
"mengapa dia terlihat kesepian? bukankah keluarganya sangat menyayanginya?" tanya Sheon.
"mengapa kau malah bertanya tanya mengenai masalah orang lain? ayo cepat pulang!" ucap Fania sembari bergegas pulang.
"heyy! tunggu aku!" teriak Sheon mengejar.
Di perjalanan mereka berbincang bincang mengenai masalah yang baru saja terjadi "mengenai masalah yang terjadi tadi, apakah kau akan melaporkannya pada Vinny?" tanya Zilvina.
"Hmm, biarkan Vinny yang mengurusnya aku tidak ingin menghabiskan waktuku hanya untuk masalah itu!" jawab Lilia.
"tapi aku memiliki pertanyaan, mengapa keluarga Lauren dapat bekerja sama dengan anggota Dandelion?" tanya Fania.
"Hmm benar, skill mereka bukanlah berasal dari kelas bawah anggota Dandelion dan sangatlah sulit untuk bekerja sama dengan anggota Dandelion kelas menengah hingga kelas atas" sambung Sheon.
"dan juga jika tidak memakai orang dalam tidaklah mungkin keluarga Gabriella dapat bekerja sama dengan organisasi Dandelion" sambung Zilvina.
"perkataan kalian semua memang benar, namun kalian melupakan satu hal yaitu siapa saja dapat bekerja sama dengan organisasi namun mereka harus memenuhi beberapa syarat yaitu memiliki dana sesuai perjanjian dan pernah melakukan kerja sama sebelumnya" jawab Lilia.
"kemungkinan pertama yakni memiliki dana sesuai perjanjian aku anggap tidak mungkin karena dari data yang aku pernah baca keluarga Gabriella bahkan hanya masuk peringkat 12 keluarga dengan keuangan paling banyak di kota A" sambung Lilia.
"apakah kemungkinan kedua memiliki persentase lebih besar?" tanya Fania.
"aku tidak yakin tapi-" jawab Lilia tiba tiba saja.
"Zilvina???" ucap Lilia.
"Hmm benar! lanjutkan di rumah" ucap Zilvina waspada.
"baiklah" jawab Fania dan Lilia.
Ternyata mereka menyadari bahwa Zilvina sedang merasa ada yang memantau mereka diam diam, dan mereka pun mempercepat perjalanan agar semakin cepat tiba di rumah mereka.
__ADS_1
......................
Sesampainya di rumah.....
"kau merasakan apa Zilvina? mengapa kau masih saja waspada padahal kita telah sampai di rumah?" Tanya Fania.
"mereka masih mengikuti dan memantau kita, lebih baik bicarakan semua di basecamp bawah tanah saja" ucap Zilvina.
"Arghhh lagi dan lagi tempat gelap menyedihkan itu! mengapa kau gemar sekali pergi ke tempat rahasia yang berada di bawah tanah itu" keluh Sheon.
"sudah ikultah! ini demi keamanan informasi yang kita miliki" tutur Lilia.
Mereka pun bergegas menuju ruang rahasia yang mereka bicarakan tersebut, dirumah yang mereka tinggal ini ada sebuah gudang tua yang berada di bawah tanah dan mereka menjadikan gudang tua tersebut sebagai basecamp rahasia mereka karena tempatnya yang tersembunyi dan tidak akan ada yang bisa menyusup di sana. Di basecamp rahasia tersebut mereka melanjutkan pembicaraan mereka yang terpotong.
"argh aku benci tempat tua ini!" keluh Sheon.
"sudahlah mari kita lanjutkan pembicaraan tadi!perkataanku mengenai keuangan keluarga Gabriella mungkin salah, menurut data yang baru saja aku dapatkan mereka pernah melakukan transaksi gelap namun di data ini tidak di sebutkan mereka melakukannya berapa kali" ucap Lilia sembari menunjukkan data di laptopnya.
"Hmm kau benar, aku akan mencari tau tentang ini beri aku waktu!" ucap Lilia.
"ternyata kau cukup cermat Zilvina" ucap Sheon.
Setelah menunggu beberapa menit "aaaa akhirnya ketemu" ucap Lilia.
"bagaimana hasilnya?" ucap Zilvina bersemangat.
"pada hari tersebut keluarga Gabriella mendapatkan pasokan keuangan dari keluarga Arcenlion, entah apa transaksi apa yang mereka lakukan tapi aku tidak dapat menemukan informasi mengenai hal itu, data yang tersedia di blokir secara rapi dan tak berjejak kurasa mereka memiliki agen pengelola data yang tidak main main" ucap Lilia.
"keluarga Arcenlion? aku tidak pernah mendengarnya" ucap Zilvina kebingungan.
"keluarga Arcenlion berasal dari kota Y keluarga ini terkenal karena memiliki kekayaan nomor 1 di kota Y jika dibandingkan kekayaan mereka sama seperti dua keluarga ternama di kota B" jawab Fania.
__ADS_1
"Yap benar sekali apa yang dikatakan Fania, maka dari itu orang orang akan segan berurusan dengan keluarga Arcenlion " sambung Lilia.
"Wahhh tidak kusangka ternyata keluarga Gabriella memiliki kerja sama Dengan keluarga sebesar itu" ucap Sheon.
"jika keluarga Gabriella memiliki kerja sama dengan keluarga sebesar itu mengapa mereka memilih meminta maaf saat kita di culik waktu itu, bukankah sangat mudah melawan kita jika memiliki kerja sama dengan keluarga sebesar keluarga Arcenlion? " tanya Zilvina.
"jika pun keluarga Gabriella dan keluarga Arcenlion bersatu tidak akan bisa melawan 4 keluarga kita karna keluarga kita juga memiliki kerja sama dengan keluarga keluarga besar di berbagai kota bahkan hingga negara lain" ucap Lilia.
"Hmm benar juga, apakah kau bisa mencarikan informasi tentang keluarga Arcenlion" pinta Zilvina.
"Emm tentu, tapi kurasa itu akan memakan sedikit waktu karena keamanan data keluarga ini hampir mendekati keluarga kita" jawab Lilia.
"ha-hampir sama dengan keluarga kita? " ucap Sheon terkejut.
"apakah mereka juga memiliki informan dari keluarga Leposter sepertimu? " tanya Fania.
"mengenai informan dari keluarga Leposter aku tidak dapat memastikannya namun kurasa tidak ada kerja sama antara keluarga Leposter dengan keluarga Arcenlion" jawab Lilia.
"informasi tidak lengkap" ucap Lilia kecewa.
"katakan apa yang kau temukan saja! " ucap Fania.
"keluarga Arcenlion telah berdiri sejak jaman dahulu mereka tidak hanya menguasai kota Y namun juga pernah menguasai kota X dikarenakan ada sebuah masalah mereka tidak dapat memegang kendali kota X dan akhirnya menetap di kota Y hingga saat ini, keluarga inti memiliki anggota 5 orang yakni salah satunya adalah anak kedua mereka yang sangat terkenal yang anggun bagaikan putri kerajaan ia bernama Zeline bahkan dia seumuran dengan kita" ucap Lilia.
"Zeline Arcenlion? nama yang tidak asing" ucap Zilvina.
"apa kau pernah mengenalnya? " tanya Fania.
"kurasa tidak, namun nama itu terdengar tidak asing di telingaku" jawab Zilvina berfikir.
"Ohhhh aku mengetahuinya..... " ucap Zilvina bersemangat.
__ADS_1