Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
episode 30


__ADS_3

"Hahahaha apakah kau pikir aku akan takut dengan anak kecil yang berkata sok dewasa seperti kalian" ucap Bryan.


"Hmmm jangan berkata sembarangan jika kau telah kehabisan kata kata untuk menjawab seseorang tuan Bryan, inilah yang membuat istri dan anakmu meninggalkanmu 3 tahun yang lalu" ucap Lilia.


"ba-bagaimana bocah sialan ini bisa mengetahui hal itu, dia mengetahui semua hal layaknya monster kutu buku" ucap Bryan dalam hati.


"kau mengetahui apa tentang diriku? jika kau tak mengetahui apa apa lebih baik kau diam atau aku akan menyiksamu setelah kau berhasil kutangkap" ucap Bryan mengancam Lilia karena merasa kesal.


"Hahahhah lagi dan lagi, setiap kau kehabisan kata untuk menjawab kau hanya bisa mengancam dan mengancam" ucap Lilia.


"Wahh kau terlihat seperti seorang pengecut paman, apakah kau ingin mengetahui strategi dalam membuat lawan biacaramu kehabisan kata kata untuk menjawab dalam satu kali perkataan? aku dengan senang hati bisa mengajarkan padamu jika kau mau" ucap Fania.


"Wahh sepertinya dia dapat di buat terdiam oleh bocah seperti kita" sambung Sheon.


"kaliaannnnn!!! berani sekali menentang bosku!!! rasakan iniii!!!!" ucap Hendrick sembari berlari membawa pisau kearah Zilvina dan teman temannya.


"ups! sepertinya meleset!" ucap Fania berhasil menghindar.


"bagaimana kau ingin menangkap kami kau pun masih nihil dalam menggunakan pisau" ucap Sheon mengejek.


"beraninya kalian!!! terima ini!!!!!" ucap Bryan sembari menembakkan peluru ke arah mereka.


"hmph itu sungguh kemampuan menembak yang buruk untuk seorang mafia terkenal sepertimu" ucap Zilvina berhasil menghindari semua peluru dengan sempurna.


"harusnya kau melakukannya dengan benar contohnya seperti ini" Zilvina menembakkan peluru tepat di antara kepala Bryan namun tidak mengenainya, seketika Bryan pun terduduk dan ketakutan.


"si-siapa kalian? ka-kalian monster!!" teriak histeris Bryan.


"tak kusangka mafia seperti kalian sangat mudah untuk di kalahkan" jawab Zilvina mendekati Bryan.


"ja-jangan mendekat!!! kau monster!!!" ucap Bryan ketakutan.

__ADS_1


"tak kusangka mafia terkuat pada masanya dapat merasakan takut juga, bahkan hanya kepada anak kecil hahhaahh" ujar Zilvina sembari mendekat dan semakin mendekat.


"ta-tangkap dia, Hendrick!!" teriak Bryan.


"Hahahaha lihat dia telah di tangkap olehnya" ucap Zilvina menunjuk.


"hmm sekarang semua keputusan berada di tanganmu, nyawaku dan nyawa rekanmu juga ada di tanganmu"


"sekarang katakan yang sebenarnya atau nyawa rekanmu akan melayang" ancam Zilvina menunjukkan Hendrick telah diacungi pisau oleh Sheon.


"apakah kau mengetahui siapa diriku?" tanya Zilvina padanya.


"a-aku tidak tau" jawab Bryan panik.


"hmm tidak mau mengaku ya?? baiklah" ucap Zilvina sembari mengacungkan pistol ke arah kepala Bryan.


"sekarang nyawamu benar benar ada di tanganmu sendiri "


"apakah kau mengetahui siapa diriku?!" tanya Zilvina, sedikit kasara.


"a-aku tidak mengetahuinya, a-aku tidak mengetahui siapa dirimu" jawab Bryan.


"apakah kau yakin?" Zilvina menembakkan peluru ke sebelah badan Bryan.


"a-aku mengetahui siapa dirimu, kau adalah Zilvina Evangelion putri ketika dari keluarga Evangelion" jawab Bryan spontan karena merasa ketakutan oleh Zilvina.


"Hmmm bagus, kau sudah mulai mengerti apa itu menjawab dengan sungguh sungguh "


"baiklah pertanyaan selanjutnya, jika kau tau bahwa aku putri ketiga dari keluarga Evangelion mengapa kau masih berani untuk mencoba menyakitiku, bukankah kau tau seberapa kuat keluarga Evangelion itu? bahkan untuk membeli geng mafiamu itu saja mereka mampu bukan" tanya Zilvina.


"a-ada yang memerintahkan aku dan menawarkan keuntungan yang besar" jawab Bryan.

__ADS_1


"hmm bagus terus menjawab dan aku akan memberi ampunan pada nyawamu"


"pertanyaan selanjutnya, apakah kau mengetahui sedikit tentang kakak pertamaku, Evellyn Evangelion?" tanya Zilvina.


"di-dia yang memerintahkanku untuk mencelakaimu, to-tolong lepaskan aku" ucap Bryan ketakutan.


"mengapa kau terlalu terburu buru, lihatlah temanmu yang sedang tertidur nyenyak disana" tunjuk Zilvina.


"ka-kalian pembunuh" teriak Bryan histeris.


"kami tidak membunuh orang tanpa imbalan, dia hanya di tidurkan oleh teman temanku dengan obat dan akan bangun lagi beberapa jam yang akan datang" jawab Zilvina.


"se-sebenarnya siapa kalian? aku yakin kalian bukan bocah biasa" ucap Bryan.


"yaps kau benar sekali, kami bukanlah bocah biasa seperti yang kau pikirkan" ucap Sheon mendekat ke arah Bryan.


"lebih baik kau tak mengetahuinya, jika kau ingin baik baik saja" ucap Fania sembari memdekat.


"oh ya apakah kau ingin mengetahui cara menggunakan pistol yang baik dan benar, tuan Bryan?" ucap Zilvina sembari mengambil pisau milik Bryan.


"Emmmm pistolmu cukup bagus, tapi kau salah dalam menggunakannya" sambung Zilvina.


"apa kau ingin mengetahui cara menggunakannya dengan baik? baiklah tetap diam dan aku akan mengajarkannya kepadamu untuk terakhir kalinya" ucap Zilvina sembari mengarahkan pisau itu kepada Bryan.


"tinggalkan tempat ini segera, ada yang datang!" ucap Lilia sembari mengumpulkan barang barangnya untuk bergegas pergi.


"Hmphh! sayang sekali tuan Bryan waktu bersenang senangnya sudah habis, sampai jumpa dilain waktu"


"oh ya satu hal lagi, jika kau buka mulut maka jangan terkejut jika wajahmu banyak diberitakan di berita berita karna jika kau berkata apapun tentang hari ini maka kamera pengawas disini akan otomatis mengirim file ke saluran televisi" ucap Zilvina sembari pergi meninggalkan tempat kejadian.


Dengan kelincahan yang mereka miliki, mereka pun dapat pergi meninggalkan tempat tersebut dan menuju basecamp dengan menggunakan mobil milik Zilvina.

__ADS_1


__ADS_2