Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
episode 34


__ADS_3

Salah satu dari agen tersebut terduduk sembari berkata "i-itu kartu... " ucap salah seorang agen tersebut.


"ka-kau adalah...." ucap agen yang lain.


"stttt! kalian cukup tau dan tidak perlu mengatakannya!" ucap Zilvina memotong perkataan seorang agen tersebut.


"jadi....siapa yang mengizinkan kalian meninggalkan organisasi tanpa ada misi dan malah menjalankan perintah dari orang lain!" tanya Zilvina kejam.


"ma-maafkan kami" ucap agen rahasia tersebut ketakutan.


"heyy mengapa kalian malah menghormati musuh kalian?!! serang dia!" bentak Lauren.


"maaf nona kami tidak dapat melakukan hal itu, kami berada di pihak musuh saat ini" jawab agen tersebut.


"he-heyy bukankah Ayahku telah memerintahkan kalian untuk menjagaku bahkan imbalan yang kalian terima itu tidak sedikit! tapi mengapa kalian malah memihak musuh! apa kalian ingin di pecat oleh Ayahku?!" bentak Lauren.


"sudahlah Lauren! untuk apa kau berteriak?! tidak akan ada orang yang mendengar, bukankah kau mengatakan hal tersebut tadi?" ucap Zilvina sembari mendekat ke arah Lauren.


Lauren mundur secara perlahan sembari berteriak "he-heyy Zilvina! jangan mendekat!" ucap Lauren ketakutan.


"hmph! bukankah kau akan melukaiku? mengapa kau tak mencobanya?!" ucap Zilvina semakin mendekat.


"ma-maafkan aku... aku telah lancang denganmu, tolong maafkan aku!" ucap Lauren bersujud di hadapan Zilvina.


Melihat Lauren bersujud di hadapannya, Zilvina menjadi tidak berminat menyakiti Lauren, ia langsung pergi meninggalkannya "hmph! tadi kau sangat sombong sekarang kau bersujud denganku, sungguh bermuka dua!" ucap Zilvina.


Sembari berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut, "hey kalian semua, urus dia dan buat dia tutup mulut!" perintah Zilvina pada agen rahasia tersebut.


"ba-baik" jawab agen rahasia tersebut ketakutan.


"me-mengapa Zilvina dapat berada di tempat ini!!" ucap ketua agen rahasia tersebut.


"aku lupa bahwa Zilvina menjalankan misi di kota A tapi aku kira dia tidak berada di sekolah ini" jawab salah satu agen.


"haihhh... mengapa kalian malah memihak musuh! dasar tidak berguna!!" bentak Lauren.


"maaf nona Lauren tapi ini perintah dari nona Zilvina" jawab salah satu agen.


"arghh apa yang kalian takuti dari Zilvina si anak sialan itu!" bentak Lauren kesal.


"apa maksudmu anak sialan?!! kami hampir saja di bunuh olehnya karena dirimu!" ucap salah satu agen sembari menampar Lauren.


Para agen tersebut memegang kedua tangan Lauren dan berkata "lebih baik kau mengikuti kami, kami akan mengantarmu pulang"sambung agen tersebut.

__ADS_1


"aku tidak mau!" ucap Lauren sembari memberontak dan ingin pergi meninggalkan tempat tersebut.


"maaf nona Lauren tapi ini perintah dari nona Zilvina" ucap agen sembari menangkap paksa Lauren dan mengantarkannya pulang.


......................


Ketika Zilvina sedang berjalan di koridor sekolah, ia mendengar suara sedang memanggil namanya dari arah belakang, suara tersebut adalah Vino. "heyy Zilvina!" sapa Vino.


"ehh Vino, mengapa aku baru melihatnya saat ini? apakah kau membolos?" ucap Zilvina bercanda.


"bagaimana mungkin! aku tadi di minta guru untuk pergi ke sekolahan lain jadi aku melewatkan jam pelajaran pertama" jawab Vino.


"oh iya akhirnya kau pergi ke sekolah kembali, apakah urusan keluargamu itu rumit hingga kau tidak dapat pergi ke sekolah selama beberapa hari?" sambung Vino bertanya dengan ekspresi khawatir tercermin di wajahnya.


