sayangnya aku tidak punya kesempatan untuk satu kelas bersamamu hahaha sayang sekali" ucap Vino.
__ADS_1
"jika kau ingin bertemu denganku kau bisa meneleponku, aku akan berkunjung ke kota A untuk mengunjungi keluargamu" ucap Zilvina sambil memberikan kartu nama.
"hahaha, itu lebih baik" jawab Vino
"jika kau sudah selesai berbicara kita harus kembali ke ruang makan, Ayahmu akan khawatir jika kau terlalu lama pergi ke kamar mandi" ajak Zilvina.
"tunggu sebentar! ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan!"
"jika aku tidak salah mengingat kau mempunyai kesalahpahaman dengan kakak pertamamu, jika kau ingin bercerita kau bisa meneleponku untuk menenangkan dirimu" ucap Vino.
"aku mempunyai cukup banyak teman disini jadi kau tidak perlu merepotkan dirimu untuk menghiburku"
"lagipula aku punya kakak keduaku yang dapat menjadi kakak sekaligus teman bagiku" ucap Zilvina.
"apakah pertanyaanmu sudah selesai? jika sudah kita bisa kembali ke ruang makan sekarang" sambung Zilvina.
"hmm kita bisa kembali sekarang" jawab Vino.
...----------------...
"ma-maaf Tuan William ini salah saya, saya salah menunjukkan jalan untuk tuan muda Vino" jawab Zilvina sambil menundukkan kepala.
"aaa nona muda ketiga aku yakin ini bukan salahmu, aku sangat mengenal Vino, dia memang sangat merepotkan jadi seharusnya Vino yang meminta maaf bukan dirimu" ucap Vero.
"tidak apa tuan Vero, memang seharusnya Zilvinalah yang meminta maaf, Zilvina memang anak yang tidak mudah untuk di nasihati sejak dia kecil sampai sekarang" potong Evellyn mencari perhatian.
"karena waktu sudah mulai larut dan kami harus kembali ke Kota A kami harus kembali tuan Arlles, dan terima kasih untuk jamuan makanan malam ini" ucap Tuan William.
"wahh mengapa kalian tidak menginap disini saja? aku akan memerintahkan pelayan untuk mempersiapkan kamar" jawab tuan Arlles, Ayah Zilvina.
"tidak perlu, besok pagi saya memiliki urusan yang mendesak jadi saya tidak bisa menginap, mungkin lain kali saya akan menyempatkan diri untuk pergi ke kota B" jawab Tuan William.
"baiklah jika seperti itu keadaannya, mari kita antarkan Tuan William ke depan gerbang" ajak Ayah Zilvina.
"baik Ayah" jawab Zilvina,Evellyn dan Devano bersamaan.
__ADS_1
.
.
"sampai jumpa lain waktu tuan Arlles" ucap Tuan William.
"hmm, sering sering berkunjunglah kemari Tuan William" jawab Ayah Zilvina.
"kau bisa berkunjung kapan saja kau mau untuk ke kota A, Devano" ucap Vero pada Devano.
"seharusnya kau yang berkunjung ke kota Y untuk melihatku berlatih ilmu pedang disana" jawab Devano.
"Zilvina, kau harus pergi ke kota A suatu saat nanti, di kota A banyak hal hal menarik yang pasti kau sukai" ucap Vino.
"sampai jumpa Tuan William" ucap Evellyn.
"dan juga Zilvina, pergilah ke perusahaanku saat kau berkunjung ke kota A suatu saat nanti" ucap Tuan William.
"baik tuan, dengan senang hati" jawab Zilvina.
"orang tua ini mengabaikanku lagi dan lagi, ini semua gara gara Zilvina, dia selalu mencuri perhatian, awas kau Zilvina! malam ini kau tidak akan tidur dengan tenang" ucap Evellyn dalam hati, kesal.
"kami pergi dulu, sampai jumpa lain waktu tuan Arlles" ucap Tuan William sambil meninggalkan kediaman keluarga Landcaster.
"baiklah ayo kembali ke dalam, udara malam sangat tidak baik untuk kalian" ajak Tuan Arlles.
...----------------...
"aku akan pergi tidur lebih awal " ucap Zilvina lalu menuju arah tangga.
"aku akan tidur di kamar atas malam ini, selamat malam Ayah, Ibu" ucap Evellyn sembari mengikuti Zilvina naik ke lantai atas.
"ada apa dengan Evellyn? biasanya dia selalu menolak tidur di kamar atas" tanya Ibu Zilvina.
"entahlah.. tingkah kakak pertama memang aneh akhir akhir ini" jawab Devano.
__ADS_1