Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
Episode 3


__ADS_3

Tak terasa jam pelajaran pertama telah berlalu, ketika jam istirahat tiba Vino mengajak Zilvina untuk pergi ke kantin bersamanya, namun dengan berat hati Zilvina harus menolaknya dikarenakan ia telah berjanji untuk pergi ke kantin bersama teman temannya.


"ehh Zilvina apakah mau ke kantin bersamaku hari ini?" ajak Vino ragu ragu karena takut Zilvina tidak nyaman dengannya.


"mungkin lain waktu saja, aku sudah memiliki berjanji dengan teman temanku untuk pergi ke kantin bersama hari ini" jawab Zilvina menolak ajakan Vino dengan halus.


"oiiii Zilvina! mengapa kau sangat lambat!! ayo cepatlah!!" teriak Sheon tak sabar menunggu Zilvina.


"iya sebentar! sabarlah!!!" jawab Zilvina.


"maaf aku harus pergi sekarang, sampai jumpa" ucap Zilvina sembari berlari meninggalkan Vino dan mengejar teman temannya.


Sesampainya di kantin merekapun makan-makan bersama dan bercanda tawa, namun di tengah tengah kebahagiaan tersebut Lilia mendapatkan informasi bahwa mereka harus kembali ke kota B untuk menjalankan sebuah misi.


"heyy.. sepertinya besok kita harus kembali ke kota B" ucap Lilia.


"apa? kita kembali ke kota B? apa yang akan kita lakukan? hal hal yang membosankan?"jawab Sheon dengan santainya.


"misi rutin seperti biasanya" jawab Lilia.


"apakah masih ada misii rutin?" ucap Fania kaget.


"menurutmu jika kita tidak berada di kota B kita tidak mendapatkan misi rutin? jika kau tidak ingin menjalankan misi rutin silahkan meninggalkan Dandelion!!" Jawab Lilia merasa kesal dengan Fania.


"ba-baiklah, sejujurnya kau terlihat sangat menyeramkan ketika kau sedang marah, Lilia" jawab Fania.


"sudah sudah berhenti bertengkar!! cepatlah bergegas kita akan segera berangkat ketika pulang sekolah" ucap Zilvina.


Tak terasa jam istirahat telah selesai dan saatnya jam kedua dimulai, mereka memutuskan untuk kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran kedua, Namun tak disangka ternyata mereka bertemu dengan Vino di depan kelas, Vino bermaksud mengajak Zilvina untuk pergi ke festival bersama, ia memutuskan untuk mengatakan hal tersebut pada Zilvina namun sayangnya lagi dan lagi Zilvina harus menolak tawaran dari Vino dikarenakan harus melaksanakan misi.


"ehhh Zilvina" Panggil Vino dari arah belakang Zilvina.


"hah?" jawab Zilvina sambil menoleh ke belakang.


"bisakah kita berbicara sekarang? ada hal yang harus aku bicarakan denganmu" tanya Vino ragu ragu.


"bisa, katakan apa yang ingin kau bicarakan?" tanya kembali Zilvina pada Vino.


"emmmm bisakah berbicara berdua saja?" tanya Vino malu malu karena takut di tolak oleh Zilvina lagi.


"emm bisa, tapi kita tidak bisa berlama lama karena jam pelajaran kedua akan segera dimulai" jawab Zilvina.


"kalian pergilah ke kelas terlebih dahulu, aku akan berbicara dengan Vino"ucap Zilvina pada Sheon, Lilia, dan Fania.

__ADS_1


Sheon, Lilia dan Fania pun masuk ke dalam kelas terlebih dahulu seperti yang dikatakan Zilvina dan tinggallah Vino dan Zilvina berdua di depan kelas.


"apakah kamu malam nanti punya banyak waktu? aku berniat mengajakmu ke festival nanti malam" tanya Vinp malu malu.


"aduhh.. aku sangat minta maaf, untuk malam nanti aku cukup sibuk" jawab Zilvina merasa tidak enak hati.


"haha bukan masalah besar, lain waktu saja jika kau memiliki banyak waktu" jawab Vino sembari memasang senyum palsu.


"maafkan aku, sebaiknya kita segera kembali ke kelas, jam pelajaran kedua akan segera dimulai" ajak Zilvina.


"baiklah" jawab Vino.


Mereka pun kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran kedua, setelah sekian lama pelajaran yang membosankan jam pelajaran kedua pun telah selesai dan tibalah waktu pulang. Ketika pulang sekolah mereka bergegas untuk kembali ke rumah dan bersiap siap untuk ke kota B, singkat cerita mereka telah selesai bersiap siap dan akan bergegas ke kota B untuk menjalankan misi rutin yang mereka dapat.


"apakah ada agen penjemputan hari ini?" tanya Fania ketika hendak berangkat.


"kemungkinan besar tidak akan ada agen penjemputan" jawab Lilia sembari sibuk mengecek keperluan yang dibutuhkan.


