Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
episode 29


__ADS_3

Setelah Zilvina menyadari hal tersebut ia bergegas memasuki mobilnya dan pergi untuk mencari tau apakah dia benar benar diawasi atau tidak, di perjalanan ia menelepon Lilia untuk melancarkan aksinya.


"hmph ternyata benar, kau akan bermain setelah kak Devano pergi, Evellyn" ucap Zilvina lirih sembari menelepon Lilia.


"ada hal apa kau meneleponku sepagi ini? apa kau gila?" amuk Lilia sembari menerima telepon Zilvina.


"Siapkan rencana untuk menjebak kaki tangan Evellyn" ucap Zilvina.


"h-hahh?" teriak Lilia terkejut.


"Hmm cepat siapkan rencana, mereka sedang mengikutiku sekarang" jawab Zilvina.


"ba-bagaimana mereka bisa mengikutimu?" tanya Lilia.


"aku mengantarkan kak Devano ke bandara pagi ini dan aku merasa ada yang sedang mengawasi kami dari kejauhan dan ternyata benar, setelah aku amati dari dalam mobil selama 5 menit mereka mulai bergerak" ucap Zilvina.


"aku bergegas mengendarai mobilku untuk mengelabui mereka namun nampaknya mereka sudah lebih ahli dari yang sebelumnya, jadi aku memerlukan bantuan kalian secepatnya" sambung Zilvina.


"a-aku akan mengabari Sheon dan Fania, kau buat mereka terus mengikutimu tapi jangan sampai mereka dapat mengepungmu sebelum kami tiba" ucap Lilia bergegas.


"Hmm selesaikan semuanya dalam waktu 15 menit dan kita bertemu di tempat lama itu" ucap Zilvina sembari mematikan telepon.


"jika kau ingin bermain maka permainan akan dimulai, Evellyn!!" ucap Zilvina sembari melajukan kendaraannya.


Zilvina pun mengecoh kaki tangan kakaknya tersebut dengan cara melewati jalan yang sama secara berulang ulang, hingga pada saat waktu yang dijanjikan Zilvina pun bergegas ke tempat yang telah ditentukan, sesampainya di tempat itu.....


"ba-bangunan apa ini bos" ucap salah satu kaki tangan Evelyn.


"jangan dipikirkan cepat kejar dia!!" ucap bosnya.


"h-hah geng Macan Putih?" ucap Lilia terkejut.

__ADS_1


"mengapa kau seterkejut itu melihatnya?" tanya Sheon.


"mereka adalah geng mafia terkenal pada masanya, konon katanya mereka tidak akan pernah melepaskan target mereka sebelum targetnya kehilangan nyawa" ucap Lilia panik.


"a-aku akan mengaktifkan kamera pengawas di gedung ini agar jika terjadi hal yang tidak diinginkan kita akan baik baik saja" sambung Lilia.


"apakah kamera pengawas di gedung ini masih berfungsi? bukankah gedung ini telah terbengkalai bertahun tahun lamanya?" tanya Sheon


"jangan banyak bertanya! mereka sudah menuju ke lantai atas dan mengejar Zilvina!!" ucap Fania tegas.


"lakukan semua sesuai rencana awal dan tetaplah berhati hati sesuai perkataan Lilia mereka bukanlah lawan yang mudah seperti sebelumnya" sambung Fania.


"Hmmm aku akan menuju ke posisiku" jawab Sheon bergegas.


Sementara itu di tempat Zilvina berada....


"Hahahaha ternyata kau cukup pandai gadis kecil" ucap Bos mafia tersebut.


"si-siapa kalian?" ucap Zilvina berpura pura ketakutan untuk menyita lebih banyak waktu.


"hmph kau ingin mengetahui siapa kami? maka menyerahlah dan ikutlah dengan kami maka kau akan tau siapa kami" ucap sang bos mafia.


"mengapa kau tidak menjawabku, apakah kau sedang ketakutan? aku mendengar dari cerita kakakmu kau sangat berani ketika berhadapan dengannya, mengapa kau terlihat sangat berbeda dengan cerita kakakmu?" sambungnya.


"ups! sepertinya kau salah menyebut boss" ucap mafia tersebut sembari perlahan mendekati Zilvina.


"Hahahaha karna kau telah mengetahuinya maka lebih baik kau tutup mulut untuk selamanya saja" ucap Bos mafia tersebut. Dengan cepat Sheon melempar pisau dan menancap persis di depan para mafia tersebut.


"ups! sepertinya meleset" ucapnya sembari menampakkan diri.


"Wahhh dua orang lebih baik" ucap Bos mafia.

__ADS_1


"bosss jika kita dapat menangkap keduanya maka keuntungan akan berkali kali lipat " ucap Mafia tersebut.


"geng Macan Putih ya? grup mafia yang terkenal pada masanya yang kini keberadaannya di pertanyakan karena sang tetua dari grup tersebut memilih untuk memberhentikan pengoprasian sementara karna beberapa faktor salah satunya karna anak buahnya tanpa sengaja membunuh seorang bangsawan di kota X dan pembunuh tersebut adalah dirimu tuan Bryan" ucap Lilia menunjukkan dirinya.


"ba-bagaimana dia mengetahui tentang dirimu, bos?" ucap salah satu mafia tersebut.


"Hmm dan dirimu adalah Hendrick seorang buronan di kota D dan melarikan diri serta mengganti identitasmu dan bergabung dengan geng macan putih" ucap Lilia.


"Emmm yang aku ketahui kau tidak pernah jujur akan identitas aslimu bahkan kepada para tetua geng tersebut, ups! sepertinya aku salah berkata" sambung Lilia.


"i-itu tidak benar!" Hendrick mencoba mengelakkan perkataan Lilia.


"hmmm kau melakukan itu untuk nenekmu yang sudah tua dan sakit sakitan bukan?" ucap Lilia memperjelas.


"apa itu benar Hendrick?" tanya Bryan sang bos mafia.


"i-itu tidak benar bos, mereka hanya mengecoh kita agar kita tidak menangkap mereka" elak Hendrick. Dengan memanfaatkan situasi tersebut Zilvina mengisikan satu persatu peluru pada pistol miliknya.


"baiklah mari kita mulai permainannya" ucap Zilvina percaya diri.


"da-darimana dia mendapatkan pistol tersebut?" ucap Hendrick terkejut.


"bo-bos apa aku perlu memanggil anggota lain ini tidak setimpal jika dua melawan tiga" sambung Hendrick.


"mereka hanyalah anak anak, apa yang harus kau takutkan?" jawab Bryan.


"hmm kau melupakan aku!" ucap Fania datang.


"strategi kalian sangatlah buruk!" sambung Fania.


"baiklah semuanya telah lengkap! ayo mulai permainan ini!" ucap Zilvina.

__ADS_1


"Hmmm mulai permainannya" ucap Fania, Sheon dan Lilia bersamaan.


__ADS_2