
Setelah kejadian itu, mereka ber-empat pun bergegas menuju kelas untuk mengikuti pelajaran, sesampainya di kelas Karina masih saja membuat ulah dengan cara mencoret coret papan tulis dengan menuliskan hal hal yang tidak pantas tentang Zilvina.
......................
"apa kau masih saja merasa kurang puas menggangu hidup kami, Karina!" ucap Sheon geram.
"apa yang kau katakan mengganggu? ini semua fakta dan ini semua nyata!" ucap Karina dengan nada tinggi.
Ketika Sheon dan Karina sedang berdebat, tiba tiba saja Lauren pun datang dan memasuki ruang kelas, Lauren menyadari bahwa Karina telah membuat ulah dan ia teringat dengan ucapan Zilvina "Ka-karina...!! ji-jika dia terus saja membuat ulah maka Zilvina akan membunuhku, ba-bagaimana ini?!! apa yang harus kulakukan?!!" ucap Lauren dalam hati, panik.
"aku harus memberi pelajaran pada anak ini!!" sambung Lauren sembari menuju ke tempat Karina berada.
"heyy Karina!! apa yang kau lakukan?!!" bentak Lauren.
"Hmphh akhirnya kau tiba juga!! beritahu temanmu itu apa yang dimaksud etika!" ucap Fania.
"Zil-zilvina ma-maafkan temanku ini, aku berjanji kejadian pada pagi ini tidak akan terulang kembali" ucap Lauren ketakutan.
"heyy! mengapa kita harus menghormati rakyat jelata seperti mereka?!! kita ini nona muda dari keluarga ternama di kota A, ini tidak pantas bagi kita!!" ucap Karina tidak terima.
"diam dan cepat hapus semua yang ada di papan tulis!!! kau sungguh tak berguna!!" bentak Lauren.
Karina tertegun mendengar bentakan Lauren, dan yang bisa dia lakukan hanyalah bergegas menuruti perkataan Lauren, "ba-baiklah" jawab Karina ketakutan.
"se-sebenarnya siapa mereka?! lihatlah Lauren saja yang merupakan nona muda keluarga Gabriella tunduk kepada Zilvina" bisik seorang siswa.
"hmm benar dan dari yang aku ketahui, Lauren tidak pernah membentak Karina yang merupakan temannya sejak kecil, lagi pula keluarga mereka telah bekerja sama sejak lama" jawab seorang siswa lain berbisik.
"berhentilah berbisik jika tidak ingin terkena dampak dari mereka!!" ucap seorang siswa lainnya.
__ADS_1
"Eeemm Zilvina, jam pelajaran akan segera di mulai... lebih baik kita duduk saja biarkan Karina membersihkan ini semua" ucap Lauren ketakutan.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Zilvina pergi meninggalkan Lauren dan menuju tempat duduknya, lalu ketika Sheon berbisik pada Lauren "jaga temanmu jika tidak ingin amarah Zilvina memuncak! itu adalah hal yang membahayan" bisik Sheon.
"ini semua karnamu, Karina!! mereka semua menargetkan diriku untuk menjadi korban!" ucap Lauren dalam hati kesal.
"andai saja keluarga Gabriella mempunyai kekuasaan untuk melawan keluarga Evangelion, keluarga Leposter, keluarga Polingten dan juga keluarga Renvils pasti akan aku buat mereka menderita atas apa yang mereka lakukan padaku!" sambungnya.
Karena di perintahkan oleh Lauren, Dengan sangat terpaksa Karina pun membersihkan papan tulis yang ia coret coret tadi. Setelah kejadian itu, jam pelajaran pertama pun di mulai, dengan suasana hati yang buruk Zilvina pun mengikuti pelajaran dengan terpaksa. Singkat cerita jam pelajaran telah usai dan jam istirahat pun tiba.
......................
Zilvina menghampiri tempat duduk Lauren dan berkata "Lauren ada hal yang ingin aku bicarakan berdua denganmu" ucap Zilvina.
"ka-katakan saat ini saja,, aku sedang tidak sibuk sekarang" ucap Lauren ketakutan merasa ada yang tidak beres.
"aku hanya ingin membicarakannya denganmu dan tidak ingin ada seseorang mendengarnya!" ucap Zilvina.
