Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
Episode 5


__ADS_3

Pada keesokan harinya, pagi pagi sekali Zilvina sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan dan juga bekal, dia membuat dua bekal. Sheon dan Fania pun terkejut sekaligus terheran heran melihat hal itu.


"mengapa Zilvina membuat dua bekal? bukankah porsi makannya sangatlah sedikit" bisik Sheon merasa aneh dengan Zilvina.


"entahlah.. aku juga tidak habis pikir mengapa Zilvina sangat aneh akhir akhir ini" jawab Fania juga terheran heran.


"apaa mungkinnn teori yang aku katakan kemarin itu benar...... " ucap Sheon mulai berandai andai lagi.


"ssttttt... kau pasti akan berteori lagi" kata Fania seraya meninggalkan Sheon dan menuju meja makan.


"hehhh kau menyebalkan" teriak Sheon kesal.


Akibat Sheon yang berteriak terlalu keras, Zilvina pun mendengarnya dan sontak menoleh ke belakang.


"ehh.. kalian berdua sudah bangun, dimana Lilia?" tanya Zilvina lalu melanjutkan memasaknya.


"heii Zilvina aku merasa kau sangat aneh akhir-akhir ini? apakah ada yang salah denganmu?" tanya Fania sembari mengambil air minum.


"anehhh? hal apa yang membuatku aneh? apakah ada kotoran di wajahku?"tanya Zilvina bingung sembari mengecek wajahnya.


"tidak, mungkin aku yang salah lihat, anggap sajs aku sedang mengigau" jawab Fania tidak ingin memperpanjang pembicaraan.


"Sudahlah... aku akan membangunkan Lilia" sambung Fania sambil beranjak menaiki tangga.


"ada apa dengan Fania? apakah dia sedang memiliki masalah?" tanya Zilvina pada Sheon kebingungan.


"entahlah, lebih baik kau mandi saja, kau terlihat berantakan sekali hari ini" jawab Sheon sembari meninggalkan Zilvina.


"itukah masalahnya? apakah penampilanku seburuk itu?" ucap Zilvina kebingungan.


Setelah selesai memasak, Zilvina dan yang lainnya pun bersiap siap untuk pergi ke sekolah, mereka pun sarapan bersama di meja makan.


"ternyata selain kau jenius kau juga pandai memasak Zilvina, lain waktu bisakah kau memasak untukku makanan yang lezat seperti ini" ucap Sheon sembari lahap memakan masakan Zilvina.

__ADS_1


"hehehee, jika kau mau aku tidak keberatan memasak untukmu, lagipun ini adalah kewajiban bagiku untuk bisa memasak" jawab Zilvina sambil tersenyum.


"apakah malam ini kita akan menyelesaikan misi lagi?" tanya Fania terhadap Lilia.


"mungkin tidak, kemarin Vinny berkata kepadaku mungkin belum ada misi untuk kita dengan kurun waktu yangn dekat" jawab Lilia.


"yahhh aku ingin misii" ucap Sheon merasa kecewa.


"bukankah kita sedang melaksanakan misi saat ini, cepat habiskan makananmu dan segera berangkat" ucap Fania memarahi Sheon.


Setelah selesai sarapan mereka bergegas berangkat, mereka langsung keluar kecuali Zilvina, Zilvina sedang mempersiapkan bekal yang ia buat terlebih dahulu.


"biasanya kau tidak mau membawa bekal tapi mengapa hari ini kau membawanya?" tanya Lilia heran sekaligus bertanya tanya.


"tidakk, aku hanya ingin berterima kasih pada seseorang saja" jawab Zilvina sembari berjalan keluar membawa bekal tersebut.


"heyy Lilia... Zilvina.. mengapa kalian lambat sekali, apa kalian ingin terlambat?! " ucap Fania memarahi Lilia dan Zilvina.


"apakah kau tidak memiliki rasa sabar sekarang?" ucap Lilia sembari menutup pintu.


"ayoo Zilvina... kita harus lebih cepat! jika tidak kita akan terlambat lagi" ucap Sheon memberitahu Zilvina.


"terlambat? bahkan ini baru pukul 6.45 sementara bel berbunyi pada pukul 7.15 mengapa harus terburu-buru" jawab Zilvina dengan santainya.


"aku akan sarapan lagi di kantin untuk sarapan keduaku" ucap Sheon meminta Zilvina untuk cepat.


"apakah sarapan yang kau makan tadi masih kurang mengenyangkan untukmu?" tanya Fania geram.


"aku hanya akan sedikit memakan makanan ringan disana" jawab Sheon dengan santainya.


"kauu!!! apa perutmu itu dapat menampung bumi dan isinya?" saut Fania kesal sembari hendak memukul Sheon.


"sudah sudah, aku ingin jalan santai hari ini kalian berangkat saja sekarang!" ujar Zilvina memerintahkan mereka pergi terlebih dahulu.

__ADS_1


"hahh! jalan santai?" ucap Sheon dan Fania terkejut.


"bu-bukankah kau tidak suka berjalan Zilvina?" tanya Lilia ikut terkejut.


"berat badanku naik akhir-akhir ini, jadi apa salahnya sedikit berolahraga?" ucap Zilvina.


"ohhh jadi itu yang membuatmu ingin membawa bekal, jadi kau mau menjaga pola makan?" tanya Fania.


"i-iyaaa, aku ingin menjaga pola makan karna ingin menurunkan berat badan" jawab Zilvina.


"ya sudahlah, kami akan berangkat, sampai jumpa di sekolah" ucap Sheon.


"i-iyaaa sampai jumpa" jawab Zilvina melambaikan tangan.


Ternyata Zilvina memilih untuk berjalan adalah untuk berjalan bersama Vino dan menyerahkan bekal yang ia buat pagi tadi.


"heiii Zilvina" panggil Vino.


"ehh Vino, aku mendengar dari beberapa siswa kau sakit apakah itu benar?" tanya Zilvina.


"aku hanya sedikit demam saja, tidak perlu khawatir" jawab Vino.


"ehhh kau hari ini jalan kaki? bukankah biasanya bersama teman-temanmu itu mengapa hari ini tidak?" sambung Vino.


"hhe mereka sudah berangkat sejak tadi pagi dan aku juga ingin sedikit berolahraga jadi aku memutuskan jalan kaki hari ini" jawab Zilvina.


"ehh Vino.. ini untukmu sebagai tanda terima kasih dariku telah membantuku waktu itu" Kata Zilvina sembari menyerahkan bekal buatannya.


"ehhh terima kasih, sebenarnya aku hanya ingin membantumu waktu itu, ini terlalu sungkan" kata Vino sembari menerima bekal dari Zilvina.


"hhe jika waktu itu kau tidak membantu aku waktu itu mungkin aku akan basah kuyup" kata Zilvina sambil tersenyum.


"ayooo, kita bisa saja terlambat jika tidak segera berangkat ke sekolah" kata Zilvina sembari tersenyum.

__ADS_1


Mereka berdua pun berangkat bersama sama menuju ke sekolah.


__ADS_2