Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
episode 28


__ADS_3

Pada keesokan harinya dikarenakan Devano hendak meninggalkan kota B maka Zilvina mengantarnya ke bandara sebagai perpisahan.


"kakak, jika kau kembali maka berjanjilah kepadaku untuk melihat kemampuanku menggunakan pistol! aku berjanji akan lebih baik lagi dalam menggunakannya" ucap Zilvina.


"sudahi omong kosongmu itu, jika aku kembali kemampuanmu belum juga meningkat maka aku tidak ingin melihatnya lagi l" respon Devano.


"Haiss dirimu sangatlah kejam kak" ucap Zilvina.


"Hahahaha aku hanya bercanda, Hmm jika aku kembali ke kota B aku berjanji akan mengajarkan padamu teknik baru dalam menggunakan pistol " ucap Devano.


"cepatlah bersiap siap aku akan segera pergi ke bandara, jika dirimu tidak cepat maka akan aku tinggalkan" sambung Devano.


"aaaa jangan tinggalkan dirikuuuu!!!" teriak Zilvina sembari berlari ke kamarnya.


Lima menit kemudian Zilvina pun telah selesai bersiap dan mereka bergegas ke bandara.


"apakah mobilnya sudah siap?" tanya Zilvina ke Kepala Pelayan Rumah.


"mobilnya telah siap nona" jawab sang Kepala Pelayan Rumah tersebut.


"perintahkan sopir untuk meninggalkan mobilnya, hari ini aku yang akan mengemudi" ucap Zilvina.


"baik nona" jawab Kepala Pelayan Rumah.


"biarkan aku yang mengemudi hari ini aku sopirmu nona Zilvina" ucap Devano menggoda.


"tapi hari ini aku yang mengantarmu bukankah biarkan aku saja yang mengemudi?" tanya Zilvina.

__ADS_1


"tidak ada negosiasi dihari ini cepat laksanakan perintah!" ucap Devano tegas.


"baikkk tuan Devano" jawab Zilvina bercanda.


......................


"aku dengar kau kemarin baru saja memecat karyawan baru yang bernama Rose, apakah itu benar?" tanya Devano.


"a-apa? apakah kakak mengetahui hal itu?" ucap Zilvina dalam hati.


"Emmm ti-tidak a-aku tidak memecat karyawan" jawab Zilvina gugup.


"hmph dari cara kau berbicara saja sudah cukup sebagai bahan kecurigaan seseorang Zilvina" Ucap Devano memojokkan.


"ta-tapi bagaimana kakak bisa mengetahui bahwa aku baru saja memecat seorang karyawan bernama Rose?" tanya Zilvina.


"apakah kau melupakan bahwa aku juga ada disana saat kejadian tersebut? lagipula aku juga memiliki saham di perusahaan itu jadi aku bisa meminta laporan bulanan dari perusahaan" ucap Devano.


"hmph ternyata kemampuan menghindarmu sudah sangat meningkat, saat aku mengujimu ketika aku datang kukira hanya sebatas itu saja ternyata lebih hebat lagi dirimu yang sekarang" sambung Devano.


"hehehe ini semua juga karena kakak yang mengajariku semua ini" jawab Zilvina sembari tersenyum.


"hmm kau memang adik yang sangat pandai Zilvina" ucap Devano sembari mengelus kepala Zilvina.


"untuk kedepannya lindungi dirimu sendiri jika Ayah atau kak Evelyn mencelakaimu karna aku tidak ada disini untukmu, cobalah untuk menahan emosi dan pikirkan juga keselamatan orang lain, jangan pernah membuat orang lain terluka hingga kehilangan nyawa! kau mengerti?!!" tutur Devano.


"aku akan mencoba selalu mengingat nasihat dari kakak" jawab Zilvina.

__ADS_1


"dan yang terakhir jangan pernah melampiaskan kepada dirimu sendiri ketika kau ingin menyakiti seseorang, jika naluri itu muncul pada dirimu pergilah ke tempat yang sepi dan tenanglah dirimu" sambung Devano.


"Hahahaha dirimu menasihatiku seperti tidak akan bertemu lagi saja" ucap Zilvina bercanda.


"bukan seperti itu tapi setelah kakak pergi kak Evelyn pasti akan berulah dan aku khawatir jika kau akan melakukan hal hal nekat" jawab Devano.


"kak.. aku bukan Zilvina di masa lalu, Zilvina yang sekarang sudah dikelilingi oleh teman teman yang bisa menjagaku layaknya dirimu kak, jadi jangan khawatirkan aku" ucap Zilvina.


"syukurlah jika seperti itu" ucap Devano lega.


"baiklah kita telah tiba di bandara" sambung Devano.


"Hmmm Silahkan turun nona Zilvina" ucap Devano sembari membukakan pintu untuk Zilvina.


"sebenarnya kau tidak perlu repot repot membukakan pintu untukku" ucap Zilvina tidak enak.


"tidak apa hari ini kau adalah putri kerajaan bagiku" jawab Devano.


"kakkkk u-untuk perkataanmu tadi, emm... jika aku melukai seseorang tanpa sengaja apakah kau akan menghukumku?" tanya Zilvina.


"jika kau masih bisa berusaha maka usahakanlah dan jika hal yang kau takutkan menjadi nyata maka aku yakin ada alasan didalam semua itu" tutur Devano.


"baiklah, pesawat kakak akan lepas landas 15 menit lagi sampai jumpa" sambung Devano sembari meninggalkan Zilvina.


"Hmmmm sampai jumpa" jawab Zilvina.


"kakaknya telah pergi kau dapat melancarkan aksimu" ucap seorang yang mengintai Zilvina diam diam sejak tadi.

__ADS_1


"hmphh! kaki tangan Evellyn ya? kita lihat apakah kau dapat melukaiku atau tidak" ucap Zilvina menyadari semuanya dan bergegas memasuki mobilnya.


Zilvina pun memantau kaki tangan kakaknya tersebut dari dalam mobil sebelum mengabari teman temannya dan memanggil bala bantuan. Setelah sekitar 5 menit berlalu Zilvina pun mulai bergerak dan bergegas pergi dari bandara tersebut.


__ADS_2