Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
episode 45


__ADS_3

"Arghh sialan! mengapa dimana sebenarnya Zilvina berada" ucap Fania gelisah.


"semua kelas telah aku cari namun tidak ada Zilvina" ucap Sheon.


"di semua kamar mandi yang ada di sekolah ini dia juga tidak ada" ucap Lilia.


"kita telah berpencar mencari Zilvina namun tetap tidak ditemukan, apakah dia telah meninggalkan sekolah ini" ucap Sheon bertanya tanya.


"itu tidak mungkin terjadi! semua gerbang telah ditutup dia tidak akan bisa keluar" ucap Lilia.


"ada satu tempat yang belum kita cari" ucap Fania.


"gudang! " ucap mereka bersamaan.


Mereka pun bergegas menuju semua gudang yang ada di sekolah tersebut, namun sudah beberapa gudang mereka kunjungi Zilvina belum juga ditemukan, setelah beberapa saat ketika mereka sudah merasa lelah dan putus asa mereka membuka pintu gudang yang terakhir dan disitulah Zilvina sedang terduduk lemas di bagian pojok gudang tersebut. Seketika mereka menghampiri Zilvina dan memeluknya.


"ini adalah gudang terakhir dan Zilvina belum ditemukan, aku telah memerintahkan Andika untuk membantu kita mencari di perpustakaan namun hasilnya nihil" ucap Lilia.


"jika dihadang ini tidak ada Zilvina, maka akan kubuat kau menyetahui akibat kau terlalu egois dan menyalahkannya tadi pagi" ancam Sheon.


Fania membuka pintu gudang tersebut "gudang ini lebih gelap daripada gudang gudang sebelumnya" ucapnya.


"Zil-Zilvina, apa ku Zilvina" ucap Fania sembari mendekati seorang yang terduduk di pojok gudang.


"Zilvina akhirnya aku menemukanmu" sambung Fania sembari menghampiri Zilvina dan memeluknya.


"maaf membuatmu menunggu lama Zilvina" ucap Sheon sembari memeluk Zilvina.


"ini semua salahku aku yang terlalu egois, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri" ucap Lilia ikut memeluk Zilvina.


"aku baik baik saja, lepaskan pelukan kalian" ucap Zilvina dingin.


"jangan kau berkata bahwa kau baik baik saja, nafasmu saja terendah engah seperti ini kau masih saja berkata kau baik baik saja" ucap Sheon memarahi.

__ADS_1


"bantu aku keluar dan jangan biarkan Andika mengetahui hal ini" ucap Zilvina.


"jangan pikirkan hal itu nona" ucap Andika tiba tiba datang.


"haih sudah terlambat ya? " ucap Zilvina.


"jangan pikirkan tentang kakakmu ayo cepat keluar dari tempat ini" ajak Lilia memapah Zilvina.


"bawa Zilvina ke ruang uks terdekat saja Lilia" ucap Sheon.


"aku akan membantumu memapahnya" ucap Fania.


"nona Zilvina mengapa anda memintamu untuk berada di kelas saja dan tidak mengikuti kalian?"


"maafkan aku nona Zilvina, aku masih saja belum mengerti yang anda maksud memerlukan waktu untuk tanpamu adalah hal yang sangat parah seperti ini" ucap Andika dalam hati.


"Andika ruang uks berada di depan apa kau bisa membukakan pintunya" ucap Sheon namun Andika tidak mendengarnya karena sedang melamun.


"Andikaa!!! " teriak Sheon.


"mengapa kau melamun cepat tolong bukain pintunya" ucap Sheon.


"ba-baik nona Sheon" ucap Andika bergegas.


"mengapa kau melamun seperti itu? Zilvina telah terbiasa seperti ini jangan takut" ucap Sheon memarahi Andika.


"ma-maafkan aku, pintunya telah terbuka bawalah nona masuk" ucap Andika.


Sesampainya di dalam ruang uks mereka memenangkan Zilvina agar traumanya selesai, Mereka semua rela meninggalkan jam pelajaran kedua untuk menjaga Zilvina. Selang beberapa saat, trauma Zilvina membaik dan Zilvina telah merasa sedikit lebih tenang. Karena melihat Andika merasa khawatir Sheon pun mengajak andika keluar dari ruangan tersebut dan bertanya padanya...


"apa ada suatu hal yang ingin kau tanyakan? " tanya Sheon.


"jangan mengangu mereka, ayo keluar dari ruangan ini" ajak Sheon.

__ADS_1


"baiklah" jawab Andika sembari mengikuti Sheon keluar dari ruangan tersebut.


"apa yang ingin kau tanyakan" tanya Sheon ketika di luar ruangan.


"seberapa sering nona Zilvina mengalami hal semacam ini? " tanya Andika.


"sepertinya kau sangat mengkhawatirkan Zilvina ya? " ucap Sheon.


"jika kau bertanya seberapa sering, itu jarang sekali terjadi bahkan hampir sudah tidak pernah lagi"


"namun karena masalah akhir akhir ini yang membuatnya menjadi terbebani dan juga kita yang kurang sensitif terhadap traumanya yang bahkan sudah tidak pernah terjadi setelah beberapa tahun kami melakukan kesalahan yang seharusnya kita tidak pernah lakukan" ucap Sheon.


"apa satu satunya penyebab adalah hal itu" tanya Andika.


"banyak sekali penyebab yang memicu trauma itu kembali, maka dari itu kak Devano memerintahkan kita untuk menjaga Zilvina" jawab Sheon.


"karna keluarga yang paling ia sayangi adalah kak Devano maka ketika traumanya datang Zilvina pasti akan selalu mengingat orang orang yang memberinya kasih sayang" sambung Sheon.


"kedepannya aku akan menjaga nona Zilvina dengan baik" ucap Andika termotifasi.


"pffttt HAHAHA peruma saja kau menjaganya hingga tidak berkedip, ketika dia merasa traumanya kembali ia akan mencari cara untuk menyendiri dan jika kau tidak mengizinkannya maka kaulah korbannya"


"itulah tujuan Zilvina bergabung bersama kami, hanya untuk mencegah ia melukai orang yang berada di dekatnya" ucap Sheon.


"apakah nona Zilvina bergabung dengan kalian bukan karena keinginannya sendiri?" tanya Andika.


"jika bukan karena trauma yang ditimbulkan oleh keluarganya sendiri mungkin sekarang Zilvina tidak perlu berada di dunia yang kejam ini HAHAHA merasakan trauma yang menyiksanya, kekurangan kasih sayang keluarga, bersahabat dengan darah dan pembunuhan" jawab Sheon.


"dan kami akan tetap menjadi nona muda yang anggun bukan nona muda yang bersahabat dengan darah dan dunia yang sangat kejam seperti ini" sambung Sheon.


"sebenarnya semenyedihkan apa hidup yang dijalani nona Zilvina" ucap Andika dalam hati.


"sebenarnya Zilvina adalah gadis lembut yang kurang kasih sayang, karena kurangnya kasih sayang tersebut merubahnya menjadi gadis yang kejam dan tidak berperasaan seperti ia sekarang"

__ADS_1


"haihhh... tumbuh diantara keluarga yang utuh namun kehilangan peran, menjadi seorang yang kejam dan tidak berperasaan itu sungguh tidak mudah, jika bukan demi kakaknya ia mungkin telah mengakhiri hidupnya sejak lama" ucap Sheon.


"pantas saja tuan Devano selalu memintaku untuk melindungi nona Zilvina bersama dengan teman temannya ternyata kalian adalah tempat berteduh bagi nona selain tuan Devano" ucap Andika sembari tersenyum.


__ADS_2