"Emm baiklah, bagaimana jika di taman belakang sekolah saja? disana sangat sepi dan tidak ada orang yang mendengar pembicaraan kita" jawab Lauren.
"Yap tidak ada orang yang dan mereka akan mudah menghabisimu jika kau berani melukaiku" ucap Lauren dalam hati sembari mengaktifkan earphone miliknya.
"heyy Lauren tunggu aku!! bagaimana jika dia akan melukaimu!!" teriak Karina sembari ingin mengejar Zilvina dan Lauren.
"heyy tenanglah! hari ini kau akan bermain dengan kami" ucap Sheon mencegah Karina mengejar Lauren.
Tak terima jalannya di halangi oleh Sheon, Lilia dan Fania, Karina mencoba memberontak dengan cara berteriak "heyy apa maksudmu!!" teriak Karina.
Melihat tingkah yang seakan akan pemberani, Fania mencoba untuk mempermainkan Karina "tenanglah! kami ini orang baik jadi kau tidak perlu ketakutan seperti itu" sambung Fania.
__ADS_1
Lilia pun menyaut perkataan Fania sembari menarik tangan Karina "jadilah gadis baik dan ikuti kami, maka kami tidak akan menyakitimu" ucap Lilia sembari menarik Karina ke tempat yang sudah mereka tentukan.
......................
Sementara itu, Zilvina dan Lauren pun telah sampai di tempat yang mereka tentukan. Lauren pun dengan cepat berubah menjadi semena mena dan bertanya pada Zilvina "apa yang ingin kau katakan?! cepat katakan! aku tidak memiliki banyak waktu!" ucap Lauren angkuh.
"hmph cepat sekali berubahmu?!" ucap Zilvina dalam hati.
"mengapa kau terlalu terburu buru bukankah ini seharusnya kita nikmati? kau kembali ke sifat awalmu dan tidak berpura pura lagi!! HAHAHA itu sangat menyenangkan" ucap Zilvina.
Melihat reaksi Zilvina yang tidak takut sama sekali, Lauren berusaha menakuti Zilvina dengan cara mengancamnya "berhenti bermain main! jika kau terus mempermainkanku maka aku tidak segan segan untuk melukaimu!" ancam Lauren.
Alih alih ketakutan, Zilvina malah tertawa mendengar ancaman dari Lauren tersebut "hahahahaha! melukaiku? kurasa kau terlalu menyombongkan dirimu, Lauren!" jawab Zilvina.
Melihat Zilvina yang tak kunjung ketakutan, Lauren pun merasa panik "sebelum aku berubah pikiran, cepat katakan apa yang kau mau!" ucap Lauren dengan nada tinggi.
Melihat Lauren yang mulai ketakutan Zilvina mengancam kembali Lauren "Hmphh! kau sudah berlebihan sekali, apakah kau tidak takut jika karir Ayahmu yang terancam?" ancam Zilvina.
"aku telah berbaik hati memberimu ampun tapi kau tidak memanfaatkannya dengan baik, maka jangan salahkan aku jika kau terluka" ucap Lauren.
"kalian keluarlah!" sambungnya memerintahkan agen rahasia yang telah di siapkan oleh Ayahnya.
"hmph ternyata firasatku benar! kau memang tak sendirian, Lauren!" ucap Zilvina waspada.
"HAHAHA ternyata kau mempunyai firasat yang cukup baik, Zilvina! lima melawan satu nampaknya cukup berat bagimu!" ucap Lauren angkuh.
"kata katamu membuatku takut, Lauren! tapi kau berani melakukan ini semua di lingkungan sekolah! sangat disayangkan" ucap Zilvina sembari menatap Lauren dengan kejam.
"haihh sayang sekali! jika tidak berada di lingkungan sekolah mungkin aku dapat bersenang senang dengan mereka, nampaknya mereka sudah terlatih" sambung Zilvina.
__ADS_1
Karena bawahan Lauren semakin mendekarinya, Zilvina mengeluarkan sebuah kartu identitas karena Zilvina mengetahui siapa mereka "heyy! apakah kalian mengetahui kartu ini?" ucap Zilvina sembari menunjukkan sebuah kartu.
Para bawahan Lauren membeku dan gemetaran melihat kartu yang ditunjukkan Zilvina, "ka-kartu itu... " ucap agen rahasia bawahan Lauren mundur dengan perlahan.