
Sesampainya di kamar, Zilvina terpikirkan sebuah rencana untuk menjebak kakak pertamanya tersebut, untuk melancarkan aksinya ia harus menyetujui permintaan kakaknya tadi.
"fyuhhh sudah pukul 8.30 pagi, aku harus segera berangkat, jangan sampai mereka menunggu di basecamp terlalu lama" ucap Zilvina.
"hmmm.. hari ini aku harus memberi sedikit pelajaran pada Evellyn sebelum besok kembali ke kota A" sambung Zilvina.
"kakak... kakak.... kau dimana?" teriak Zilvina sembari mencari Evellyn ke lantai bawah.
"kakak pertama ada dimana?" tanya Zilvina ke salah satu pelayan.
"nona muda pertama sedang berada di taman depan rumah nona ketiga" jawab pelayan.
"baiklah" jawab Zilvina lalu bergegas berlari menuju ke tempat dimana Evellyn berada.
"heyy! pak supir jangan keluarkan mobilnya terlebih dahulu!!" teriak Zilvina.
"biarkan kakak pertama pergi bersamaku saja, kebetulan aku mengubah rencana dan akan melewati tempat yang akan dituju oleh kakak pertama" sambung Zilvina.
"ba-baik, nona ketiga" jawab supir tersebut.
"baru saja kau mengatakan tidak ingin mengantarku karena kau bukan sopirku, mengapa kau sekarang malah ingin mengantarku? apakah kau ingin mencelakaiku? dan mengapa kau tiba tiba menjadi baik seperti ini?" tanya Evellyn curiga.
"tidak ada apa apa, jika aku tidak mengantarmu kau akan berkata kepada Ayah bahwa aku jahat dan jika aku dimarahi oleh Ayah kakak kedua akan melindungiku, aku tidak ingin kakak keduaku terluka lagi karnamu lagi" jawab Zilvina tegas, agar Evellyn tidak mencurigai dirinya.
"apa maksudmu karnaku? itu semua karna salahmu sendiri karena sudah berani menentangku! kau telah mengetahui jika kau tidak akan bisa mengalahkanku tapi kau masih saja menentangku, itulah balasan yang harus kau dapatkan" jawab Evellyn kesal.
"terserah kau saja, cepat masuk ke dalam mobil jika tidak aku akan meninggalkanmu disini" ucap Zilvina.
__ADS_1
"kemudikan dengan benar! jika ada sedikit luka di tubuhku kau akan tau apa akibatnya!" ancam Evellyn.
"jika sedikit luka akibatnya fatal maka aku akan memperbanyak luka itu sampai akibat yang dihasilkan menghilang" jawab Zilvina lalu mengendarai mobilnya dengan sangat cepat.
"a-apa maksudmu! hey aku akan membunuhmu jika kau berani membuatku dalam bahaya" ancam Evellyn, ketakutan karena Zilvina mengendarai mobilnya dengan sangat cepat.
"sebelum kau bisa membunuhku maka aku akan membunuhmu terlebih dahulu, Evellyn!" jawab Zilvina, terlihat sungguh sungguh.
"he-hei jangan katan bahwa sifat pembunuhmu-" ucap Evellyn ketakutan. Zilvina memberhentikan mobilnya secara mendadak setelah mendengar perkataan Evellyn tersebut dan sontak menatap ke arah Evellyn dengan tatapan menyeramkan.
"he-hei aku peringatkan kau Zilvina! jangan berani berbuat macam macam denganku!!" ucap Evellyn panik.
"si-siapapun tolong akuu" teriak Evellyn ketakutan.
"hemp!h ternyata kau masih takut dengan tatapanku, Evellyn! jika kau masih takut bagaimana kau akan membunuhku?" ucap Zilvina sambil menjalankan kembali mobilnya.
"a-aku tidak takut pada dirimu yang payah ini" ucap Evellyn percaya diri.
"jika sekarang aku memegang ini apakah kau akan mengatakan aku payah lagi" ucap Zilvina sembari mengambil sebuah pistol.
"he-hei jangan lakukan hal bodoh!" ucap Evellyn ketakutan.
"hahahaha kau takut hanya dengan sebuah pistol, bagaimana jika ini?" ucap Zilvina sembari mengeluarkan sebuah pisau.
"pisau ini cukup tajam walau hanya kecil dan terlihat payah, namun dapat dengan mudah menyobek bagian tubuh manusia, dan yaps seperti diriku yang terlihat payah namun dapat membuat dirimu gemetar" sambung Zilvina membuat Evellyn ketakutan.
"heyy le-letakkan itu!! ji-jika kau tidak meletakkannya aku akan berteriak" ucap Evellyn panik.
__ADS_1
"apakah kau mengira bahwa aku tidak bisa mengancammu?"
"hahaha bahkan untuk membunuhmu pun aku bisa melakukannya sekarang" ucap Zilvina sembari memainkan pisau di tangannya.
"hei jangan lakukan hal bodoh! aku ini kakakmu"
"kau? kakakku? apakah ada seorang kakak yang rela melihat adiknya terluka hanya untuk kebahagiaannya sendiri? apakah orang seperti itu pantas di sebut kakak? di mataku hanya ada kak Devano saja yang aku anggap sebagai kakak" jawab Zilvina.
"ma-maafkan aku, ku-kumohon jangan bunuh aku" ucap Evellyn gemetar ketakutan.
"hemphh! memaafkanmu dengan mudah? aku bisa melakukannya, tapi itu mustahil untuk kulakukan" ucap Zilvina.
"aku akan lakukan apapun untukmu, asalkan kau tidak melukaiku" ucap Evellyn ketakutan.
"benarkah? semua yang aku mau?"
"jika seperti itu maka aku ingin kau meminta kepada Ayah saham perusahaan keluarga Evangelion sebesar 25% dan berikan padaku" ucap Zilvina.
"ba-baiklah, apakah kau bisa melepaskanku sekarang?" ucap Evellyn lega.
"bisa, tapi aku memiliki satu syarat lagi" jawab Zilvina.
"a-apa syarat itu? a-aku akan memenuhinya" ucap Evellyn
"kau tidak boleh mengatakan bahwa aku yang menginginkan saham itu" ucap Zilvina.
"ba-baiklah akan kulakukan sesuai apa katamu" jawab Evellyn.
__ADS_1
"sekarang turunlah dari mobilku, kau sungguh mengotorinya!"
"dan jika kau mengatakan apa yang kau lihat hari ini kepada satu orangpun, aku akan memastikan mimpi buruk ini akan terjadi di dunia nyata!" ucap Zilvina dengan tegas.