
Sesampainya di sekolah, mereka memasuki kelas bersama sama dan bersiap siap untuk ganti baju olahraga. Namun karena terburu buru Zilvina lupa membawa baju ganti tersebut.
"hahh? aku lupa membawa baju ganti? aduhh apakah ada orang lain yang bisa meminjamkanku?" ucap Zilvina ketiks membuka tasnya dan tidak menemukan baju ganti miliknya.
"pakai punyaku saja" kata Vino seraya memberikan baju olahraganya.
"tapi bagaimana dengan kau sendiri?" tanya Zilvina merasa tidak enak hati.
"aku hari ini ada pertandingan basket, kau pakai saja punyaku" jawab Vino sembari memberikan baju olahraga miliknya.
"te-terima kasih " jawab Zilvina sembari menerima baju tersebut lalu tersenyum.
"sama sama... sudah cepatlah ganti baju, jika tidak bergegas maka kau akan tertinggal" tutur Vino.
Setelah mendapatkan pinjaman baju olahraga tersebut, Zilvina pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk ganti baju. Saat sedang mengganti baju di kamar mandi, Zilvina mendengar beberapa siswa sedang membicarakan dia.
"heii apakah kau mengetahui tentang siswa baru yang bernama Zilvina itu?" tanya seorang siswa.
"ada apa dengan siswa baru itu? hingha kau harus berbisik seperti ini?" jawab siswa tersebut.
"aku melihat dia akhir akhir ini sangat dekat dengan Vino" ucap siswa tersebut.
"lalu apa hubungannya dengan aku hingga kau harus mengajakku ke kamar mandi hanya untuk membicarakan hal yang tidak penting ini?" ujar salah satu siswa merasa kesal.
"sttttt! jangan berteriak! apakah kau mengetahui hal tentang Lauren si bintang sekolah yang di kabarkan sebagai kekasih Vino Itu? dia akan kembali dari olimpiade 1 minggu lagi, jika dia mengetahui Vino dekat dengan wanita lain maka itu akan jadi bencana besar" jelas siswa tersebut.
"sudahlah.. jika kita ikut campur urusan mereka kita akan ikut kena batunya, lebih baik kita diam saja!" saut salah satu siswa tersebut.
"bintang sekolah? di kabarkan kekasihnya Vino? siapa itu Lauren? aku harus menyelidikinya nanti!" ucap Zilvina dalam hati.
Selesai mengganti pakaian Zilvina pun bergegas ke lapangan untuk melihat pertandingan basket yang Vino katakan tadi. Sesampainya di lapangan ternyata sudah sangat ramai sekali, tak disangka ternyata teman temannya menunggunya dan mencarinya sejak tadi.
__ADS_1
"heyy" Zilvina memanggil Sheon dari kejauhan.
"kemanakah kau pergi, Zilvina? mengapa aku tidak melihatmu di kelas tadi?" tanya Sheon kepada Zilvina.
"aku baru saja selesai mengganti baju" jawab Zilvina.
"kau sungguh lambat Zilvina!" ucap Sheon.
Selesai menyaksikan pertandingan basket tersebut mereka memutuskan untuk pergi ke kantin untuk makan siang.
"heyy Zilvina, bukankah kau pahi tadi membawa dua buah bekal, bagaimana jika yang satu kau berikan kepadaku?" tanya Sheon memohon pada Zilvina.
"aku sudah memakannya saat di perjalanan" jawab Zilvina lirih.
"ada apa? kau hari ini terlihat kurang bersemangat, dan kau juga tidak biasanya memakan makanan di perjalanan" tanya Fania terkejut.
"apakah ada yang kau sembunyikan dari kami?" sambung Sheon merasa curiga.
"mengapa kau tiba tiba bertanya hal semacam itu?" tanya Fania dan Sheon kaget.
"sebenarnya tidak ada apa apa, aku hanya mendengar namanya dari beberapa siswa yang menyebut nama itu jadi aku ingin tau, dan untuk aku yang kurang bersemangat mungkin karna aku baru pertama kali jalan kaki hari ini jadi aku merasa tidak bertenaga" ucap Zilvina.
"Lauren Gabriella, dia adalah putri cantik dari keluarga ternama dikota A, yaitu keluarga Gabriella, keluarga Gabriella adalah salah satu keluarga yang cukup besar di kota A. Pada umumnya keluarga ini dapat menguasai 4 macam bahasa yaitu bahasa Indonesia, Inggris, Prancis dan Italia" ucap Lilia menjelaskan informasi secara cepat dan tepat.
"wahhh ternyata dia adalah putri besar keluarga yang cukup ternama" ucap Zilvina dalam hati.
"Ohh pantas saja banyak orang yang menyebut nama itu, ternyata dia adalah seorang tuan putri" jawab Zilvina.
"selain itu ia juga sangat pandai dalam bidang akademik, ia telah beberapa kali terpilih untuk mewakili sekolah di ajang bergengsi" sambung Lilia menjelaskan informasi.
"sudah! jangan membahas hal yang tidak penting cepat ganti bajumu! jam istirahat akan segera berakhir!" tutur Fania.
__ADS_1
Setelah kejadian tersebut mereka segera mengganti baju dan bergegas menuju kelas untuk memulai jam kedua, singkat cerita jam pulang sekolah pun tiba dan saat pulang sekolah Zilvina hanya menaruh seragam Vino diatas mejanya. Sepulang sekolah setelah mengetahui hal tersebut, Zilvina pun bersikap acuh tak acuh pada Vino karena tidak mau jadi bahan perbincangan sekolah karena terlalu dekat dengan Vino.
"heii Zilvina! apakah nanti kau memiliki acara?" tanya Vino ketika pulang sekolah.
"maaf hari ini aku memiliki banyak sekali urusan yang harus aku lakukan" jawab Zilvina acuh tak acuh.
"yahh sayang sekali aku ingin mengajakmu menonton bioskop malah ini" ucap Vino seakan akan merasa kecewa.
"haha... maaf, mungkin kau bisa pergi bersama orang lain saja nanti" jawab Zilvina dengan senyuman palsu.
Setelah kejadian siang tadi Zilvina menjadi lebih banyak melamun. Fania, Sheon dan Lilia pun menyadari hal itu, untuk mengembalikan mood Zilvina mereka pun mengajak Zilvina pergi ke taman terdekat dari rumah mereka.
"heii Zilvina malam nanti ada konser di taman dekat rumah kita, apakah kau mau bergabung dengan kami?" tanya Fania mencoba membujuk Zilvina.
"konser? apakah aku harus mengunjungi tempat tersebut?" tanya Zilvina.
"Hmm karena konser seperti ini jarang sekali diadakan di kota B" jawab Sheon.
"apa yang ada dalam konser tersebut?" tanya Zilvina.
"konser musik, permainan-permainan dan juga bazar makanan. apakah kau tertarik untuk bergabung bersama kami? " jawab Fania mencoba meyakinkan Zilvina.
"Mungkin tidak, aku ingin menghabiskan waktuku dengan tidur dan berandam hari ini" Ucap Zilvina tidak tertarik.
"akankah kau tidak ingin menemaniku mencari makanan, Zilvina?" bujuk Sheon dengan wajah tidak berdaya.
"aku ingin berendam malam ini" jawab Zilvina tidak mempedulikan Sheon.
"ayolahhh Zilvina..." bujuk Sheon bersikeras.
"haihh... baiklah aku akan pergi bersama kalian tapi kita harus pulang lebih awal malam ini" jawab Zilvina sambil menghela nafas.
__ADS_1
"baiklah... jam 7.00 petang kita akan berangkat" teriak Sheon kegirangan.