"hmm begitulah"


"oh iya, aku dua hari yang lalu pergi ke kota B dan aku membelikan sesuatu untukmu, ayo pergi ke kelas bersamaku" ajak Vino sembari menarik tangan Zilvina.


"Emm baiklah" ucap Zilvina sembari mengikuti Vino.


Mereka berdua berlari menuju ke kelas mereka untuk melihat apa yang di belikan Vino untuk Zilvina.


"ini dia.... aku tidak tau apa yang khas dari kota B jadi aku hanya membeli ini untukmu, kuharap kau menyukai" ucap Vino sembari memberikan sebuah gelang kepada Zilvina.


Zilvina menerima gelang pemberian Vino tersebut lalu berkata "hmm aku menyukainya" ucap Zilvina sembari tersenyum.


"tak kusangka seorang tuan muda keluarga Nathael berkenan membeli gelang seperti ini hanya untuk teman yang belum lama ia kenal" ucap Zilvina dalam hati.


"mengapa kau malah melamun?! cepat pakailah, atau kau ingin aku pakaikan?" ucap Vino.


"ha-hah? i-iya" ucap Zilvina sembari memakai gelang tersebut.


"Wahh ini sangat cantik, terima kasih Vino" ucap Zilvina.


"syukurlah jika kau menyukainya" ucap Vino.


Tiba tiba saja Sheon berada di samping Zilvina dan melihat gelang tersebut dengan seksama "heyy apa itu?" ucap Sheon.


"ka-kau membuatku terkejut saja!" ucap Zilvina sembari menyembunyikan gelang dari Vino.


"heyy apakah tidak ada untuk diriku?" tanya Sheon.


"Sheon! kau sungguh membuatku malu!" bentak Fania.

__ADS_1


"ahaha aku melupakannya, emm bagaimana jika sebagai gantinya kalian malam ini datang saja ke rumahku untuk makan malam? Ayah, Ibu dan Kakakku sedang tidak berada di rumah jadi aku merasa sangat kesepian" ucap Vino.


"asyik baiklah aku pasti datang" ucap Sheon bersemangat.


"bagaimana dengan kalian" tanya Vino.


"Emm aku harus mengerjakan tugas malam ini" ucap Lilia.


"aaa benar aku harus menemui Kakakku malam ini hahaha" ucap Fania.


"bukankah kau juga seperti itu, Sheon?" sambung Fania.


"aaiihhh benar aku memiliki janji dengan adikku malam ini, maafkan aku Vino" jawab Sheon.


"Yahh sayang sekali, bagaimana denganmu Zilvina?" tanya Vino.


"aku merasa sangat lelah setelah perjalanan malam tadi jadi mungkin malam ini aku harus beristirahat " jawab Zilvina.


"hmm baiklah mungkin lain kali saja" ucap Vino sedih.


"aku akan kembali ke tempat duduknya saja, mungkin jam kedua akan segera di mulai" ucap Vino meninggalkan tempat tersebut.


"heyy bukankah dia berkata orang tua dan kakaknya sedang tidak berada di rumah, mengapa kita tidak pergi saja?! apakah kau tidak merasa kasian dengannya?!" ucap Sheon kesal.


"orang tuanya mungkin sedang tidak berada di rumah namun kamera pengawas di rumahnya tidak mungkin mati" ucap Lilia.


"emmm... benar juga" ucap Sheon berubah pikiran. Setelah itu, jam pelajaran kedua pun dimulai dan singkat cerita jam pulang sekolah pun telah tiba.


......................


"ehh Zilvina, apakah aku boleh bergabung denganmu dan pulang bersama?" tanya Vino.


"Emm bukankah kau akan di jemput oleh supir pribadimu?" jawab Zilvina.


"jika kau mengizinkanku untuk bergabung denganmu maka aku akan memerintahkan supir pribadiku untuk pulang" ucap Vino.


"aaaa sayang sekali Vino, hari ini kami akan pergi terlebih dahulu jadi lain kali saja" sela Fania.


"Eeeee.. i-iya Fania benar, kami akan pergi ke suatu tempat sebelum pulang jadi lain kali saja" sambung Zilvina.


"yah sayang sekali, jika begitu aku akan pulang sampai jumpa" ucap Vino sedih.


"sa-sampai jumpa" ucap Zilvina.

__ADS_1


__ADS_2