Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta

Sipembunuh Bayaran Menemukan Cinta
episode 31


__ADS_3

Setelah meninggalkan tempat tersebut mereka pun bergegas menuju ke basecamp untuk beristirahat.


"fyuhh hal semacam ini melelahkan juga ternyata" ucap Sheon.


"Hahahaha lihatlah ekspresi mafia itu saat ketakutan ketika kau ancam tadi Zilvina, Hahahaha itu sangat menggelikan" ucap Fania tertawa terbahak bahak ketika melihat rekaman kamera pengawas di komputer milik Lilia.


"Hahahaha itu sangat mengelikan, konyol sekali dia terlihat seperti anak kecil yang merengek" ucap Sheon tertawa terbahak bahak.


"lihatlah Zilvina, bukankah dia itu sangat menggelikan?" sambung Sheon.


"hmmm, itu menggelikan" jawab Zilvina kemudian meninggalkan mereka.


"heyy.. ada apa denganmu? bukankah ini sangat menyenangkan dapat melakukan hal yang kita sukai" tanya Sheon sembari mendekat kearah Zilvina.


"iya benar sekali, mengapa kau malah tidak bahagia melainkan murung seperti itu" sambung Fania.


"aku telah berjanji pada kakak keduaku untuk tidak melukai seseorang selama dia pergi, tapi belum selang beberapa lama aku telah melakukan hal tersebut, aku merasa bersalah saat ini" jawab Zilvina.


"itu bukan salahmu, Zilvina. tapi itu adalah salah kakak pertamamu Evelyn karna telah memaksamu melakukan hal itu" tutur Lilia.


"hmm sudahlah Zilvina, bukankah kita sangat jarang sekali melakukan hal semacam ini jadi nikmati saja selagi ada kesempatan untuk melakukannya" sambung Fania.


"huhhh baiklah, kita harus segera bergegas untuk mengemasi barang barang" ucap Zilvina


"yaps betul, kita harus kembali ke kota A hari ini, Lauren membuat ulah lagi dan kita harus kembali ke kota A secepatnya" ucap Fania.


"Lauren? dia membuat ulah lagi? kali ini apa lagi ulahnya?!!" tanya Sheon geram.


"Tidak lain dan tidak bukan dia membuat isu di sekolahan lagi, dia mengatakan bahwa Zilvina telah merebut Vino darinya dan mengatakan bahwa Zilvina telah mempengaruhi Vino dengan cara yang curang" ucap Fania.


"Wahhh sangat kurang ajar sekali kau Lauren!! setelah aku sampai di kota A akan kuberi dia pelajaran" ucap Sheon geram.

__ADS_1


"hmm sudahlah, aku akan kembali ke kediaman keluarga Evangelion, mereka akan curiga jika aku berlama lama disini, sampai jumpa nanti di bandara" ucap Zilvina sembari meninggalkan tempat tersebut.


Setelah itu Zilvina pun bergegas menuju kediaman keluarga Evangelion agar tidak ada kecurigaan, namun sesampainya di kediaman keluarga Evangelion......


"heyy dimana kepala pelayan?" tanya Zilvina ke seorang pelayan.


"kepala pelayan sedang berada di lantai dua, nona ketiga" jawab pelayan tersebut.


"hmm terima kasih " ucap Zilvina sembari meninggalkan tempat itu untuk menemui kepala pelayan.


"dimana kepala pelayan?" tanya Zilvina ke seorang pelayan yang berada di lantai dua.


"saya disini nona, saya dengar anda mencari saya apa ada yang bisa saya lakukan untuk anda?" ucap kepala pelayan.


"perintahkan pelayan untuk mengemasi barang barangku sekarang, aku akan kembali ke kota A hari ini" perintah Zilvina.


"baik nona" jawab kepala pelayan.


"urusanku di kota B sudah selesai jadi aku memutuskan untuk kembali ke kota A saja, Ibu" jawab Zilvina.


"mengapa kau tidak tinggal beberapa hari lagi disini?" tanya Ibu Zilvina.


"aku ingin tapi aku tidak bisa, Ibu" jawabnya.


"Zilvina... kau sudah tumbuh besar dan juga sudah dewasa, mengenai hal yang terjadi di masa kecilmu apa kau masih membencinya hingga sekarang?" tanya ibu Zilvina.


"jangan bicarakan hal itu disini Ibu, mari pergi ke tempat bersantai di lantai 4 saja" ajak Zilvina.


"hmm baiklah" jawab Ibu Zilvina .


Zilvina dan ibunya pun pergi ke ruang bersantai di lantai 4 rumah mereka untuk membicarakan hal tersebut agar tidak di dengar oleh siapapun. Sesampainya di lantai 4 Ibunya bertanya "bagaimana dengan pertanyaan Ibu tadi, Zilvina" tanya ibunya.

__ADS_1


"Ibu... aku meminta maaf, tapi aku masih benar benar membenci hal itu sampai saat ini" jawab Zilvina.


"mengapa? bukankah Ayahmu sudah memperlakukan dirimu lebih baik daripada waktu itu?" ucap Ibu Zilvina.


"Ibu... ini bukan tentang Ayah yang memperlakukan aku dengan baik atau tidak, tapi ini tentang rasa trauma yang ku derita sejak aku kecil, Ibu" jawab Zilvina.


"Ibu mengetahui perasaanmu Zilvina, mulai saat ini cobalah untuk menghilangkan trauma itu sedikit demi sedikit agar kau tidak selamanya terjebak dalam traumamu itu" tutur Ibu Zilvina.


"dan aku mendapat berita bahwa kau selama ini jika traumamu itu datang kau akan melampiaskan pada dirimu ataupun orang lain apa itu benar?" lanjutnya.


"ba-bagaimana ibu bisa mengetahu hal itu?" ucap Zilvina dalam hati terkejut.


"I-ibu sudah mengetahui hal itu?" ucap Zilvina.


"hmm Ibu mengetahuinya, Zilvina" jawab ibu Zilvina.


"Emm hal apa saja yang Ibu ketahui?" tanya Zilvina ragu ragu.


"Ibu mengetahui bahwa ketika traumamu menyerang kau akan menyendiri dan menyakiti dirimu sendiri" jawab ibunya.


"fyuhh Ibu tidak mengetahui semuanya" ucap Zilvina lega dalam hati.


"Hahahaha jangan khawatirkan aku Bu, aku menyendiri hanya untuk menenangkan pikiranku saja dan untuk yang lain seperti menyakiti diri sendiri atau orang lain ketika traumaku kembali itu hanyalah kebohongan saja" ucap Zilvina.


"baguslah jika dirimu tidak menyakitki siapapun tapi akan lebih baik jika traumamu itu datang kau menceritakannya pada orang lain" ucap Ibu Zilvina.


"baik Bu, oh iya aku akan bersiap siap untuk kembali ke kota A" ucap Zilvina sembari hendak meninggalkan tempat tersebut.


"Zilvina..... " panggil Ibunya.


"a-ada apa Bu?" ucap Zilvina sembari menoleh ke arah Ibunya.

__ADS_1


__ADS_2