"hehh.... aku lagi aku lagi yang harus mengendarai mobilnya" jawab Fania sedikit kesal.


"sudah! jangan mengeluh cepat berangkat saja" ucap Lilia.


Mereka ber-empat mengendarai mobil untuk menuju ke kota B, tanpa butuh waktu yang lama mereka pun sampai di kota. Sesampainya dikota B mereka langsung ke markas kecil untuk mengambil barang barang dan akan menuju ke markas besar, setelah selesai mengambil barang barang yang dibutuhkan mereka pun segera menuju kemarkas besar. Di markas besar mereka bertemu dengan sebuah agen untuk menanyakan teknis misi yang harus mereka selesaikan hari itu.


"di ruang kerja nona Vinny, nona Zi17Flash" jawab penjaga tersebut sembari memberi hormat.


"aaah baiklah" jawab Zilvina lalu bergegas menuju ke ruang Vinny.


"apa masalahnya?" tanya Lilia ketika sampai di ruangan Vinny.


"HAHAHA menyenangkan!! inilah saatnya Dendelion beraksi lagi" ucap Sheon tidak sabar untuk melaksanakan misi yang mereka dapat.


"kali ini kalian tidak akan ada misi untuk membunuh seperti misi rutinan lainnya" jawab Vinny.


"yahh, haihhh ini membosanka" ucap Sheon menghela nafas lalu tidak bersemangat lagi.


"jadi misi seperti apa yang harus kita selesaikan kali ini?" tanya Fania.


"kalian akan mencari informasi ini" jawab Vinny sambil menunjukkan gambar di layar komputer miliknya.


"misi apa seperti sampah ini?" ucap Sheon meremehkan.


"jangan bercanda semua misi itu berbahaya" tegur Lilia memarahi Sheon.

__ADS_1


"ayo cepat selesaikan ini semua!" ajak Zilvina.


"baiklah " jawab serentak.


Merekapun menyelesaikan misi tersebut misi dengan cepat dan kembali ke markas pusat untuk menyerahkan hasilnya pada Vinny.


"dimana letak susahnya, jika seperti ini saja easy satu hari aku menyelesaikan 10 misi akan selesai" ucap Sheon membanggakan diri.


"jangan lengah!! dan berhentilah berkata konyol sepeeti itu" bentak Zilvina memarahi Sheon.


"benar kata Zi17Flash jangan lengah" sambung Fania.


"baiklah, ayo kita bergegas kembali ke markas dan selesaikan misi kali ini" jawan Sheon bersemangat.


"untuk apa? kau selalu tidak suka jika kita cepat kembali ke markas" tanya Fania.


"aku merasa lapar dan ingin makan" jawab Sheon dengan santainya.


"Hmmm baiklah ayo kembali" ajak Zilvina bersemangat.


Sesampainya di markas pusat mereka menyerahkan informasi yang mereka dapat, setelah semuanya selesai mereka memutuskan untu beristirahat karena merasa lelah.


"ini dia informasi yang kami dapatkan" Lilia menyerahkan informasi yang mereka dapatkan.


"memang Dandelion tidak dapat diremehkan dalam hal misi" puji Vinny merasa kagum dengan kemampuan mereka.


"hehe namanya saja Dandelion, kurasa misi yang levelnya 10x lipat lebih susah pasti akan terselesaikan" jawab Sheon membanggakan diri.


"baiklah kami merasa sedikit lelah, kami akan beristirahat terlebih dahulu" kata Fania sembari meninggalkan ruangan Vinny.


"yaaa.. kalian besok bisa kembali ke kota A" ucap Vinny.


"kami datang ke kota B hanya untuk melaksanakan misi semacam ini? apa tidak ada anggota lain untuk misi semacam ini?" ucap Zilvina merasa kesal.


"karna kalian sudah mendapatkan misi besar itu jadi kami memberikan misi yang ringan saja, mengapa kau terlihat sangat kesal dalam menyelesaikan misi hari ini?" ucap Vinny terkejut melihat Zilvina yang tidak seperti biasanya.


"argh.. sudahlah aku akan beristirahat!!" saut Zilvina kesal sembari menuju kamarnya.


Zilvina berlari menuju kamarnya untuk menenangkan diri, namun sesampainya di kamar ia malah menyesal telah menolak ajakan Vino dan menerima misi yang tidak sesuai dengan keinginannya.


"haihhh seharusnya aku pergi bersama Vino saja daripada menjalankan misi sampah ini" ucap Zilvina kesal.


"lebih baik aku tidur daripada memikirkan hal sampah itu!!" ucap Zilvina kesal lalu berbaring di ranjangnya.

__ADS_1


Tanpa sadar Zilvina tertidur karena merasa sangat lelah, singkat cerita malam pun berlalu dan mereka kembali ke kota A pada keesokan harinya. Sesampainya dikota A mereka harus pergi kesekolah dengan buru buru agar tidak terlambat.


__ADS_2