Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
episode 24


__ADS_3

Zilvina melanjutkan perjalanannya dan menuju ke basecamp dengan terburu buru agar teman temannya tidak terlalu lama menunggunya, tapi ia telah melupakan satu hal..


"apa yang kau lakukan?" tanya Lilia dingin.


"a-aku tidak melakukan apapun, mengapa kau bertanya demikian?" jawab Zilvina, kebingungan.


"aku hanya bersiap siap lalu bergegas menuju kemari saja" sambung Zilvina.


"kau lupa mematikan sambungan earphonemu dan aku mendengar semuanya, kau mengancam kakak pertamamu untuk mendapatkan apa yang kau mau, bahkan kau hampir membunuhnya, apa kau akan melakukannya secepat itu? bukankah kau berkata akan melihat tingkahnya lebih jauh?" tanya Lilia dingin.


"ohhhh tentang itu mengapa kau harus membuatku bingung, aku hanya memberi dia sedikit pelajaran saja, bahwa menutup mulut itu sangatlah penting dan jika dia berani membuka mulut aku mungkin akan memberikan sedikit pelajaran kelam yang mungkin tidak dapat dia lupakan seumur hidupnya" jawab Zilvina.


"Wahhhh kau baru saja bersenang senang dan tidak mengajakku?! kau sungguh serakah Zilvina" sela Sheon.


"hehehe.. jika waktu itu tiba tidak mungkin aku tidak melibatkanmu, Sheon" jawab Zilvina.


"ohhhh yaa, dimana Fania?" tanya Zilvina.


"dia di ruangan khusus miliknya, sejak malam tadi dia sangat sibuk, aku juga tidak mengetahui apa yang sedang ia kerjakan" jawab Sheon.


"bukankah aku tidak memerintahkan Fania untuk menyusun strategi baru? mengapa ia terlalu sibuk hingga bermalam di basecamp?" Zilvina bertanya tanya di dalam hati.


"apakah dia mendapatkan misi khusus? atau apa yang dilakukannya hingga sesibuk itu?" tanya Zilvina pada Sheon.


"dia menyiapkan cara untuk sedikit membuat Lauren tutup mulut" jawab Sheon.


"apakah Lauren membuat ulah setelah kita pergi meninggalkan kota A?" tanya Zilvina terkejut.

__ADS_1


"Lauren berkata bahwa kita menghilang dari sekolah karena takut terkena hukuman, sebab telah mengangunya waktu itu" jawab Lilia.


"dan bahkan bukan hanya warga sekolah dia juga mengumumkan hal itu di berita masyarakat, jadi orang orang di sekitar tempat tinggal kita percaya bahwa kita menyakiti Lauren" sambung Sheon.


"bukannya hal itu bisa diurus dengan mudah mengapa harus mengandalkan Fania sampai dia bekerja sekeras ini?" tanya Zilvina.


"Fania ingin melakukan hal itu, jadi aku biarkan" jawab Lilia.


"sudah jangan pikirkan Fania, lebih baik kita bersenang senang dengan kakak pertamamu yang kau tinggalkan di sisi jalan itu" ucap Sheon.


"urusan kakak pertamaku biar aku selesaikan sendiri, kalian cukup bantu aku saja ketika aku minta saja selebihnya serahkan padaku" jawab Zilvina.


"mengapa jika bersenang senang kau selalu menolak untuk melibatkan aku?" tanya Sheon kesal.


"bukan aku tidak ingin melibatkanmu Sheon, tapi ini masalah keluarga yang harus aku selesaikan sendiri" jawab Zilvina penuh kesabaran.


"apa maksudmu? " tanya Sheon kaget.


"tunggu saja Kepala Pelayan meneleponku untuk memintaku untuk pulang karna di perintah oleh Ayah" jawab Zilvina santai.


Tidak berselang lama Kepala Pelayan Rumah di kediaman keluarga Evangelion benar benar menelepon Zilvina karna diperintah oleh Ayahnya....


"hahaha apa yang aku katakan, dia benar benar meneleponku bukan? hmph permainannya sudah dimulai ternyata!" ucap Zilvina sembari menerima telepon tersebut.


"no-nona, nona keriga diperintahkan untuk menemui tuan besar dan nona pertama di kantor tuan" ucap Kepala Pelayan Rumah dalam telepon.


"katakan aku akan sampai dalam 10 menit, ini sangat merepotkan!" ucap Zilvina lalu menutup telepon.

__ADS_1


"aku akan pergi sebentar dan akan kembali setelah semuanya selesai" ucap Zilvina sembari beranjak keluar Basecamp.


"baru saja kau datang beberapa menit yang lalu" ucap Sheon.


"anjing kecil itu merengek pada majikannya lagi, sepertinya aku harus memberitahunya apa itu arti tutup mulut sekali lagi" jawab Zilvina sembari berjalan keluar.


"biarkan mereka tahu apa itu arti menunggu, Zilvina" ucap Lilia.


"tidak menunggu pun mereka menggonggong, bagaimana jika harus menunggu bukankah akan menggerogoti tulangku?" ucap Zilvina bercanda.


"apajah kau perlu kami temani? sepertinya ini bukan masalah yang sepele, Zilvina" tanya Sheon, khawatir.


"tidak perlu, disana ada kakak kedua jadi kemungkinan besar aku akan aman, jadi kalian tenang saja" jawab Zilvina.


"jika kau mau aku dan Sheon akan mengikutimu dan memerhatikan dari jauh" ucap Lilia bersikeras menawarkan bantuan.


"tidak perlu, aku akan terus menyalakan earphoneku dan jika ada ancaman kalian bisa langsung bergegas" ucap Zilvina.


"dan katakan pada Fania, jika aku telah datang namun tidak dapat menemuinya, aku akan datang lagi nanti" sambung Zilvina sembari menutup pintu basecamp.


"siapkan peralatan dan beritahu Fania, kita akan mengikutinya" ucap Lilia memberi perintah.


"bukankah Zilvina berkata itu tidak perlu?" tanya Sheon.


"setelah terjadi hal semacam tadi tidak mungkin Evellyn tidak berbuat ulah, pasti dia akan berulah lagi dan memengaruhi Ayahnya, mungkin saja Ayahnya akan main tangan walaupun ada kakak kedua Zilvina" jawab Lilia tegas.


"Hmmm benar juga, aku akan menyiapkan peralatan dan memberitahu Fania serta memerintahkannya untuk menyusun strategi" ucap Sheon bergegas.

__ADS_1


"baik, aku akan mematikan semua kamera pengawas yang ada di tempat itu, sekarang jika terjadi hal hal tertentu tidak akan membahayakan kita" sambung Lilia.


__ADS_2